Preman Bayaran Diduga Kawal Tambang Ilegal di Dam Betuk, Camat Dihadang, Wartawan di Cekik Gara-Gara Liput Aktivitas PETI

- Publisher

Jumat, 7 November 2025 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Merangin – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan objek wisata Dam Betuk, Desa Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas, Kabupaten Merangin, kian menjadi-jadi. Ironisnya, lokasi yang merupakan aset milik Pemerintah Daerah Kabupaten Merangin itu kini diduga dikuasai sejumlah preman bayaran yang bertugas menjaga aktivitas tambang ilegal agar tetap aman dari gangguan pihak luar, termasuk aparat penegak hukum.

Pantauan lapangan pada Jumat, 7 November 2025, memperlihatkan masih maraknya aktivitas penambangan di lokasi tersebut. Sekitar 60 set dompeng rakit tampak beroperasi di area Dam Betuk yang seharusnya menjadi kawasan wisata dan budidaya ikan air tawar.

Menurut informasi yang dihimpun media ini, para preman bayaran tersebut diperkerjakan oleh pelaku tambang untuk menghalau siapa pun yang mencoba masuk, terutama aparat maupun awak media. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Dam Betuk kini telah berubah menjadi “wilayah terlarang” bagi pejabat dan jurnalis yang ingin memantau kondisi sebenarnya.

Pada pagi hari, Camat Tabir Lintas, Mawarna, bersama beberapa pegawai kecamatan berupaya menuju lokasi Dam Betuk setelah viralnya pemberitaan aktivitas tambang ilegal tersebut. Namun upaya itu kandas di tengah jalan.

“Iya, tadi pagi Bu Camat datang ke lokasi Dam Betuk, tapi belum sampai sudah dihadang beberapa orang. Mereka memaksa Bu Camat untuk kembali,” ujar salah satu sumber di lapangan.

Camat pun terpaksa mundur dan meninggalkan lokasi setelah situasi dianggap tidak aman.

Wakil Bupati Merangin Drs.Abdul Kafid saat meninjau lokasi DAM BETUK

Beberapa jam kemudian, Wakil Bupati Merangin, Drs. Abdul Kafid, bersama rombongan dari Pemerintah Kabupaten Merangin dan Polsek Tabir, mendatangi lokasi tersebut. Setelah melalui proses panjang dan penjagaan ketat, rombongan akhirnya berhasil masuk ke area Dam Betuk.

Dalam keterangannya, Wakil Bupati menegaskan akan menertibkan seluruh aktivitas penambangan emas ilegal di lokasi tersebut dan berencana mengembalikan fungsi Dam Betuk sebagai kawasan wisata dan keramba ikan.

BACA JUGA :  Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih Mas, M.Pd. Melakukan Inspeksi Mendadak Ke Bangunan Rumah Sakit Baru, RSUD Tanjung Redeb

“Jika para penambang tidak mengindahkan instruksi ini, kami akan membentuk tim khusus untuk menghentikan aktivitas ilegal tersebut,” tegas Wabup.

Namun ketegangan belum berakhir. Tak lama setelah rombongan Wabup meninggalkan lokasi, kericuhan terjadi antara sejumlah wartawan dan kelompok preman bayaran yang diduga yang diduga dibayar oleh pelaku tambang untuk menjaga lokasi.

Beberapa jurnalis yang mencoba mengambil gambar dan dokumentasi di lokasi dihalau secara kasar, bahkan ada wartawan yang sempat dicekik dan diusir paksa dari area tambang.

“Tadi ada wartawan yang kena cekik, kami diusir, tidak boleh ambil gambar. Situasinya benar-benar tidak kondusif,” ujar salah satu jurnalis korban insiden tersebut.

Peristiwa ini jelas mencoreng kebebasan pers dan menimbulkan kecaman dari berbagai pihak yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap insan media.

BACA JUGA :  Tekan Kasus ATM, Pemkot Pangkalpinang dan Adinkes Perkuat Program RSSH

Padahal, aktivitas PETI di Dam Betuk sudah berulang kali diberitakan dan dilaporkan ke Polda Jambi, namun hingga kini belum tampak ada tindakan nyata. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat:

Apakah aparat penegak hukum takut terhadap para preman bayaran di lokasi tambang ilegal tersebut?

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Merangin sedang gencar mengkampanyekan penolakan PETI, namun ironi terjadi di depan mata — aset daerah justru dijadikan ladang tambang ilegal yang dijaga kelompok bayaran.

Kondisi ini menjadi tamparan keras bagi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, sebab jika tidak segera ditindak, Dam Betuk bukan hanya kehilangan fungsi wisatanya, tetapi juga menjadi simbol lemahnya negara di hadapan tambang ilegal dan premanisme.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Dinamika Persaingan Media di Makassar dan Gowa Jadi Sorotan, Profesionalisme Pers Dipertanyakan
Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Berau. Terbitkan Surat Edaran Pelaku Usaha dan Industri Wajib Kelola Sampah Mandiri Mulai 16 Maret 2026
Tebar 45 Ekor Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas dan Kemanusiaan
Ratusan Massa Akan Kepung Balaikota dan PDAM Makassar, GEMPAK-HAM Soroti Krisis Air Bersih
PREDIKSI JITU dan AKURAT: Persib Menuju Singgasana Keabadian Hat-trick Champion, Rekor Tak Terkalahkan di Kandang, dan Dipastikan Terima Bintang Kelima Besok Sore!
Polres Gowa Laksanakan Simulasi Sispam Mako untuk Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Bapelkum Bitung Tingkatkan Kompetensi ASN Hadapi Tantangan Informasi Digital
Berita ini 708 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:13 WIB

Dinamika Persaingan Media di Makassar dan Gowa Jadi Sorotan, Profesionalisme Pers Dipertanyakan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:20 WIB

Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:12 WIB

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Berau. Terbitkan Surat Edaran Pelaku Usaha dan Industri Wajib Kelola Sampah Mandiri Mulai 16 Maret 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:07 WIB

Tebar 45 Ekor Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas dan Kemanusiaan

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:04 WIB

Ratusan Massa Akan Kepung Balaikota dan PDAM Makassar, GEMPAK-HAM Soroti Krisis Air Bersih

Berita Terbaru

Moslem Woman Silhouette in Old Vintage Brick Wall Background

Artikel

Muslimah: Let’s Say “No” to Hopelessness 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:12 WIB

FOTO: Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah (Dok. Robinsah/SUARA UTAMA)

Berita Utama

Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:20 WIB