Strategi Dollar Cost Averaging, Pilihan Aman untuk Investor Pemula

- Publisher

Senin, 20 Oktober 2025 - 16:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP — Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter KADIN Jawa Timur — menyoroti pentingnya strategi investasi cerdas seperti Dollar Cost Averaging di era digital, termasuk pada aset kripto dan instrumen keuangan modern.

Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP — Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter KADIN Jawa Timur — menyoroti pentingnya strategi investasi cerdas seperti Dollar Cost Averaging di era digital, termasuk pada aset kripto dan instrumen keuangan modern.

SUARA UTAMA – Surabaya, 20 Oktober 2025 – Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi pasar modal, semakin banyak investor pemula di Indonesia memilih strategi Dollar Cost Averaging (DCA) sebagai cara berinvestasi yang lebih aman dan terukur.

Metode ini mendorong investor untuk menyisihkan dana dalam jumlah tetap secara rutin, tanpa memedulikan naik turunnya harga aset. Misalnya, seseorang membeli reksa dana saham senilai Rp500.000 setiap bulan baik ketika harga naik maupun turun. Dalam jangka panjang, strategi ini menekan risiko membeli di harga puncak dan membantu menciptakan rata-rata harga beli yang lebih stabil.

Selain itu, DCA juga membangun kedisiplinan finansial dan mengurangi tekanan psikologis saat pasar berfluktuasi. Investor tidak perlu menebak waktu terbaik untuk membeli, cukup konsisten melakukan investasi secara berkala.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Komentar dari Pakar

Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP, Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter KADIN Jawa Timur, menilai strategi ini sangat ideal bagi mereka yang baru memulai investasi.

BACA JUGA :  Ahli Waris Djawan Satino Ungkap Kerugian Materiil dan Immateriil, Diduga Akibat Ulah Oknum Mafia Tanah Desa Gading Kulon 

Investor pemula sering kali ingin mencari momen terbaik untuk masuk pasar. Padahal, yang terpenting bukan kapan mulai, tapi seberapa konsisten kita berinvestasi. Dengan strategi Dollar Cost Averaging, risiko bisa tersebar secara alami,” ujar Yulianto di Jakarta, Senin (20/10).

“Selain itu, DCA bisa dikombinasikan dengan perencanaan keuangan pribadi. Misalnya, sisihkan sebagian gaji setiap bulan untuk investasi otomatis. Ini cara sederhana tapi efektif untuk menumbuhkan kekayaan jangka panjang,” tambahnya.

Yulianto juga menekankan pentingnya pemilihan instrumen yang tepat.

“DCA paling cocok diterapkan pada aset yang punya potensi jangka panjang seperti reksa dana indeks, saham blue chip, atau ETF. Investor tidak perlu panik saat harga turun justru itu saat terbaik untuk membeli lebih banyak,” jelasnya.

 

Simulasi Sederhana Dollar Cost Averaging

BACA JUGA :  Operasi Antik Siginjai 2026 Berakhir, Polres Merangin Ungkap 11 Kasus Narkoba dan Amankan 21 Tersangka

Untuk memahami cara kerjanya, bayangkan kamu membeli reksa dana saham senilai Rp500.000 setiap bulan:

  • Bulan 1: harga Rp1.000 per unit → kamu dapat 500 unit.
  • Bulan 2: harga turun ke Rp800 → kamu dapat 625 unit.
  • Bulan 3: harga naik ke Rp1.200 → kamu dapat 416 unit.

Total tiga bulan: kamu telah membeli 1.541 unit dengan total investasi Rp1.500.000.
Jika dihitung rata-rata, harga per unit kamu adalah sekitar Rp974, lebih rendah dari harga tertinggi di bulan ketiga.

Artinya, dengan DCA, kamu tidak perlu pusing memantau harga setiap hari cukup rutin berinvestasi dan biarkan waktu yang bekerja untukmu.

 

Kesadaran Investasi di Indonesia Perlu Ditingkatkan

Yulianto juga menyoroti bahwa tingkat literasi dan partisipasi investasi di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menempatkan seluruh dananya di tabungan tanpa memahami potensi pertumbuhan dari investasi jangka panjang.

BACA JUGA :  Oknum Pegawai Bank Mandiri KCP Pamenang Tipu Puluhan Nasabah, Uang Miliaran Rupiah Raib

“Kesadaran investasi di Indonesia harus terus ditingkatkan. Banyak masyarakat masih berpikir bahwa investasi hanya untuk orang kaya, padahal siapa pun bisa mulai dengan jumlah kecil. Strategi seperti DCA justru mempermudah masyarakat umum untuk berinvestasi tanpa tekanan besar,” ungkap Yulianto.

Ia menambahkan, peran edukasi dari lembaga keuangan, pemerintah, dan pelaku industri sangat penting agar masyarakat memahami bahwa investasi bukan sekadar mencari untung cepat, melainkan bagian dari perencanaan keuangan masa depan.

 

Tren Positif Generasi Muda

Data dari berbagai platform investasi digital menunjukkan peningkatan signifikan pengguna yang mengaktifkan fitur auto-invest atau pembelian rutin bulanan. Hal ini menandakan semakin banyak generasi muda yang mulai sadar pentingnya membangun portofolio sejak dini.

“Konsistensi lebih penting dari spekulasi. Dengan DCA, bahkan investor dengan modal kecil bisa membangun kekayaan secara bertahap,” tutup Yulianto.

 

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Koperasi Desa: Kesejahteraan atau Kontrol Negara?
Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab
Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP
BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026
Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas
Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum
Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Meninggal, Persatuan Kelana Alam Indonesia Ingatkan Pentingnya Keselamatan
Saudi Edu Expo 2026 Sukses Digelar, Antusiasme Pengunjung Melonjak Tiga Kali Lipat
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Koperasi Desa: Kesejahteraan atau Kontrol Negara?

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:21 WIB

BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand