Warga Sulsel di TTS ikut Pawai Pembangunan & Karnaval di Kota Soe

- Publisher

Kamis, 28 Agustus 2025 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Salah Satu Peserta Pawai Pembangunan/Karnaval HUT RI ke- 80 di  Soe yakni IPSS dan IWSS dengan Songkok Khas Bugis

SUARA UTAMA, Timor Tengah Selatan – Tingginya antusias warga Kota Soe dalam mensukseskan Pawai Pembangunan dan Karnaval dalam rangka memperingati HUT RI ke 80 di Kota terlihat dari banyaknya warga yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut, tak terkecuali warga Sulawesi Selatan yang ada di Kota Soe dan sekitarnya yang turut mengikuti Pawai pembangunan/Karnaval yang dilaksanakan oleh Pemda Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur yang berlangsung pada Rabu (27/08) yang melintasi beberapa ruas jalan di Kota Soe dengan finish di Terminal Lama Soe.

Dalam pawai karnaval tersebut, barisan warga Sulses yang diwakili oleh IPSS / Ikatan Pemuda Sulawesi Selatan  dan IWSS / Ikatan Wanita Sulawesi Selatan Kab. Timor Tengah Selatan menampilkan tradisi dan budaya Sulawesi Selatan dengan berpakaian Adat Bugis Makassar, yakni baju Bodo, memakai beskap dan juga songkok Recca (songkok To Bone) juga berbagai jenis tarian khas Sulawesi Selatan bahkan mengkombinasikan tarian Khas Timor (Bonet) dan Sulawesi Selatan.

BACA JUGA :  Pekerja dan Manajemen PT Berau Karetindo Lestari, Mencapai puncaknya. Dewan Pengurus Cabang Serikat Buruh Sejahtera Indonesia DPC (SBSI) 1992

Salah satu yang menarik perhatian adalah Mobil pengantin yang di buat oleh IPSS selain menampilkan sepasang pengantin di Pelaminan khas Bugis Makassar,..di atas mobil tersebut juga di buat Songkok Recca besar di atas kapnya sebagai simbol indentitas dan solidaritas sesama warga Sulsel di Timor Tengah Selatan.

Songkok Recca atau Songkok To Bone, adalah songkok yang sering si pakai Pria Sulawesi Selatan, songkok ini menggambarkan simbol kehormatan, kebijaksanaan, dan identitas sosial bagi masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan. Songkok ini dahulu hanya dikenakan oleh Para Cendekiawan, kaum bangsawan, dan Tokoh masyarakat, tetapi sekarang sudah di pakai oleh seluruh kalangan tanpa memandang status lagi sebagai bagian dari budaya Sulawesi Selatan.

Filosofi Songkok Recca yang ditampikan dalam pawai tersebut juga memiliki makna pesan moral tentang nilai kehidupan sosial, menghormati orang tua, dan menghargai yang muda sebagai wujud indahnya kebersamaan dalam membangun bangsa  walau berada di tanah rantau, bahkan songkok Recca telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada tahun 2018.

BACA JUGA :  Lestarikan Budaya, Sanggar Seni Batin Penghulu Gelar Pelatihan Batik Motif Rumah Tuo Merangin  

Selain yel yel yang unik, peserta pawai karnaval dari IPSS dan IWSS tak henti-hentinya menyuarakan rasa persahabatan, penghargaan, rasa hormat kepada warga TTS,..bahwa kami Warga Sul-Sel menjunjung tinggi nilai2 persaudaraan dan toleransi di bumi cendana Timor Tengah Selatan, dengan tetap memegang Prinsip leluhur kami , Sekali layar terkembang pantang biduk surut ke pantai

Di mana perahu di tambatkan di situ kebaikan di tebar

Dan di mana bumi di pijak di situ langit di junjung

Penulis : Muhazir Syukur

Berita Terkait

Fahry Lamato Buka Suara Soal Isu SARA: “Jangan Ada Upaya Mengadu Domba Masyarakat Bitung”
Dinamika Persaingan Media di Makassar dan Gowa Jadi Sorotan, Profesionalisme Pers Dipertanyakan
Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Berau. Terbitkan Surat Edaran Pelaku Usaha dan Industri Wajib Kelola Sampah Mandiri Mulai 16 Maret 2026
Tebar 45 Ekor Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas dan Kemanusiaan
Ratusan Massa Akan Kepung Balaikota dan PDAM Makassar, GEMPAK-HAM Soroti Krisis Air Bersih
PREDIKSI JITU dan AKURAT: Persib Menuju Singgasana Keabadian Hat-trick Champion, Rekor Tak Terkalahkan di Kandang, dan Dipastikan Terima Bintang Kelima Besok Sore!
Polres Gowa Laksanakan Simulasi Sispam Mako untuk Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Berita ini 808 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 02:13 WIB

Fahry Lamato Buka Suara Soal Isu SARA: “Jangan Ada Upaya Mengadu Domba Masyarakat Bitung”

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:13 WIB

Dinamika Persaingan Media di Makassar dan Gowa Jadi Sorotan, Profesionalisme Pers Dipertanyakan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:20 WIB

Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:12 WIB

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Berau. Terbitkan Surat Edaran Pelaku Usaha dan Industri Wajib Kelola Sampah Mandiri Mulai 16 Maret 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:07 WIB

Tebar 45 Ekor Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas dan Kemanusiaan

Berita Terbaru