Kolaborasi Sastra dan Pertunjukan di Universitas Merangin dengan Seniman

Minggu, 13 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Semangat seni dan sastra menyatu dalam acara bertajuk “Parade Musikalisasi Puisi dan Drama Musikal” yang digelar di Universitas Merangin pada Sabtu (12 juli 2025). Acara ini menghadirkan kolaborasi unik antara pertunjukan sastra dan diskusi seni, melibatkan mahasiswa, dosen, dan komunitas seni dari berbagai lintas disiplin.

Dalam segmen pembuka, mahasiswa Program Studi PGSD semester 2 dan Bahasa semester 4 tampil membawakan musikalisasi puisi dan drama musikal yang memukau. Deretan puisi karya penyair nasional dan lokal dihidupkan kembali dengan iringan musik, gerak, dan teaterikal yang menggugah emosi penonton.

Antusiasme terlihat dari sorak tepuk tangan yang tak putus mengiringi penampilan para mahasiswa. Tema-tema seperti identitas, perjuangan, dan cinta tanah air menjadi napas utama dalam parade ini.

Acara ini diinisiasi oleh dosen pengampu, Bapak Wiko, yang bekerja sama dengan berbagai komunitas seni lintas sektor seperti Dewan Kesenian Merangin, Sanggar Imaji, Sanggar Seni Budaya Batin Penghulu, dan Pondok Kreasi Merangin. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara kampus dan komunitas bisa menghasilkan karya dan ruang ekspresi yang hidup dan dinamis.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tapi juga terlibat aktif dalam ruang pertunjukan dan produksi karya,” ujar Wiko.

IMG 20250713 WA0018 Kolaborasi Sastra dan Pertunjukan di Universitas Merangin dengan Seniman Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

Usai pertunjukan, acara berlanjut dengan diskusi sastra bersama narasumber Yanto Bule, Muhammad Hidaya, dan Pak Wiko. Diskusi ini membedah peran puisi dalam kehidupan masyarakat serta bagaimana musikalisasi puisi bisa menjadi media yang lebih membumi dalam menyampaikan pesan.

“Sastra bukan hanya bacaan, tapi bisa menjadi alat ekspresi dan refleksi sosial,” tegas Yanto Bule.

Segmen diskusi berikutnya menghadirkan Febra Muyu dan Deno Carles yang membahas tentang seni pertunjukan dari sudut pandang koreografi, ekspresi tubuh, serta pengolahan ruang dalam pementasan drama musikal.

BACA JUGA :  Eratkan Persaudaraan, Jurnalis Muda Andre Hariyanto Silaturahim ke Wartawan Jawa Timur Televisi JTV Rek

“Pertunjukan bukan hanya soal naskah, tapi bagaimana tubuh kita bisa menjadi medium pesan,” ungkap Febra.

Khusus dalam sesi Deno Carles, ia menyoroti keterkaitan antara alam dan sastra.

“Alam bukan hanya latar, tapi juga sumber inspirasi utama dalam sastra. Setiap daun gugur, suara sungai, bahkan keheningan hutan—semua bisa menjadi puisi jika kita cukup peka. Justru dari keterhubungan dengan alam, manusia bisa lebih jujur dalam menulis,” ujar Deno.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari proses penciptaan seni, karena “sastra yang tumbuh dari kerusakan tidak akan bisa menyejukkan jiwa.”

Dalam sesi seni rupa, Masbay, perupa dari komunitas Pondok Kreasi Merangin, menjelaskan pentingnya visual dalam memperkuat pesan sastra. Ia juga menampilkan beberapa karya ilustrasi puisi yang menjadi bagian dari pameran mini selama acara.

“Visual adalah jembatan lain bagi mereka yang belum bisa menangkap makna kata secara langsung,” kata Masbay.

Acara ditutup dengan diskusi terbuka dan refleksi bersama seluruh peserta dan narasumber. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses, tidak hanya sebagai bentuk ekspresi seni, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran lintas disiplin.

“Kami berharap ini bukan yang terakhir. Kalau bisa, parade sastra dan seni seperti ini menjadi agenda tetap tiap semester,” harap salah satu mahasiswa peserta.

Dengan semangat kolaborasi dan kesadaran akan pentingnya ruang ekspresi, Parade Musikalisasi Puisi dan Drama Musikal menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem seni dan sastra di lingkungan Universitas Merangin dan sekitarnya.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu
Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aries Faiz Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:22

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aries Faiz Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:41

P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terbaru