KHGT: Mimpi Panjang Umat Islam Menuju Kesatuan Waktu Dimulai dari Muhammadiyah

Kamis, 26 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

seorang Muslim berdoa pada malam 1 Muharam

seorang Muslim berdoa pada malam 1 Muharam

SUARA UTAMA – Latar Belakang: Mengapa Perlu KHGT?

Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) adalah inisiatif untuk menyatukan penanggalan Islam secara global: satu tanggal berlaku di seluruh dunia. Dengan sistem ini, saat satu wilayah memasuki, misalnya, 1 Syawal, seluruh dunia akan memasuki tanggal yang sama—tanpa penundaan geografis (suaramuhammadiyah.id).

Muhammadiyah secara resmi mengadopsi KHGT sejak Muktamar ke‑47 (2015 Makassar) dan mengukuhkan kembali di Muktamar ke‑48 (2022 Solo), menandakan bahwa kalender ini masuk dalam agenda Risalah  Islam Berkemajuan sebagai program prioritas (suaramuhammadiyah.id).

*Pendapat Ahli dari Majelis Tarjih dan Tajdid

  1. Dr. Oman Fathurahman (MTT PP Muhammadiyah) KHGT memberikan kepastian yang tegas dan konsisten, mencerminkan prinsip addinul qayyim (agama yang lurus) — sehingga kalender ini bukan sekadar sisi teknis, melainkan bagian dari keutuhan agama (wartaptm.id).
  2. Dr. Maskufa MA (MTT PP Muhammadiyah)Menurutnya, KHGT adalah “lompatan ijtihad Muhammadiyah” untuk menanggapi kebutuhan ibadah global. Sebelum konferensi di Istanbul 2016, ide ini telah dimatangkan sejak Muktamar Makassar 2015, dan penerapannya mengedepankan ontologi, aksiologi, serta epistemologi bahwa kalender ini bisa diterima universal (wartaptm.id).
  3. Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar‑Butar MA (MTT PP Muhammadiyah)
    Ia menekankan bahwa setelah 14 abad umat Islam belum punya kalender unifikatif—ini adalah “hutang peradaban”. KHGT telah melalui proses panjang kajian ilmiah dan dukungan luas dari ulama serta astronom global (wartaptm.id).
  4. Susiknan Azhari MA (MTT PP Muhammadiyah)Konsep KHGT didukung oleh berbagai kitab fikih klasik, seperti karya Ibn Abidin dan Ibn Rusyd. Ia mengajak umat untuk membuka diri menuju persatuan dengan KHGT, karena sistem ini tak hanya akademis, melainkan solusi mendasar untuk menjaga toleransi dan koeksistensi intra‑Islam di era globalisasi (muhammadiyah.or.id).
  5. Prof. Dr. Syamsul Anwar (profesor astronomi/fikih) Dalam seminar nasional di Unismuh Makassar, ia menyatakan bahwa akomodasi KHGT adalah implementasi dari konsep ijtihad dan tajdid Muhammadiyah, membawa kalender lokal ke ranah universal dan ilmiah (tarjih.or.id).
BACA JUGA :  Sibuk Berfoto, Warga Sukoharjo dihantam Laut Selatan Pantai Drini Gunung Kidul hingga Meninggal dunia

*Teknologi & Sains: Fondasi Ilmiah KHGT

KHGT memadukan metode hisab hakiki wujudul hilal—yang telah lama digunakan Muhammadiyah—dengan parameter internasional seperti ketinggian hilal ≥ 5° dan elongasi ≥ 8°, serta UTC sebagai patokan global (suaramuhammadiyah.id). Ini menjadikan penetapan awal bulan lebih ilmiah, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan di seluruh dunia.

 *Implikasi untuk Umat Islam Indonesia

    1. Keseragaman Ibadah Nasional & Global

KHGT memungkinkan umat Indonesia merayakan puasa, Idul Fitri, dan Idul Adha bersamaan dengan umat global, menguatkan identitas kebersamaan dan persatuan sebagai ummatan wahidatan (muhammadiyah.or.id).

     2. Kepastian & Perencanaan

Dengan kalender yang terpadu, masyarakat, lembaga, dan pemerintah dapat merencanakan agenda sosial, pendidikan, dan ekonomi berkaitan dengan tanggal Hijriah tanpa kebingungan karena ketidaksesuaian tanggal.

      3. Posisi Global Muhammadiyah

Sebagai organisasi Islam terbesar kedua di dunia, adopsi KHGT menjadikan Indonesia sebagai pionir dalam menyuarakan agenda peradaban Islam, berdialog dengan ulama dan negara lain, serta menunjukkan kompatibilitas antara religi dan sains (suaramuhammadiyah.id).

 *Tantangan dan Respons

  • Resistensi Mazhab & Negara

Pendekatan KHGT menjadi tantangan kontekstual karena sebagian kelompok tetap mempertahankan rukyat lokal ala mazhab Syafi‘i atau kebijakan kedaulatan nasional (suaramuhammadiyah.id).

  • Dialog & Sosialisasi

Muhammadiyah aktif melakukan diskusi publik, seminar, hingga pelibatan PTM di berbagai kota—seperti di Unismuh Makassar—untuk mendiseminasikan KHGT dan membangun pemahaman bersama .

Kesimpulan : KHGT adalah wujud ijtihad progresif Muhammadiyah: menjembatani tradisi hisab lokal dengan metodologi astronomi global untuk menciptakan kalender universal—bukan hanya sebagai idealisme, tapi kebutuhan kemaslahatan umat. Dengan dukungan kajian akademis, legitimasi fikih, dan dukungan tokoh ahli, KHGT berpotensi menyatukan umat Indonesia dengan umat global—menjawab panggilan Al-Qur’an sebagai umat yang satu (ummatan wahidatan) (suaramuhammadiyah.id).

Sumber Berita : Wartawan SUARA UTAMA

Berita Terkait

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:04

Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terbaru