Buka Bersama dan Diskusi Solusi Penanganan Banjir GPA Balikpapan: Mahasiswa dan Warga Bersatu Cari Jalan Keluar

- Publisher

Sabtu, 15 Maret 2025 - 23:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA || Balikpapan – Hampir dua tahun lamanya, 16 rumah warga di Perumahan Griya Permata Asri (GPA) terendam banjir, namun hingga kini belum ada solusi yang memadai. Untuk menanggapi masalah tersebut, warga bersama mahasiswa menggelar buka bersama (bukber) yang dilanjutkan dengan diskusi untuk mencari solusi penanganan banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

Acara yang berlangsung pada Sabtu, 15 Maret 2025 ini, dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Balikpapan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, serta Anggota DPRD Balikpapan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aliansi Warga dan Mahasiswa, yang terdiri dari GMKI Balikpapan dan LMND Balikpapan, menggelar dialog tersebut di lokasi banjir GPA untuk mendiskusikan langkah-langkah solusi.

BACA JUGA :  Warga Binaan Lapas Sarolangun Saksikan Film Mantagi: Air dan Manusia, Hadirkan Pesan Budaya dan Moral

Ketua GMKI Balikpapan, Hendra, menyatakan bahwa hingga saat ini, persoalan banjir di GPA belum mendapat titik terang. Menurutnya, pengerjaan bozem yang awalnya dikerjakan oleh pemerintah kota kini terhenti tanpa penjelasan yang jelas. Hendra menambahkan, akibat banjir yang terus berlanjut, banyak warga yang terpaksa mengungsi.

“Rumah warga sudah terendam hampir dua tahun. Warga terdampak terpaksa pergi mengungsi. Pengerjaan bozem yang semula dimulai kini mandek, tanpa perencanaan yang jelas,” ungkap Hendra dalam diskusi tersebut.

Hendra juga menegaskan komitmen aliansi untuk terus memperjuangkan masalah banjir ini hingga tuntas. “Kami akan terus mengawal masalah ini dan jika perlu, melakukan aksi demonstrasi atau langkah hukum dengan kuasa hukum warga,” tegasnya.

BACA JUGA :  Kalapas Bangko Sematkan Tanda Kenaikan Pangkat Lima Petugas, Tekankan Profesionalisme dan Integritas

Di sisi lain, Edi, Kepala Bidang Perumahan Disperkim Balikpapan, menjelaskan bahwa pengerjaan bendali di lokasi banjir ditargetkan selesai sebelum Idul Fitri. “Insha Allah, sebelum Idul Fitri kami targetkan selesai. Selain itu, jalur drainase dan bendali di Daun Village sudah mulai terbangun,” ujar Edi.

Sementara itu, perwakilan dari PBH Peradi SAI Balikpapan, Zakaria, mengingatkan bahwa solusi yang diusulkan harus mempertimbangkan pemulihan pasca-banjir. Ia menambahkan bahwa rumah warga yang terendam air dan lumpur selama hampir dua tahun sudah sangat tidak layak untuk ditempati.

Oleh karena itu, ia mengusulkan agar pemerintah merujuk pada Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, khususnya Pasal 32, yang mengatur pemberian ganti rugi kepada warga yang terdampak bencana.

BACA JUGA :  Miris, Oknum KS Diduga Membuat Pengumuman Melalui Group Whatsap, Perihal Indikasi Dugaan Praktek Pungli di SDN Sebaung 1.

Zakaria yang juga merupakan kuasa hukum warga terdampak banjir mengatakan, “Solusi tidak hanya soal pembangunan infrastruktur, tapi juga pemulihan bagi warga yang telah lama menderita akibat banjir ini.”

Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah, menekankan pentingnya memahami akar permasalahan dalam mencari solusi. “Masalah banjir di GPA ini harus dilihat dari aspek legalitas dan tanggung jawab moral. Sebagai anggota DPRD, saya merasa bertanggung jawab untuk mengawal masalah ini, terutama karena ini termasuk dalam dapil saya,” ujar Wahyullah.

Acara buka bersama dan diskusi ini menjadi ruang bagi warga, mahasiswa, dan pemerintah untuk berbicara terbuka tentang masalah banjir GPA dan berupaya mencari solusi terbaik demi kesejahteraan warga yang terdampak.

Penulis : Yoga Wowor

Berita Terkait

Sikap Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terbongkar, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Segera Akan Melakukan Koordinasi 
Warga Resah Mobil Tangki Solar Industri Marak ke Tabir Barat, Dugaan Pasokan untuk PETI Mencuat
Ponpes Muhammadiyah Sabilil Muttaqien Gisting Tanggamus Memperingati Hari Santri 2026
Dugaan Penyelewengan Dana Gizi Rp200 Juta di Puskesmas Simpang Limbur Merangin Disorot, Nama Eks Kapus Fifi Maisari Disebut
Terindikasi Tidak Layak Jadi Kepala SDN Brani Wetan 1, Aktivis Desak Disdikdaya dan Inspektorat Turun Tangan
Pasca Pemberitaan Pabrik PT Sasa Inti Gending Bersihkan Sampah di Area Irigasi, Petani Meminta OPD melakukan Investigasi
Pemkot Pangkal Pinang Serbu Titik Sampah Liar di Bukit Intan: Soroti Dampak Kesehatan hingga Siapkan Opsi Sanksi Tegas
BBM Jenis Pertalite Hilang di Pasaran Pengecer, Pedagang Keliling Sebut Urat Nadi Masyarakat Pegunungan Hilang 
Berita ini 132 kali dibaca
Kami akan terus mengawal masalah ini dan jika perlu, melakukan aksi demonstrasi atau langkah hukum dengan kuasa hukum warga.

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Sikap Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terbongkar, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Segera Akan Melakukan Koordinasi 

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Warga Resah Mobil Tangki Solar Industri Marak ke Tabir Barat, Dugaan Pasokan untuk PETI Mencuat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Ponpes Muhammadiyah Sabilil Muttaqien Gisting Tanggamus Memperingati Hari Santri 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Dugaan Penyelewengan Dana Gizi Rp200 Juta di Puskesmas Simpang Limbur Merangin Disorot, Nama Eks Kapus Fifi Maisari Disebut

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Terindikasi Tidak Layak Jadi Kepala SDN Brani Wetan 1, Aktivis Desak Disdikdaya dan Inspektorat Turun Tangan

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp