Mungkinkah Menulis Ulang Hubungan Prabowo dan Megawati Untuk Rekonsiliasi Nasional ?

- Publisher

Senin, 24 Februari 2025 - 22:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

foto pertemuan megawati dan prabowo 2019

foto pertemuan megawati dan prabowo 2019

Suara Utama.- Sekjen PDIP  Hasto Kristiyanto resmi ditahan oleh (KPK) pada Kamis, 20 Februari 2025. Penahanan ini dilakukan setelah Hasto ditetapkan sebagai tersangka pada Desember 2024 dalam kasus yang melibatkan Harun Masiku. Salah satu tuduhan utama yang diarahkan kepadanya adalah dugaan obstruction of justice atau tindakan menghalang-halangi proses hukum yang sedang berlangsung.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menjelaskan bahwa Hasto diduga dengan sengaja menghambat penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait penetapan anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024, di mana tersangka utamanya adalah Harun Masiku.

Berdasarkan proses hukum yang berjalan, setelah berstatus sebagai tersangka selama 59 hari sejak 23 Desember 2024, kini Hasto harus menjalani masa penahanan selama 20 hari, dimulai dari 20 Februari hingga 11 Maret 2025. Selama masa penahanan ini, Hasto akan ditempatkan di Cabang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I Jakarta Timur (dikutip dari kpk go.id)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sepertinya, langkah hukum terhadap Hasto mulai menguat setelah ia aktif mengkritik situasi demokrasi dan kekuasaan di Indonesia. “Sehari setelah pelantikan pimpinan KPK yang baru, Hasto langsung dijadikan tersangka. Ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik,”.

Dampak Terhadap Stabilitas Politik Nasional

BACA JUGA :  Sambut Muharram 1448 H, YBM PLN UP3 Mamuju Khitan 26 Anak di Banua Adolang

Megawati menginstruksikan kadernya tidak mengikuti retret kepala daerah di Akademi Militer Magelang 23 Februari 2025, Langkah Ketua Umum PDI Perjuangan itu melarang kadernya retret sebagai bentuk ekspresi dari kemarahan setelah Hasto ditahan KPK. “Sikap Itu yang ditangkap oleh public, Jadi praktis setelah Hasto ditahan oleh KPK, sikap politik PDIP itu berubah secara total,”

Perkembangan kasus hukum Hasto Kristiyanto menjadi indikator utama apakah hukum ditegakkan secara independen atau ada unsur politisasi dalam prosesnya. Situasi politik di Indonesia terus berkembang dengan kompleksitas yang tinggi. Aksi mahasiswa, dinamika internal PDIP, serta hubungan Jokowi dan PDIP menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi stabilitas nasional. Yang menjadi perhatian utama adalah apakah gerakan mahasiswa ini murni sebagai ekspresi demokratis atau bagian dari strategi politik yang lebih besar. Transparansi dalam proses hukum, independensi lembaga penegak hukum, serta sikap pemerintah dalam merespons dinamika ini akan menjadi penentu utama bagi masa depan demokrasi Indonesia.

Padahal, sebelumnya hubungan  Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo cukup mesra. Bahkan keduanya memiliki riwayat pertemanan yang cukup panjang. Apalagi sehari sebelum Hasto ditahan KPK, Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno mengatakan bahwa mereka siap ikut retret dan mengikuti semua arahan Prabowo Subianto untuk diimplementasikan di Jakarta.

BACA JUGA :  3 Unit Kursi di Serahkan, Tomas Apresiasi Sinergitas Antara Pemerintah Desa Tegalwatu Pemerintah Kecamatan Tiris TKSK dan Dinsos 

“Tetapi setelah Hasto ditahan oleh KPK, kemesraan dan persahabatan antara Megawati dan Prabowo itu seakan-akan sirna,”. “Ini semacam boikot terhadap retret yang merupakan andalan dari pemerintahan Prabowo Sudianto. Retret itu suka tidak suka mencerminkan wajah dari Kebijakan  Presiden Prabowo Sudianto.” Hingga kini, PDIP belum mengungkapkan alasan melarang kadernya ikut Retret Kepala Daerah.

Mungkinkah Rekonsiliasi Nasional

“Kita butuh elite nasional yang solid tanpa harus menyatukan semuanya dalam kekuasaan untuk Bangsa yang Solid”.

Pasang surut hubungan Megawati dan Prabowo  telah terjadi sejak Lahirnya pasangan Megawati-Prabowo pada tahun 2009 inilah yang menjadi momentum penguat hubungan kedua tokoh ini.Namun Pilpres 2014 dan pilpres  2019 menjadi momentun melemah hubungan kedua tokoh ini, karena PDIO memilih Pasangan Capres sendiri yang berbeda dengan Capres Prabowo. Hanya saat pilpres 2024 selesai, terjadi momentum baru dimana Prabowo dan Partai Gerindra dilibatkan dalam Kabinetmua sebagai bagian Konsolidasi nasional sehingga saling mendukung untuk kepentingan nasional, dan momentum hubungan ini redup kembali setelah dalam pilpres 2024 itu PDIP mencalonkan Ganjar Pranowo sebagai Capresnya dan Cawapres Mahfud MD saat itu dan Capres Prabowo berpasangan dengan Cawapres Gibran Rakabuming Raka diusung Gerinda beserta Koalisinya. Dan Akhirnya pilihan rakyat  untuk Kemenangan Pilpres 2024 yaitu Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka. Dari alur cerita peristiwa itu hubungan mereka retak diawali dari kemenangan Prabowo sebagai Presiden terus lanjut dengan manuver hukum KPK untuk mengusut Hasto sebagai tersangka.

BACA JUGA :  Polres Bitung Perkuat Soliditas Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Tekankan Pengabdian untuk Masyarakat

Apakah akan terjadi kembali jalinan komunikasi diantara mereka  seperti Tahun 2009 dan Pasca Pilpres 2019 ?

Tentu bisa terjalin hubungan menguat antara mereka dalam masa fase tertentu selama kepentingan mereka sama yaitu untuk kepentingan  bangsa, tapi fase lain mungkin saja redup Kembali karena kepentingan yang berbeda terutama nanti menjelang pilpres 2029. Dari rentang waktu dan momentumnya hubungan mereka sering terjadi  pasang naik dan menguat redup , tumbuh layu dan sejenis lainnya

Tapi tentu mereka menulis ulang Sejarah hubungannya berupa Rekonsiliasi politik untuk kepentingan Nasional yaitu

  1. Diberhentikannya Kasus Hasto sebagai Tersangka ;
  2. Masuknya kader PDIP dalam jajaran Kabinet saat ini;
  3. Adanya pertemuan kedua Tokoh Nasional itu dalam suatu momentum yang baik;
  4. Adanya dialog berkelanjutan antara Megawati dan Prabowo untuk membahas kepentingan bangsa kedepan.

Demikian semoga pandangan opini ini membawa kebaikan untuk bangsa Indonesia.

 

Penulis : Tonny Rivani

Berita Terkait

Tomas Tiris Angkat Bicara, Sopir Elf Meminta Pihak Pihak Terkait Bertanggung Jawab Atas Pemasangan Portal Desa Segaran 
Warga Sambaliung Resah, Aktivitas Galian C Diduga Ilegal Milik GWN Dituding Rusak Jalan dan Ancam Keselamatan
Pers Harus Dilindungi, Pemred SUARA UTAMA, Andre Hariyanto Kecam Dugaan Penganiayaan Wartawan Suara Utama di Merangin Jambi
Perkuat Tata Kelola PAW, BK DPRD Kaltim Gelar Studi Banding ke Kukar
Kekosongan Jabatan ASN Di Barsel Diisi PLT, Tunggu Restu BKN
Pemimpin Dan Segenap Jajaran Redaksi SUARA UTAMA mengucapkan
HUT Ke-38, Julia Entengo Dinilai Jadi Inspirasi Pelaku UMKM Zona Baku Bae
Terbongkar, Indikasi Dugaan Korupsi Anggaran Pembelian Patok Pembatas Tanah Desa Gading Kulon
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:55 WIB

Tomas Tiris Angkat Bicara, Sopir Elf Meminta Pihak Pihak Terkait Bertanggung Jawab Atas Pemasangan Portal Desa Segaran 

Senin, 6 Juli 2026 - 20:44 WIB

Warga Sambaliung Resah, Aktivitas Galian C Diduga Ilegal Milik GWN Dituding Rusak Jalan dan Ancam Keselamatan

Senin, 6 Juli 2026 - 19:06 WIB

Pers Harus Dilindungi, Pemred SUARA UTAMA, Andre Hariyanto Kecam Dugaan Penganiayaan Wartawan Suara Utama di Merangin Jambi

Senin, 6 Juli 2026 - 17:56 WIB

Perkuat Tata Kelola PAW, BK DPRD Kaltim Gelar Studi Banding ke Kukar

Senin, 6 Juli 2026 - 10:42 WIB

Kekosongan Jabatan ASN Di Barsel Diisi PLT, Tunggu Restu BKN

Berita Terbaru

Berita Utama

Kekosongan Jabatan ASN Di Barsel Diisi PLT, Tunggu Restu BKN

Senin, 6 Jul 2026 - 10:42 WIB