Peduli Percepatan Penurunan Stunting, BKKBN Gandeng LDII DIY

Senin, 23 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Bantul – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengadakan sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan Percepatan Penurunan Stunting kepada warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Sabtu (21/9/2024). Acara berlangsung di Hotel Tirta Kencana, Jalan Ringroad Timur, Sorowajan, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Acara ini diikuti 250 peserta yang terdiri dari Perwakilan BKKBN DIY, Pengurus Harian Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII DIY, Ketua dan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Yogyakarta, Pasangan Usia Subur (PUS) LDII, remaja LDII dan lansia LDII se-Kota Yogyakarta.

Mewakili Ketua DPW LDII DIY, Qomarudin menyampaikan terima kasih atas undangan dari BKKBN kepada warga LDII. Juga ditegaskan bahwa LDII DIY siap mendukung program yang diadakan oleh BKKBN. “Terima kasih atas undangannya. LDII siap mendukung dan melanjutkan program-program BKKBN,” tegas Wakil Ketua DPW LDII DIY ini.

Qomarudin juga berharap agar dalam waktu-waktu mendatang, BKKBN dan LDII DIY  dapat bersama-sama menjalankan program. “Semoga bisa berjalan seiring dalam waktu kedepan,” harapnya.

Plt Sekretaris BKKBN DIY, Rohdiana menyampaikan, BKKBN sebagaimana diamanatkan pada Undang-undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, memiliki tugas untuk melaksanakan Program Bangga Kencana. Selain itu BKKBN juga diminta dalam mengoordinasikan pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Indonesia.

“Dalam pengelolaan Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting yang lebih efektif dan efisien, diperlukan adanya kepedulian, dukungan, komitmen dan partisipasi aktif dari para stakeholder serta mitra kerja di keseluruhan tingkatan wilayah,” ungkapnya.

Ditambahkan Rohdiana, BKKBN bersama LDII telah menandatangani Noto Kesepahaman Bersama Nomor : 13/KSM/G2/2024 pada tanggal 27 Juli 2024 tentang dukungan pelaksanaan Program Bangga Kencana serta Percepatan Penurunan Stunting di lingkungan LDII. Harapannya dengan kesepahaman ini dapat meningkatkan peran serta mitra kerja, khususnya LDII dalam membantu akselerasi pencapaian program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting.

BACA JUGA :  Sekam Padi Terbakar Di PLTU 2 Labuan, Paru-Paru Warga Terancam Kanker

Beberapa tujuan kegiatan ini antara lain melakukan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) tentang program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting, peningkatan kapasitas dan kompetensi jajaran DPW LDII DIY beserta anggota tentang BKKBN, mensinergikan sumber daya yang ada di LDII DIY untuk membantu program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting, serta meningkatkan kepedulian dan membantu program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting di lingkungan LDII.

Sebagai narasumber utama, Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa penentu masa depan sebuah bangsa adalah generasi penerusnya. Maka harus dipersiapkan sejak dalam kandungan agar menjadi generasi penerus cerdas dan berkualitas serta terhindar dari stunting. “Stunting itu pendek dan kemampuan otak tidak stabil,” ungkapnya.

Beberapa penyebab stunting antara lain kawin terlalu muda atau tua. Allah membuat panggul manusia 10 cm saat berusia 20 tahun dan kepala bayi berukuran 9,8 cm. Apabila hamil sebelum usia 20 tahun, maka bayi sulit keluar. “Di bawah 20 tahun, panggul masih sempit, belum cukup untuk lewat kepala bayi,” tegasnya.

Ditambahkan dokter Hasto, apabila usia 16 tahun sudah hamil, maka tulang ibunya akan diambil bayi. Karena tulang masih tumbuh, tetapi diambil bayi, maka saat osteoporosis akan keropos tulang lebih parah.

Selain faktor usia, stunting juga bisa terjadi akibat kurang gizi, kurang protein selama 1.000 hari sejak masa kandungan. Ada waktu 1.000 hari mencegah stunting. yakni 280 hari saat di dalam kandungan dan 720 hari setelah lahir. Dalam kurun waktu inilah yang menentukan cerdas atau tidaknya seseorang.

Dokter spesialis kandungan ini juga merasa bangga, karena hal-hal di atas sudah diajarkan LDII kepada warganya. “Saya merasa bangga karena semua yang ada di BKKBN sudah dilaksanakan LDII,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini juga diadakan launching Sekolah Lansia Barokah Mandiri, Kerjasama antara BKKBN dengan LDII.

Berita Terkait

Satgas Jalan Lurus Tanggamus Kunjungi Anak Penderita Thalasemia di Talang Padang
Puskesmas Payaman Solokuro Jadi Sorotan, Akibat Dugaan Pelanggaran Layanan Kesehatan
Tim Medis IDI Cabang Kota Bogor Kirim Dokter ke Lokasi Bencana di Sibolga
Aksi Donor Darah dan Cukur Gratis Warnai Karawang, Warga Antusias
Sekam Padi Terbakar Di PLTU 2 Labuan, Paru-Paru Warga Terancam Kanker
PT KMH Salurkan Bantuan Medis, Bupati Kerinci Apresiasi Dukungan Nyata
Pasien BPJS PBI Diduga Dipulangkan Saat Kondisi Akut di RSUD Abdul Moeloek
Webinar Kesehatan Mata di Kalangan Generasi Z

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:40

Satgas Jalan Lurus Tanggamus Kunjungi Anak Penderita Thalasemia di Talang Padang

Rabu, 31 Desember 2025 - 11:57

Puskesmas Payaman Solokuro Jadi Sorotan, Akibat Dugaan Pelanggaran Layanan Kesehatan

Selasa, 9 Desember 2025 - 21:08

Tim Medis IDI Cabang Kota Bogor Kirim Dokter ke Lokasi Bencana di Sibolga

Senin, 24 November 2025 - 09:18

Aksi Donor Darah dan Cukur Gratis Warnai Karawang, Warga Antusias

Jumat, 14 November 2025 - 09:21

Sekam Padi Terbakar Di PLTU 2 Labuan, Paru-Paru Warga Terancam Kanker

Rabu, 5 November 2025 - 05:48

PT KMH Salurkan Bantuan Medis, Bupati Kerinci Apresiasi Dukungan Nyata

Minggu, 5 Oktober 2025 - 12:44

Pasien BPJS PBI Diduga Dipulangkan Saat Kondisi Akut di RSUD Abdul Moeloek

Kamis, 2 Oktober 2025 - 22:12

Webinar Kesehatan Mata di Kalangan Generasi Z

Berita Terbaru