Mengakhiri Konflik Lady Shop dan Pedagang Tradisional Gedung Karya Jitu Tulang Bawang

Selasa, 26 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nafian Faiz . SUARA UTAMA.ID

Nafian Faiz . SUARA UTAMA.ID

Oleh : Nafian Faiz (Mantan ketua P3UW Lampung)

SUARA UTAMA- Pasar Minggu Gedung Karya Jitu (PMGKJ), sebuah pasar tradisional yang telah menjadi bagian dari identitas Kampung Gedung Karya Jitu, Rawajitu Selatan, Tulang Bawang, Lampung, kini tengah menghadapi tantangan yang signifikan dengan munculnya toko swalayan Lady Shop (LS) di kawasan tersebut. Keberadaan LS, meskipun membawa peluang baru, juga menimbulkan ketidakpastian dan kekhawatiran bagi para pedagang tradisional yang telah lama beraktivitas di pasar tersebut.

Sebagai salah satu pasar terbesar kedua setelah pasar unit II di Kabupaten Tulang Bawang, PMGKJ tidak hanya menjadi tempat transaksi jual-beli, tetapi juga memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi, kehidupan sosial, dan kegiatan keagamaan di kawasan tersebut. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, geliat ekonomi pasar ini mulai terasa berat, terutama dengan adanya pandemi COVID-19 dan faktor cuaca ekstrem yang membuat pelaku usaha sektor perikanan, perkebunan dan pertanian di wilayah Rawajitu dan sekitar, banyak gagal panen, hal tersebut semakin memperumit kondisi pedagang.

Kehadiran LS di awal bulan Februari 2024 menjadi pukulan bagi para pedagang PMGKJ. Hal tersebut melengkapi rasa pilu pedagang akibat sistem penjualan baru, yakni penjualan online sejak masa pandemi mulai merambah dan mengcam pasar tradisional. Toko swalayan dengan berbagai macam barang di bawah harga grosir menimbulkan kekhawatiran akan semakin berkurangnya jumlah pengunjung dan menimbulkan persaingan yang tidak sehat bagi pedagang tradisional.

Perkumpulan Pedagang Pasar Minggu Rawajitu (P3MR) menolak keras kehadiran LS, dengan alasan bahwa harga barang di LS dijual di bawah harga grosir dan tanpa memperhatikan keberlangsungan usaha pedagang kecil. Upaya penolakan sudah dilakukan berulang kali, termasuk aksi damai di depan toko LS, namun belum mendapatkan solusi yang memuaskan.

BACA JUGA :  5 Hari Buka, Pedagang Protes Kehadiran Lady' Shop di Pasar Rawajitu,Tulang Bawang, Ini Alasannya

Pemerintah Kampung Gedung Karya Jitu (GKJ) juga turut menolak keberadaan LS, dengan alasan melindungi eksistensi pelaku usaha pasar tradisional yang merupakan aset dan kebanggaan masyarakat kampungnya. Namun, di sisi lain, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tulangbawang menyatakan bahwa perizinan swalayan LS cabang Rawajitu sudah lengkap.

Dalam polemik pro dan kontra keberadaan LS, muncul berbagai pandangan dari masyarakat. Ada yang mendukung keberadaan LS dengan alasan harga barang yang lebih terjangkau dan variasi barang yang lebih lengkap. Namun, ada juga yang menentang dengan alasan melindungi pedagang tradisional dan menjaga keberlangsungan pasar Minggu Gedung Karya Jitu sebagai bagian dari warisan budaya lokal.

Menghadapi situasi ini, diperlukan langkah-langkah konkret untuk menyelesaikan konflik antara LS dan P3MR. Salah satu solusi terbaik adalah dengan membuka ruang dialog yang melibatkan pemerintah kabupaten Tulang Bawang, kepala Dinas Perdagangan, dan para pemangku kepentingan lainnya. Dialog ini perlu mempertimbangkan kedua belah pihak dan mencari solusi yang adil dan berkelanjutan.

Pasar Minggu Gedung Karya Jitu memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi lokal dan warisan budaya yang harus dilestarikan. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, pedagang tradisional, dan pengusaha swalayan, diharapkan dapat ditemukan solusi yang menguntungkan bagi semua pihak dan menjaga keberlangsungan pasar ini untuk generasi mendatang.

Berita Terkait

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu
Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:22

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:41

P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terbaru