Menuju Silatnas Hidayatullah, Ustadz Hayat Rela Motoran Tempuh 4 Provinsi Borneo

- Publisher

Selasa, 28 November 2023 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kisah Ustadz Hayat dalam Menuju Silatnas Hidayatullah. Foto: Dok. Internal & Kakak Rubi (SUARA UTAMA)

Kisah Ustadz Hayat dalam Menuju Silatnas Hidayatullah. Foto: Dok. Internal & Kakak Rubi (SUARA UTAMA)

SUARA UTAMA, Balikpapan – Dalam rangka mengikuti helatan Silaturahim Nasional (Silatnas) Pesantren Hidayatullah di Gunung Tembak. Salah satu dai dari Pontianak Kalimantan Barat datang dengan mengendarai motor bersama keluarganya.

Dapatkan Kabar terbaru dan follow di Google News Berita SUARA UTAMA

Lapor Kak Rubi Founder of Kreasi Rubi sekaligus dai Hidayatullah Bojonegoro Jawa Timur dalam keterangannya, Selasa (28/11/2023).

Kisah Ustadz Hayat dalam Menuju Silatnas Hidayatullah. Foto: Dok. Internal & Kakak Rubi (SUARA UTAMA)
Kisah Ustadz Hayat dalam Menuju Silatnas Hidayatullah. Foto: Dok. Internal & Kakak Rubi (SUARA UTAMA)

Dia adalah Ustadz Hayat. Walaupun sama seperti puluhan ribu dai dan daiyah lainnya, namun ada hal yang membedakan darinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA : Santriwati Gunung Tembak Bercita-Cita Bangun Pesantren di Dubai

Hayat bersama istri dan ke dua anaknya datang bukan naik mobil, kapal laut apalagi pesawat. Untuk menempuh perjalanan darat yang membutuhkan waktu 4 hari dan melintas 4 Provinsi sekaligus yaitu dari Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Timur lokasi SILATNAS Pesantren Hidayatullah di Gunung Tembak Balikpapan.

BACA JUGA :  Penegakan UU Minerba di Jeneponto Dipertanyakan, Respons Polres Dinilai Lemah
Kisah Ustadz Hayat dalam Menuju Silatnas Hidayatullah. Foto: Dok. Internal & Kakak Rubi (SUARA UTAMA)
Kisah Ustadz Hayat dalam Menuju Silatnas Hidayatullah. Foto: Dok. Internal & Kakak Rubi (SUARA UTAMA)

Dia bersama keluarganya mengendara dengan sepeda motor. Berapa BBM yang dihabiskan untuk melintas jalan ribuan kilometer itu? Dan berapa SPBU yang sudah disinggahinya?. Dia tak sempat mencatatnya, hanya untuk pembelian BBM telah menghabiskan uang berkisar 500 ribu bahkan lebih, begitu penjelasannya. Sehingga untuk kembalinya ke Pontianak juga dibutuhkan uang dengan jumlah tersebut.

BACA : STIS Balikpapan Gelar Seminar Internasional Muslimah

Bukan saja terasa melelahkan perjalanan dari Pontianak Kalimantan Barat hingga Balikpapan Kalimantan Timur dengan mengendara motor atau mobil, dengan kapal laut bahkan pesawat sekalipun, perjalanan ini teramat jauh. Untuk jalur udara dari Pontianak ke Balikpapan harus transit dulu ke Jakarta atau Surabaya.

BACA : Kebahagiaan Pak Maksum Melihat Buah Hati Mondok, Rela Menempuh bersama Sepeda Butut

Masya Allah mau ke satu daratan Kalimantan saja, harus singgah dulu ke pulau Jawa,”

BACA JUGA :  Pemimpin Redaksi Andre Hariyanto Ajak Seluruh Keluarga Besar Hadiri Silatnas & Anniversary 2026

Alhamdulillah dalam perjalanannya itu, beliau sekeluarga bisa menginap di pesantren-pesantren Hidayatullah yang dilintasinya.Sehingga untuk penginapan tidak menjadikan masalah,” terang Kakak Rubi dalam bincang santai kepadanya sebagaimana diterima dapur redaksi Suara Utama ID.

Masya Allah, lanjut Kakak Rubi, bagaimana gambaran mereka saat mengendara motor ? Dengan 4 penumpang ditambah pakaian-pakaian atau perbekalan dalam perjalanan dan selama mengikuti Silatnas di Gunung Tembak. Silakan pembaca membayangkan sendiri.

BACA JUGA :  Diduga Abaikan SOP, Oknum Kepala SPPG Disorot: Relawan Mengeluh, Sistem Kerja Dinilai Semrawut.

Seperti para peserta Silaturahim Nasional Akbar Pesantren Hidayatullah (Silanas) yang lainnya, Ustadz Hayat ini begitu rindu akan kampus Gunung Tembak cikal bakal Hidayatullah seluruh Indonesia. Bukan hanya itu, kerinduan akan teman-teman seperjuangan seluruh tanah air mendorong untuk datang. Dan yang lebih dari itu, suntikan spirit dari para ustadz dan guru senior baik internal maupun eksternal lembaga sangat diharapkan dari para dai dan daiyah.

Menuju Silatnas Pesantren Hidayatullah, Ustadz Hayat Rela Motoran Tempuh 4 Provinsi Borneo

Berita Terkait

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Barsel Kumpulkan 26 Kantong Darah Lewat Donor Massal
Berkumpul tokoh sentral adat, PYM Datu Amir MA (Sultan Sambaliung), PYM Adji Raden M. Bahkrun (Sultan Gunung Tabur), serta H. Datu Dissan Hasanudin Maulana (Sultan Bulungan)
Lapas Kelas IIB Sarolangun Klarifikasi Dugaan Keterlibatan Petugas, Kalapas: Kami Masih Lakukan Pendalaman Secara Menyeluruh
Lapas Kelas IIB Bangko dan BPS Merangin Perkuat Sinergi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Perselisihan di Warung Mentawak Berujung Pemukulan, YL Lapor ke Polres Merangin  
Silatnas dan Milad 2026 Perkuat Ukhuwah, Komitmen, dan Kompetensi Anggota AR Learning Center serta Suara Utama
Raker Ma’had Ar-Rohmah Bogor Perkuat Mutu Pendidikan dan Prestasi Santri
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
Berita ini 115 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:17 WIB

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Barsel Kumpulkan 26 Kantong Darah Lewat Donor Massal

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:45 WIB

Berkumpul tokoh sentral adat, PYM Datu Amir MA (Sultan Sambaliung), PYM Adji Raden M. Bahkrun (Sultan Gunung Tabur), serta H. Datu Dissan Hasanudin Maulana (Sultan Bulungan)

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:45 WIB

Lapas Kelas IIB Sarolangun Klarifikasi Dugaan Keterlibatan Petugas, Kalapas: Kami Masih Lakukan Pendalaman Secara Menyeluruh

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:11 WIB

Lapas Kelas IIB Bangko dan BPS Merangin Perkuat Sinergi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 18:48 WIB

Perselisihan di Warung Mentawak Berujung Pemukulan, YL Lapor ke Polres Merangin  

Berita Terbaru

Berita Utama

Aliansi Lingkungan Soroti Rencana PT Conch di Barru

Selasa, 23 Jun 2026 - 21:43 WIB