Suara Utama-Kuningan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Kuningan (UNIKU) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan wawasan akademik dan profesional dengan sukses menggelar Webinar Internasional bertajuk “Addressing Global Challenges: Strategic Management, Accounting, and Digital Business.” Acara ini menghadirkan sederet akademisi dan pakar dari empat negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand, serta diikuti oleh 1.234 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, mahasiswa, hingga praktisi bisnis, Senin (17/03/2025)
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Kuningan, Prof. Dr. H. Dikdik Harjadi, SE., MSi, menekankan pentingnya peran akademisi dalam menghadapi tantangan global. “Dunia saat ini menghadapi perubahan yang cepat di berbagai sektor. Sinergi antara akademisi dan praktisi menjadi kunci untuk menciptakan strategi yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Senada dengan itu, Dekan FEB UNIKU, Dr. Hj. Lili Karmela Fitriani, SE., MSi, menyoroti urgensi kolaborasi internasional dalam menavigasi dinamika ekonomi, politik, sosial, dan teknologi. “Era globalisasi menuntut kita untuk berpikir secara lebih luas dan terbuka. Kolaborasi lintas negara menjadi solusi strategis dalam menghadapi tantangan ini,” ujarnya.
Webinar ini menghadirkan pembicara dari berbagai institusi ternama dengan topik-topik strategis yang relevan dengan kondisi global saat ini.
TS Dr. Hjh Jimisiah Bt Jaafar, PhD, dari Universiti Kuala Lumpur, Malaysia, mengupas tuntas isu-isu global yang meliputi aspek ekonomi, politik, sosial, dan teknologi. Ia menekankan bahwa perubahan di keempat aspek tersebut memiliki keterkaitan erat yang dapat berdampak signifikan terhadap kebijakan bisnis dan ekonomi di berbagai negara.
Sementara itu, Dr. H. Rasman Bin Saridin, MA, dosen dari IRDAK University, Singapura, membahas fenomena Revolusi Industri 4.0 dan dampaknya terhadap perkembangan bisnis serta manajemen. “Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga perubahan paradigma dalam cara kita bekerja dan berbisnis,” paparnya
Dari Thailand, Asst. Prof. Mada-o Puteh, SE., M.Si, dari Fatoni University, membawakan materi tentang Manajemen Baitul Mal, yang menjadi instrumen strategis dalam pengelolaan keuangan Islam. Menurutnya, konsep ini memiliki potensi besar dalam mendukung sistem ekonomi yang berkelanjutan dan berbasis kesejahteraan sosial.
Akademisi dari Universitas Kuningan turut berkontribusi dalam webinar ini dengan memberikan wawasan strategis di bidang akuntansi dan perpajakan. Enung Nurhayati, SE., MSi., Ak., CA, mengulas strategi global di bidang akuntansi, khususnya dalam menghadapi era digitalisasi keuangan dan standar akuntansi internasional. Sedangkan Dr. Dadang Suhardi, SE., MM, membahas strategi global dalam perpajakan, menyoroti tantangan kebijakan pajak di era perdagangan digital dan implikasinya terhadap ekonomi nasional.
Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB UNIKU, Daffa Dzikri Hibatullah, turut menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya webinar ini. “Ini bukan sekadar seminar, tetapi sebuah gerakan untuk meningkatkan kesadaran akan dinamika global. Webinar ini memberi kami wawasan baru serta strategi yang dapat kami terapkan di dunia akademik maupun profesional,” ujarnya dengan antusias.
Lebih dari sekadar diskusi akademik, webinar ini menjadi ajang pertukaran wawasan dan pengalaman lintas negara yang diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta memperkuat daya saing akademisi dan profesional di tingkat global. Dengan semakin banyaknya kolaborasi internasional seperti ini, FEB UNIKU terus membuktikan eksistensinya sebagai pusat pendidikan yang berorientasi global.
Kami mengapresiasi kesuksesan Webinar Internasional FEB Uniku yang memperkuat kolaborasi internasional dan memperkaya ilmu pengetahuan di Asia.”
Assist. Prof. Inda Gumilang, SE., MM
Chairman ASIA Lecturers & Teachers Community (ALTC)
“Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat akademik di Asia.”
Ihkwan Mudzaqy
Wakil Ketua Pelaksana
Penulis : Munir & Dadang