SAJAK SE’I TEMIANG

Puisi Hamka Kedang

- Publisher

Selasa, 20 September 2022 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA

Telah kau penggal masa mudaku

Hingga bebatuan bersimbah darah bak tsunami

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menenggelamkan jiwa dalam pelukan semesta

Lalu bisik-bisik tanah meratap dalam sendu penuh air mata

Aku bertanya pada kehidupan

Mengapa ia mati muda?

Ketika dunia dipeluk dan dirayu di balik bilik kamarnya

Andai saja tanah-tanah ini tak berisik

Maka ia ingin hidup seribu tahun lagi

 

Lewat qolam yang kusut ini

Aku bertutur dan menari dalam tangisan sunyi

Melihat tanah lapang yang terlalu mulia tuk dipijak

Orang-orang yang melalaikan dzikirnya

Kenanglah bahwa hidup dan mati adalah roh yang selalu bernyanyi

Hanya waktu saja yang akan meniupkan lilin kehidupan

Yang tak bisa direbut dan ditangguhkannya.

#Batam dalam Puisi

Berita Terkait

Makassar Bukan Untukmu
Sunyi yang Memilihku Pulang
Air Matamu adalah Lukaku
Perawan Tua Menunggu Hujan Reda
Komunitas Sastra Dewi Sartika dan PKM UPI Sukses Launching Antologi Puisi Dua Negara
Wall Street Terperosok, Tarif Baru Trump Picu Kepanikan Pasar Global
Membaca Diskresi dalam Kasus Pelantikan Empat Kepala Desa di Halsel
Papua Negeri Damai
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:50 WIB

Makassar Bukan Untukmu

Sabtu, 28 Maret 2026 - 21:21 WIB

Sunyi yang Memilihku Pulang

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:15 WIB

Air Matamu adalah Lukaku

Senin, 16 Maret 2026 - 00:48 WIB

Perawan Tua Menunggu Hujan Reda

Minggu, 21 Desember 2025 - 11:52 WIB

Komunitas Sastra Dewi Sartika dan PKM UPI Sukses Launching Antologi Puisi Dua Negara

Berita Terbaru