lk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777slot777slot gacorslot gacorslotzonawin777slot thailandslot gacorslot thailandslot thailandslot thailandsitus totositus totozonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4d

PMKRI Ende Geruduk Polres Nagekeo, Tuding Ada Jaringan Mafia yang Dilindungi Oknum Aparat

- Publisher

Selasa, 18 November 2025 - 19:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kader PMKRI Cabang Ende melakukan orasi dari atas mobil komando saat aksi demonstrasi di halaman Polres Nagekeo.

Nagekeo – Puluhan kader Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende Santo Yohanes Don Bosco menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolres Nagekeo, Selasa 18/19/2025. Aksi ini digelar sebagai bentuk kritik terhadap berbagai persoalan penegakan hukum yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat dan membuka ruang bagi praktik mafia yang disebut beroperasi secara terstruktur.

 

Dalam aksi tersebut, massa PMKRI membawa 18 tuntutan tegas yang mereka tujukan kepada Kapolri, Kapolda NTT, DPRD Nagekeo, Pemda Nagekeo, serta Dewan Pers.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

PERNYATAAN SIKAP PMKRI ENDE

Dalam penyampaian sikap resminya, PMKRI Ende menegaskan bahwa organisasi mahasiswa ini memiliki tanggung jawab moral untuk terlibat dalam perjuangan keadilan, khususnya bagi kelompok yang tertindas.

 

PMKRI menyampaikan bahwa mereka melihat adanya indikasi kuat struktur kekuasaan yang melibatkan oknum-oknum tertentu untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. Indikasi tersebut, kata PMKRI, tercermin dalam berbagai kasus hukum, dugaan mafia, serta intimidasi terhadap warga dan aktivis yang terjadi di Kabupaten Nagekeo.

 

Menurut PMKRI, praktik mafia tersebut telah “menggerus rasa keadilan publik dan menghambat upaya pemertahanan pembangunan yang berpihak pada rakyat kecil.” Karena itu, PMKRI Ende menyatakan sikap perlawanan terbuka terhadap segala bentuk tindakan terorganisir yang merugikan masyarakat.

 

PMKRI Ende juga menilai bahwa berlarut-larutnya penyelesaian kasus-kasus serius di Nagekeo, baik yang diduga melibatkan aparat kepolisian maupun pejabat publik, menunjukkan adanya kelemahan struktural dalam penegakan hukum. Mereka menduga kuat bahwa terdapat “jaringan pengaman” atau beking yang membuat proses hukum berjalan lambat, kurang transparan, hingga berpotensi mengarah pada impunitas.

BACA JUGA :  Dinkes Dogiyai Gelar Pelatihan Pengelola Imunisasi

 

Kondisi ini, menurut PMKRI, berbahaya bagi demokrasi dan melahirkan persepsi publik bahwa “kekuasaan dan uang dapat membeli keadilan.”

 

Sebagai organisasi gerakan, PMKRI Ende menyerukan bahwa masalah mafia di Nagekeo bukan sekadar persoalan individu, melainkan krisis integritas kolektif. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk kaum intelektual, tokoh agama, dan pers untuk bersatu melawan apa yang mereka sebut sebagai “tirani struktural.”

 

PMKRI juga mengajak masyarakat untuk tidak takut bersuara, memberikan informasi yang valid, dan bersama-sama mengawal penegakan hukum agar jaringan kejahatan terorganisir dapat diputus secara permanen. PMKRI menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan, mengawal setiap kasus demi terciptanya pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan pro-rakyat.

 

Setelah menyampaikan pernyataan sikap, PMKRI Cabang Ende kemudian menyampaikan 18 tuntutan tegas kepada pihak-pihak terkait.

 

18 Tuntutan PMKRI Ende dalam Aksi di Polres Nagekeo

1. Menuntut Kapolda NTT dan Kejaksaan Tinggi Negeri NTT untuk melakukan supervisi dan evaluasi ketat terhadap kinerja aparat kepolisian di Kabupaten Nagekeo, serta menindak tegas oknum yang terbukti menghambat atau terlibat dalam praktik mafia proyek di Waduk Lambo.

BACA JUGA :  Pamit di Podium Kemerdekaan ​Momen Perpisahan dan Tugas Terakhir

 

2. Mendesak Kapolri, Kapolda NTT untuk memberangus praktek-praktek kejahatan yang diduga dibeking oleh oknum Polisi Polres Nagekeo.

 

3. Mendesak Kapolri dan Kapolda NTT untuk menuntaskan secara hukum semua oknum Polisi yang melakukan keterlibatan yang diduga dilakukan oleh DAS menghamili anak dibawah umur, dan juga menghamili istri orang.

 

4. Mendesak Kapolri untuk memerintakan Kapolda NTT beserta jajarannya untuk menghormati dan membuat MoU antara Kapolri dan Dewan Pers demi tegaknya peran pers sebagai pilar ke-empat.

 

5. Mendesak Propam Mabes Polri memeriksa Kapolres Nagekeo beserta Jajarannya atas tuduhan penggelapan bantuan paket sembako dari Mabes Polri kepada para korban banjir bandang di Kecamatan Mauponggo.

 

6. Menuntut Kapolda NTT membentuk tim independen mengusut tuntas Kasus kematian empat orang PSK (Pekerja Seks Komersial) dan satu anggota polisi diduga meningal akibat keracunan minuman keras di Coklat caffe diduga milik ST yang saat ini menjabat sebagai Kabag Ops Polres Nagekeo.

 

7. Menuntut Kapolda NTT membubarkan geng Kaisar Hitam (KH) yang diduga kuat sebagai bekingan oknum-oknum Polisi di Nagekeo.

 

8. Menuntut Kapolda NTT memberhentikan tidak dengan hormat anggota polisi yang diduga kuat sebagai bekingan Kaisar Hitam.

BACA JUGA :  Menkum Supratman, AI dan Teknologi Digital Tak Boleh Gerus Nilai Ekonomi Karya Jurnalistik

 

9. Menuntut Kapolda NTT mengusut tuntas kasus Mafia BBM di Kabupaten Nagekeo diduga yang terlibat adalah ST dan Kapolres Nagekeo.

 

10. Menuntut Polda NTT mengusut tuntas Kasus Penyeludupan Hewan di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ende kecamatan Maukaro.

 

11. Menuntut Polda NTT mengusut tuntas kasus Calo Calon Siswa Polisi yang diduga Kuat memeras salah satu keluarga CASIS hingga rugi 250 juta oleh oknum polisi ST.

 

12. Mendesak Pemda Nagekeo, DPRD Nagekeo dan APH untuk mengusut tuntas kematian Vian Ruma.

 

13. Menuntut Polda NTT Mengusut tindakan Intimidasi yang dilakukan olel ST terhadap Aktivis PMKRI Cabang Kupang saudara Naris Tursa.

 

14. Mendesak DPRD Nagekeo untuk mengawal semua kasus yang ada di wilayah Kabupaten Nagekeo.

 

15. Mendesak DPRD Nagekeo secara professional mengawal kasus di wilayah Nagekeo.

 

16. Mendesak DPRD Kabupaten Nagekeo bekerja sama dengan Kesbangpol untuk membubarkan geng kaisar hitam.

 

17. Meminta Bupati Nagekeo untuk menyatakan sikap memihak kepada polisi atau kepada rakyat.

 

18. Menuntut Dewan Pers untuk mencabut hak keanggotaan wartawan di Nagekeo yang diduga melanggar kode etik wartawan.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Nagekeo belum memberikan tanggapan resmi atas tuntutan dan pernyataan sikap yang disampaikan PMKRI Ende.

Penulis : SEVERINUS JE

Sumber Berita: WAWANCARA

Berita Terkait

Menkum Supratman, AI dan Teknologi Digital Tak Boleh Gerus Nilai Ekonomi Karya Jurnalistik
Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo
Anggaran Rp1,55 Miliar untuk Jalan Mampun Baru–Simpang Meranti, Warga Sampaikan Apresiasi
Ketua SRP Dogiyai Tegaskan Swiping Harus Sesuai SOP dan Terpusat di Moanemani
Solidaritas Rakyat Papua: Selamatkan Hutan dan Rawa Dogiyai, Hentikan Kebakaran!
Bupati Dogiyai Kukuhkan Pokja Bunda PAUD 2026
Gereja Paroki Idakebo Diresmikan, Uskup Timika dan Bupati Dogiyai Teken Prasasti
Uskup Timika Resmikan Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo
Berita ini 167 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57 WIB

Menkum Supratman, AI dan Teknologi Digital Tak Boleh Gerus Nilai Ekonomi Karya Jurnalistik

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Anggaran Rp1,55 Miliar untuk Jalan Mampun Baru–Simpang Meranti, Warga Sampaikan Apresiasi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Ketua SRP Dogiyai Tegaskan Swiping Harus Sesuai SOP dan Terpusat di Moanemani

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Solidaritas Rakyat Papua: Selamatkan Hutan dan Rawa Dogiyai, Hentikan Kebakaran!

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/