Parkir Liar di Purbalingga Semakin Merajalela

Senin, 22 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Parkir Liar di Purbalingga -
suarautama.id 22/7

Parkir Liar di Purbalingga - suarautama.id 22/7

SUARA UTAMA, Purbalingga – Praktik parkir liar semakin meresahkan warga Purbalingga, dengan keluhan mengenai ketidakjelasan tarif dan minimnya penertiban dari pihak berwenang. Menurut laporan terbaru, parkir tanpa bukti karcis menjadi hal umum di hampir semua tempat keramaian di kota ini.

Pedagang kecil juga merasakan dampaknya yang signifikan. Banyak di antara mereka mengeluhkan penurunan omset akibat pembeli yang membatalkan transaksi setelah sulitnya menemukan tempat parkir yang resmi.

Baca juga : Juru Parkir Liar : Ikhlas atau Terpaksa ?

Razza, seorang warga setempat, mengeluhkan bahwa biaya parkir sering kali tidak proporsional dengan layanan yang diberikan. “Saya beli es teh seharga 2500, tapi kadang harus bayar parkir 2000,” ujarnya.

Menurut Slamet, pedagang cilok, parkir liar juga mengakibatkan banyak calon pembeli yang akhirnya memilih untuk tidak jadi membeli. “Ini sangat mengganggu usaha kami,” katanya.

BACA JUGA :  Ketua Paguyuban PKDI Tekankan Tegak Lurus, Pakopak Mendukung Visi dan Misi PKDI Kabupaten Probolinggo 

Hingga saat ini, tindakan dari dinas terkait masih minim. Belum ada upaya konkret dalam menanggulangi masalah ini, meninggalkan masyarakat dan para pelaku usaha kecil terombang-ambing dalam situasi yang semakin memburuk.

Para pedagang, seperti Kuseri yang menjual gorengan, bahkan terpaksa menurunkan harga barang mereka untuk menutupi biaya tambahan yang harus dibayar pembeli untuk parkir. “Ini jelas merugikan kami,” ucapnya dengan nada kecewa.

Keadaan ini menunjukkan perlunya intervensi serius dari pihak berwenang untuk mengatur ulang sistem parkir di Purbalingga, sehingga dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat dan membantu memulihkan kepercayaan konsumen terhadap usaha lokal.

Penulis : Dedi Widiyanto

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:04

Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terbaru