Burung Pipit dan Cicak: Hikmah Pengorbanan dan Pengkhianatan dalam Sejarah Nabi Ibrahim AS.

Jumat, 1 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Burung Pipit dalam Kisah Nabi Ibrahim
Ilustrasi Burung Pipit dalam Kisah Nabi Ibrahim (https://www.google.com/)

Suara Utama, Kisah Nabi Ibrahim AS adalah salah satu cerita penuh hikmah yang selalu diingat dalam sejarah Islam.

Salah satu momen penting dalam kehidupan Nabi Ibrahim AS terjadi ketika ia harus menghadapi ujian besar berupa hukuman bakar karena dakwahnya yang menentang penyembahan berhala.

Dalam kisah ini, dua makhluk kecil, yaitu seekor burung pipit dan cicak, memainkan peran simbolis yang mendalam dan memberikan pelajaran penting tentang keikhlasan, keberanian, dan pilihan antara kebaikan dan keburukan.

Kisah Nabi Ibrahim AS Dibakar

Nabi Ibrahim AS hidup pada masa di mana kaumnya menyembah berhala, dan ia berusaha keras untuk mengajak mereka kembali kepada Allah SWT.

Namun, upayanya dianggap sebagai ancaman, terutama oleh Raja Namrud yang memerintah kala itu.

Untuk menghentikan dakwahnya, Namrud memutuskan untuk menghukum Ibrahim dengan cara membakarnya hidup-hidup.

Sebuah api besar dinyalakan dan kayu bakar dikumpulkan dalam jumlah yang sangat banyak hingga api tersebut menjulang tinggi ke langit.

Peran Burung Pipit: Pengorbanan Kecil yang Bermakna Besar

Di tengah kobaran api besar itu, seekor burung pipit yang melihat peristiwa tersebut merasa iba dan ingin membantu Nabi Ibrahim.

Ia pun terbang bolak-balik ke sungai dan mengambil setetes air di paruhnya yang kecil, kemudian membawanya ke arah api untuk mencoba memadamkannya.

Meskipun perbuatannya tampak kecil dan tidak seberapa, burung pipit tetap berusaha melakukan apa yang bisa ia lakukan.

Ketika ditanya mengapa ia bersusah payah melakukan itu padahal air yang dibawanya tak akan mampu memadamkan api yang sangat besar, burung pipit menjawab dengan bijaksana, “Aku tahu air ini tidak akan memadamkan api, tetapi aku ingin menunjukkan kepada Allah bahwa aku berada di pihak kebenaran.”

Pengorbanan burung pipit ini menjadi simbol dari keikhlasan dan usaha meskipun tampak tak berarti. Dengan segala keterbatasannya, ia tetap berjuang untuk membantu Nabi Ibrahim AS. Sikap burung pipit ini mengajarkan kepada kita bahwa Allah tidak menilai hasil akhir dari usaha, melainkan niat dan tindakan baik yang kita lakukan dalam memperjuangkan kebenaran.

BACA JUGA :  Deddy Firmansyah Apresiasi Festival Kopi di Alun-Alun Lumajang: “Alun-Alun Menghidupi dan Dihidupi Masyarakat”

Peran Cicak: Simbol Pengkhianatan dan Keburukan

Berbeda dengan burung pipit, seekor cicak di kisah ini justru memilih tindakan sebaliknya. Cicak tersebut mendekat ke arah api dan meniupkan udara agar api semakin membesar dan semakin menyala-nyala, seolah-olah ingin mengobarkan nyala api yang ditujukan untuk Nabi Ibrahim AS. Tindakan cicak ini melambangkan sebuah pengkhianatan dan sikap yang berpihak pada keburukan.

Dalam tradisi Islam, tindakan cicak ini menjadi simbol dari orang-orang yang mendukung kezaliman atau menyebarkan keburukan. Meskipun perannya tampak kecil, tindakan cicak tersebut mencerminkan bagaimana seseorang bisa berada di pihak yang salah dan memilih untuk mendukung kejahatan, meskipun mereka tahu bahwa itu keliru.

Hikmah yang Dapat Diambil dari Kisah Ini

  1. Keberanian dalam Membela Kebenaran

Burung pipit menunjukkan bahwa keberanian tidak harus diukur dari besar-kecilnya tubuh atau kekuatan, melainkan dari niat tulus dan tindakan nyata. Dengan melakukan perbuatan kecil yang benar, burung pipit telah menunjukkan keberpihakannya pada kebenaran dan melawan ketidakadilan.

  1. Setiap Usaha Kebaikan Dinilai oleh Allah SWT

Tetesan air yang dibawa burung pipit memang tidak bisa memadamkan api, namun Allah SWT Maha Mengetahui niat baik yang ada di hati makhluk-Nya. Hal ini mengajarkan bahwa setiap usaha baik, sekecil apa pun, akan dihargai oleh Allah SWT, bahkan jika hasilnya tampak tidak berarti bagi manusia.

  1. Hindari Berpihak pada Keburukan

Sikap cicak yang meniup api agar semakin besar mencerminkan tindakan orang-orang yang memperburuk keadaan dan mendukung keburukan. Perbuatan ini adalah pelajaran untuk menjauh dari keburukan, karena bahkan tindakan kecil yang buruk pun dapat berkontribusi pada kejahatan yang lebih besar.

  1. Keikhlasan adalah Segalanya

Kisah burung pipit mengajarkan bahwa tindakan kita seharusnya didorong oleh keikhlasan, bukan hanya pada hasil yang terlihat. Allah SWT menilai ketulusan hati kita, tidak peduli betapa kecilnya usaha tersebut di mata manusia.

Penulis : Abdul Khalik

Editor : Wartawan Suara Utama

Sumber Berita : Berbagai Sumber

Berita Terkait

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:04

Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:13

Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terbaru