Aneh! Wakil Rakyat Digaji Rakyat, Tapi Patuhnya ke Partai

Jumat, 23 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Perwakilan Rakyat (SUARAUTAMA.ID)

Ilustrasi: Perwakilan Rakyat (SUARAUTAMA.ID)

SUARA UTAMA- Dalam sistem demokrasi, anggota DPR maupun DPRD seharusnya menjadi corong utama aspirasi rakyat. Mereka dipilih langsung oleh rakyat, digaji dari uang rakyat, dan diberi mandat untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Namun di lapangan, kenyataannya sering kali tidak demikian. Yang lebih diutamakan bukan kepentingan publik, melainkan kepentingan partai.

Peristiwa terakhir yang mencuat—saat Fraksi PDIP walk out dari rapat paripurna DPRD Jawa Barat karena merasa martabatnya dilecehkan oleh pernyataan Gubernur—menjadi salah satu contoh nyata. Apakah persoalan yang dipermasalahkan menyangkut nasib rakyat banyak, atau hanya soal gengsi politik dan ego kelembagaan?

Kita tidak sedang mengecilkan pentingnya martabat lembaga legislatif. Tapi publik berhak bertanya: di mana posisi rakyat dalam skala prioritas para wakilnya? Mereka menikmati gaji belasan juta rupiah per bulan, ditambah berbagai fasilitas dan tunjangan—semuanya berasal dari pajak rakyat. Tapi ketika rakyat menjerit karena kekurangan air bersih, jalan rusak, atau pendidikan yang tak terjangkau, suara mereka tak selalu sampai ke meja parlemen.

Salah satu akar masalahnya adalah sistem politik kita yang sangat partai-sentris. Untuk bisa maju sebagai calon legislatif, seseorang harus mendapat restu partai. Maka, loyalitas kepada partai sering kali mengalahkan keberpihakan kepada rakyat. Saat partai punya agenda tertentu, suara rakyat bisa diabaikan. Dan ketika rakyat membutuhkan pembelaan, tak satu pun anggota dewan berani bicara jika fraksi belum memberi sinyal.

BACA JUGA :  Kafilah Santri Jawa Timur Berangkat dengan Semangat Berprestasi Menuju FASI XII Nasional di Bekasi

Ironi ini tidak hanya terjadi di Jawa Barat. Di berbagai daerah lain—termasuk Lampung—masyarakat menyaksikan langsung bagaimana DPRD lebih sibuk dengan manuver politik ketimbang membahas solusi atas persoalan-persoalan dasar rakyat. Padahal, demokrasi sejati tidak berhenti di bilik suara lima tahun sekali. Demokrasi hidup dalam ruang-ruang pengawasan dan partisipasi yang berkelanjutan.

Sudah saatnya rakyat Lampung (dan Indonesia) bersuara lebih keras. Jangan biarkan kursi empuk kekuasaan membuat para wakil lupa siapa yang mereka wakili. Jika mereka hanya hadir saat kampanye lalu menghilang setelah terpilih, maka kita berhak bertanya: siapa sebenarnya majikan mereka?

Rakyat harus lebih aktif mengawasi, mengkritik, bahkan mengevaluasi kinerja wakil-wakilnya. Karena yang menggaji mereka bukan ketua partai, bukan elit politik, tapi kita—rakyat biasa yang setiap bulan membayar pajak tanpa jeda. Wakil rakyat boleh duduk di sana berkat partai, tapi mereka berdiri di sana karena mandat kita. Dan mandat itu tidak boleh dikhianati.

 

 

Penulis : Oleh: Aswadi Sy

Editor : Nafian Faiz

Berita Terkait

Integritas dan Akuntabilitas BK DPRD Kab. Probolinggo Sedang di Uji Publik, Perihal Pemeriksaan Prank Ulang Tahun 
Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
Opini ini tidak mewakili pandangan dan kebijakan Redaksi Suara Utama.id

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 10:14

Integritas dan Akuntabilitas BK DPRD Kab. Probolinggo Sedang di Uji Publik, Perihal Pemeriksaan Prank Ulang Tahun 

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:04

Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:13

Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Berita Terbaru