pkv gameslk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777Zonawin777Zonawin777situs totoslot gacor

Dampak Positif dan Negatif Festival Sound Horeg bagi Masyarakat

Fenomena Sound Horeg Hiburan Rakyat yang Perlu Diatur secara Bijak

- Publisher

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Perayaan Fenomena Sound Horeg di Malang Raya, Jawa Timur (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

FOTO: Perayaan Fenomena Sound Horeg di Malang Raya, Jawa Timur (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

*Oleh: Andre Hariyanto

SUARA UTAMA, Malang – Festival sound horeg menjadi salah satu fenomena hiburan masyarakat yang ramai diperbincangkan, khususnya di Provinsi Jawa Timur. Dengan menggunakan perangkat pengeras suara berdaya tinggi yang biasanya dipasang pada kendaraan, festival ini mampu menarik perhatian masyarakat dan menghadirkan suasana meriah dalam berbagai kegiatan, seperti karnaval, perayaan desa, dan hiburan rakyat.

FOTO: Media Online Nasional Suara Utama Buka Kesempatan Bergabung bagi Penulis, Jurnalis dan Wartawan (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)
FOTO: Media Online Nasional Suara Utama Buka Kesempatan Bergabung bagi Penulis, Jurnalis dan Wartawan (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

Di balik kemeriahannya, festival sound horeg menyimpan dua sisi yang perlu dipahami bersama. Di satu sisi, kegiatan ini dapat menjadi sarana hiburan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Namun, di sisi lain, penggunaan suara berlebihan berpotensi mengganggu kenyamanan, membahayakan kesehatan, dan memicu persoalan sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lantas, apa saja dampak positif dan negatif festival sound horeg bagi masyarakat?

Dampak Positif Festival Sound Horeg

1. Menjadi sarana hiburan masyarakat

Festival sound horeg dapat menjadi hiburan bagi masyarakat yang ingin menikmati musik, pertunjukan audio, dan kemeriahan acara bersama keluarga maupun lingkungan sekitar. Kegiatan ini juga dapat menjadi sarana melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

2. Menggerakkan perekonomian dan UMKM

Kegiatan festival berpotensi meningkatkan pendapatan pelaku usaha, seperti pedagang makanan dan minuman, penyedia jasa parkir, penyewaan perangkat audio, pengemudi kendaraan, serta pelaku usaha kecil lainnya.

3. Membuka peluang usaha dan lapangan kerja

Penyelenggaraan festival membutuhkan berbagai tenaga pendukung, mulai dari teknisi audio, operator, pengemudi, kru lapangan, hingga petugas keamanan. Hal ini dapat membuka peluang kerja dan usaha bagi masyarakat setempat.

4. Mendorong kreativitas di bidang audio dan hiburan

BACA JUGA :  Kebakaran Hutan Lagi, Pendakian Gunung Arjuno - Welirang Ditutup Sementara

Komunitas sound system dapat mengembangkan kemampuan teknis dalam pengaturan suara, desain perangkat, tata panggung, serta pengelolaan acara. Kreativitas tersebut berpotensi menjadi usaha profesional apabila dikelola dengan baik dan bertanggung jawab.

5. Mempererat interaksi sosial

Apabila diselenggarakan secara tertib, festival dapat menjadi ruang pertemuan warga, mempererat hubungan antarkomunitas, dan menumbuhkan kebersamaan dalam kegiatan masyarakat.

Dampak Negatif Festival Sound Horeg

1. Berisiko merusak pendengaran

Dampak yang perlu mendapat perhatian serius adalah paparan suara berintensitas tinggi. Suara yang terlalu keras, terutama jika berlangsung lama dan dalam jarak dekat, dapat menyebabkan telinga berdenging, gangguan pendengaran, bahkan kerusakan pendengaran permanen.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak berdiri terlalu dekat dengan pengeras suara dan menggunakan pelindung pendengaran jika diperlukan.

2. Mengganggu kenyamanan dan ketenangan warga

Suara yang menggelegar dapat mengganggu waktu istirahat, aktivitas belajar, pekerjaan, serta kegiatan ibadah. Dampaknya bisa lebih dirasakan oleh warga yang tinggal di sekitar lokasi atau jalur festival.

Tidak semua warga memiliki minat yang sama terhadap hiburan tersebut. Oleh sebab itu, penyelenggara perlu menghormati hak masyarakat untuk memperoleh lingkungan yang nyaman dan tenang.

3. Berpotensi mengganggu kesehatan

Paparan kebisingan yang berlebihan dapat memicu stres, sakit kepala, gangguan tidur, dan kesulitan berkonsentrasi. Dampak ini perlu diperhatikan, terutama bagi bayi, anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

4. Menimbulkan getaran dan risiko kerusakan bangunan

Penggunaan sistem audio berdaya tinggi dapat menghasilkan getaran yang dirasakan di sekitar lokasi. Dalam kondisi tertentu, getaran tersebut berpotensi mengganggu bangunan atau benda di sekitarnya.

BACA JUGA :  Kalapas Bangko Ajak WBP Jaga Kamtib dan Manfaatkan Masa Pembinaan

Penyelenggara perlu memperhatikan kondisi lingkungan, jarak pengeras suara dari permukiman, serta potensi kerugian yang dapat dialami warga.

5. Berpotensi menimbulkan kemacetan dan kecelakaan

Festival yang menggunakan kendaraan besar dan menarik banyak penonton dapat menyebabkan kepadatan lalu lintas. Jika pengaturan rute, parkir, dan keamanan tidak memadai, risiko kecelakaan maupun gangguan akses kendaraan darurat dapat meningkat.

Karena itu, pengaturan lalu lintas, pengamanan penonton, dan koordinasi dengan pihak berwenang harus menjadi bagian penting dari persiapan acara.

6. Memicu konflik sosial

Perbedaan pendapat mengenai penyelenggaraan sound horeg dapat memunculkan perselisihan antara penyelenggara, penggemar, dan warga yang merasa terganggu.

Konflik dapat diminimalkan melalui musyawarah, pemberitahuan kepada masyarakat, kesepakatan mengenai waktu dan lokasi, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Bagaimana Aturan Penggunaan Sound Horeg?

Di Jawa Timur, penggunaan pengeras suara berintensitas tinggi telah menjadi perhatian pemerintah dan aparat keamanan.

Surat Edaran Bersama Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jawa Timur, dan Pangdam V/Brawijaya tertanggal 6 Agustus 2025 mengatur penggunaan sound system atau pengeras suara di wilayah Jawa Timur, termasuk pembatasan kebisingan dan upaya menjaga ketertiban masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, penyelenggara perlu memastikan kegiatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk batas kebisingan, perizinan yang diperlukan, waktu penyelenggaraan, keselamatan penonton, serta pengaturan lalu lintas.

Masyarakat juga perlu memahami bahwa kebebasan berekspresi dan menyelenggarakan hiburan bukan berarti bebas mengabaikan hak orang lain.

Tips Menikmati Festival Sound Horeg dengan Aman

Agar festival tetap menjadi hiburan yang menyenangkan, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:

BACA JUGA :  Jangan Sekadar Menjadi Anggota, Mari Menjadi Pelaku Sejarah

1. Jaga jarak dari pengeras suara. Hindari berdiri tepat di depan atau terlalu dekat dengan speaker berdaya tinggi.

2. Batasi durasi paparan suara. Semakin keras suara, semakin singkat waktu paparan yang dapat ditoleransi telinga.

3. Gunakan pelindung telinga bila diperlukan. Terutama bagi penonton yang berada di area dengan suara keras.

4. Lindungi bayi dan anak-anak. Hindarkan mereka dari area dengan paparan suara tinggi.

5. Patuhi aturan dan arahan petugas. Jangan menghalangi jalan, mengganggu fasilitas umum, atau mengabaikan keselamatan.

6. Hormati warga sekitar. Perhatikan waktu, lokasi, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan.

7. Segera menjauh jika telinga berdenging atau terasa sakit. Apabila gangguan pendengaran menetap, segera periksakan diri ke tenaga medis.

Hiburan Harus Sejalan dengan Keselamatan

Festival sound horeg tidak dapat dinilai hanya dari sisi positif maupun negatifnya. Kegiatan ini berpotensi memberikan manfaat bagi hiburan, kreativitas, dan perekonomian masyarakat. Namun, manfaat tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab terhadap kesehatan, keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan.

Kunci utamanya bukan sekadar memperdebatkan boleh atau tidaknya festival sound horeg, melainkan memastikan bagaimana kegiatan tersebut diselenggarakan secara aman, tertib, dan sesuai aturan.

Hiburan yang baik adalah hiburan yang membawa kegembiraan tanpa mengorbankan kesehatan, keselamatan, dan hak orang lain.

Penyelenggara, komunitas, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat perlu bekerja sama agar kegiatan hiburan rakyat dapat berlangsung secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat yang lebih luas.

*Penulis adalah Pendiri dan Pemimpin Redaksi Media Siber Suara Utama

Penulis : Andre Hariyanto

Editor : Zahwa Qarira Nazhira

Sumber Berita: Redaksi Suara Utama

Berita Terkait

Razia Gabungan di Bangko, 20 Orang Diamankan, Satu Positif Narkoba
Kebakaran Hutan Lagi, Pendakian Gunung Arjuno – Welirang Ditutup Sementara
Polemik Gudang Beras Bulog Memanas, Aktivis Merangin Siapkan Demonstrasi
Bupati Saleh Asnawi Buka Festival Literasi Tanggamus 2026 di Pantai Muara Indah
Pemkab Dogiyai Serahkan 16 Calon Mahasiswa untuk Kuliah di UNPAR Bandung
Bupati Yudas Tebai Tegaskan Beasiswa Dogiyai Harus Berkelanjutan
Polemik Video Gudang Beras, KWIP Merangin Ingatkan Pimpinan Bulog agar Menghargai Kerja Jurnalistik
Kabut Asap Pekat Selimuti Padang Pariaman, Masyarakat Diimbau Waspadai Gangguan Pernapasan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:24 WIB

Dampak Positif dan Negatif Festival Sound Horeg bagi Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Razia Gabungan di Bangko, 20 Orang Diamankan, Satu Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Kebakaran Hutan Lagi, Pendakian Gunung Arjuno – Welirang Ditutup Sementara

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Bupati Saleh Asnawi Buka Festival Literasi Tanggamus 2026 di Pantai Muara Indah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Pemkab Dogiyai Serahkan 16 Calon Mahasiswa untuk Kuliah di UNPAR Bandung

Berita Terbaru

FOTO: Perayaan Fenomena Sound Horeg di Malang Raya, Jawa Timur (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

Berita Utama

Dampak Positif dan Negatif Festival Sound Horeg bagi Masyarakat

Minggu, 18 Okt 2026 - 22:24 WIB

Oplus_131072

Berita Utama

Razia Gabungan di Bangko, 20 Orang Diamankan, Satu Positif Narkoba

Minggu, 18 Okt 2026 - 18:41 WIB

FOTO: Penulis Andre Hariyanto, Ketua Pendidikan & Pengembangan Sumber Daya Wartawan Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia dan Founder Yayasan Suara Utama Indonesia (Dokumen Pribadi/SUARA UTAMA)

Artikel

Menjaga Kompetensi dan Etika Wartawan

Kamis, 15 Okt 2026 - 11:48 WIB

https://mancingjitu.com/