SUARA UTAMA, DENPASAR – Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Denpasar dan wilayah Bali selatan pada 12 Oktober 2026 hingga malam hari. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena dapat mengganggu mobilitas warga serta aktivitas ekonomi yang bergantung pada ketersediaan bahan bakar.

Berdasarkan keterangan pengelola SPBU, keterlambatan pasokan antara lain dipengaruhi oleh belum sandarnya kapal pengangkut BBM di Depo Pertamina Sanggaran. Selain itu, pasokan untuk wilayah Kuta Selatan yang bersumber dari Depo Sanggaran dan Manggis disebut mengalami pengurangan alokasi sekitar 30 – 40 persen untuk setiap SPBU.
“Kondisi distribusi juga dapat dipengaruhi keterlambatan kendaraan tangki akibat kepadatan lalu lintas maupun perbaikan infrastruktur pada jalur distribusi,” jelas pengelola SPBU kepada Suara Utama, Selasa (12/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Situasi tersebut menunjukkan bahwa kelancaran distribusi BBM tidak hanya bergantung pada ketersediaan stok, tetapi juga pada ketepatan kedatangan kapal, pengaturan alokasi, serta kelancaran transportasi dari depo menuju SPBU.
Antrean panjang berpotensi menambah waktu tunggu masyarakat, menghambat aktivitas pekerja dan pelaku usaha, serta meningkatkan kepadatan lalu lintas di sekitar SPBU. Dampaknya menjadi perhatian tersendiri di Bali, yang memiliki mobilitas penduduk dan aktivitas pariwisata cukup tinggi.
Pertamina Diharapkan Memberikan Kepastian Pasokan
Masyarakat membutuhkan penjelasan yang transparan mengenai kondisi pasokan BBM, penyebab pengurangan alokasi, serta perkiraan waktu pemulihan distribusi. Pertamina diharapkan memastikan koordinasi antara depo, kapal pengangkut, kendaraan tangki, dan pengelola SPBU berjalan efektif.
Evaluasi distribusi juga diperlukan untuk mengantisipasi gangguan serupa, terutama ketika terjadi keterlambatan kedatangan kapal atau hambatan transportasi darat. Informasi mengenai ketersediaan BBM dan kondisi penyaluran perlu disampaikan secara berkala agar masyarakat dapat merencanakan kebutuhan bahan bakarnya.
Di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat dan wisatawan, kepastian pasokan BBM menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran transportasi dan aktivitas perekonomian Pulai Bali.
Pihak terkait diharapkan segera memberikan penjelasan resmi dan mengambil langkah konkret agar antrean kendaraan tidak berkepanjangan serta pelayanan BBM kepada masyarakat kembali berjalan normal.
Penulis : Sang Gede Purnama
Editor : Andre Hariyanto
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama











