Bahasa Banua Terancam Punah, Sekda Berau: Jangan Biarkan Identitas Daerah Hilang

Muhammad Said, menegaskan bahwa pelestarian Bahasa Banua tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah

- Publisher

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA BERAU – Bahasa Banua yang menjadi salah satu identitas masyarakat Kabupaten Berau kini menghadapi ancaman serius. Semakin minimnya penggunaan bahasa daerah di lingkungan keluarga maupun masyarakat membuat generasi muda mulai kehilangan kemampuan berbahasa Banua.

Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, menegaskan bahwa pelestarian Bahasa Banua tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah hingga komunitas adat, memiliki tanggung jawab menjaga warisan budaya tersebut agar tidak punah.

BACA JUGA :  Bupati Yudas Tebai Turun Langsung ke RSUD Dogiyai, Dengarkan Keluhan Nakes

“Jika generasi muda tidak lagi mengenal dan menggunakan Bahasa Banua, maka kita perlahan akan kehilangan identitas daerah,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Berau telah meluncurkan Bahasa Banua sebagai mata pelajaran muatan lokal di jenjang SMP mulai tahun ajaran 2026/2027. Kebijakan tersebut diharapkan menjadi upaya strategis untuk memperkenalkan kembali bahasa daerah kepada para pelajar sejak dini.

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni Mendapat Perhatian Ketua Team Astacita -Astacita Presiden Republik Indonesia 

Meski demikian, pelestarian Bahasa Banua dinilai tidak akan berhasil apabila hanya berlangsung di ruang kelas. Penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari dinilai menjadi kunci agar Bahasa Banua tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

BACA JUGA :  Siswa SDN 66 Jelatang I Diduga Dikeroyok Enam Teman di Dalam Kelas, Orang Tua Tempuh Jalur Hukum

Pemerintah berharap masyarakat tidak merasa malu menggunakan Bahasa Banua dalam komunikasi sehari-hari. Sebab, menjaga bahasa daerah bukan sekadar mempertahankan alat komunikasi, melainkan juga menjaga sejarah, budaya, dan jati diri Kabupaten Berau agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Penulis : Rudi Salam

Editor : Rudi'Salam

Sumber Berita: Wartawan Suara utama

Berita Terkait

Umat Stase Goodide Kembangkan Literasi Iman melalui Buku 50 Tahun Pelayanan Katekis Germanus Goo
Bupati Yudas Tebai Serahkan Bantuan Rp300 Juta Untuk Peresmian Gereja
Bansos Tak Kunjung Diterima, Imil Warga Dusun Bangko Minta Bupati Turun Tangan
Irjen Pol Dekananto Eko Purwono Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Jawa Timur
Polres Merangin Amankan 10 Orang di ROM Karaoke Sungai Ulak, 8 Positif Tes Urine Narkoba
Warga Binaan Lapas Sarolangun Saksikan Film Mantagi: Air dan Manusia, Hadirkan Pesan Budaya dan Moral
Paroki Idakebo Sambut Bulan Maria dengan Perarakan Patung Bunda Maria, Doa Rosario, dan Perayaan Ekaristi
Itjen Kementrian ATR/BPN Jakarta Pusat Investigasi ATR/BPN Kabupaten Probolinggo, APH di Minta Segera Ambil Bagian 
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 05:26 WIB

Umat Stase Goodide Kembangkan Literasi Iman melalui Buku 50 Tahun Pelayanan Katekis Germanus Goo

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Bupati Yudas Tebai Serahkan Bantuan Rp300 Juta Untuk Peresmian Gereja

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Bansos Tak Kunjung Diterima, Imil Warga Dusun Bangko Minta Bupati Turun Tangan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Irjen Pol Dekananto Eko Purwono Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Jawa Timur

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Polres Merangin Amankan 10 Orang di ROM Karaoke Sungai Ulak, 8 Positif Tes Urine Narkoba

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/