Harga Emas Antam Naik, Sentuh Rp2,3 Juta per Gram: Investor Kembali ke Safe Haven

Rabu, 8 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP menilai emas tetap menjadi komoditas safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP menilai emas tetap menjadi komoditas safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.

SUARA UTAMA – Jakarta, 8 Oktober 2025 — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melesat pada perdagangan Rabu (8/10/2025). Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas naik sebesar Rp7.000 menjadi Rp2.296.000 per gram, mencatatkan rekor tertinggi baru dalam beberapa bulan terakhir.

Kenaikan ini memperkuat tren positif harga emas yang terjadi sejak awal kuartal IV-2025, di tengah meningkatnya ketidakpastian global, pelemahan mata uang utama dunia, dan ekspektasi perubahan kebijakan moneter oleh sejumlah bank sentral besar.

Investor Kembali ke Aset Aman

Kondisi pasar yang masih bergejolak membuat investor global kembali beralih ke instrumen safe haven seperti emas. Kekhawatiran terhadap potensi resesi di Amerika Serikat dan perlambatan ekonomi di Tiongkok juga menjadi katalis utama penguatan harga logam mulia.

Analis fiskal dan moneter sekaligus Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter KADIN Jawa Timur, Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP, menjelaskan bahwa pergerakan harga emas kali ini merupakan refleksi dari kepercayaan investor terhadap daya tahan emas dalam menjaga nilai kekayaan.

“Emas masih menjadi komoditas yang paling banyak dipercaya sebagai safe haven. Ketika pasar keuangan bergejolak dan nilai tukar melemah, emas selalu menjadi pilihan utama investor karena nilainya relatif aman dan cenderung naik dalam kondisi ketidakpastian,” ujar Yulianto di Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Faktor Global: Dolar AS Melemah, Permintaan Asia Menguat

Menurut Yulianto, penguatan harga emas global juga tidak lepas dari pelemahan dolar AS yang terjadi akibat ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Federal Reserve. Saat dolar melemah, harga emas menjadi lebih menarik bagi investor non-AS karena biayanya relatif lebih murah.

BACA JUGA :  Pemerintah Sesuaikan PTKP 2025 untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Selain itu, permintaan emas fisik di kawasan Asia juga meningkat tajam menjelang musim perayaan akhir tahun, terutama dari India dan Tiongkok. “Pasar Asia memiliki peran besar dalam menentukan arah harga emas dunia. Ketika permintaan meningkat, tekanan suplai ikut memengaruhi harga global,” jelas Yulianto.

Tren Nasional: Buyback Ikut Menguat

Di tingkat domestik, harga buyback emas Antam atau harga jual kembali juga naik menjadi Rp2.184.000 per gram, menandakan kestabilan tren positif di sektor logam mulia nasional.

Para pelaku pasar dalam negeri menilai, kenaikan harga buyback mendorong minat masyarakat untuk menjual emas mereka guna merealisasikan keuntungan jangka pendek. Namun, sebagian investor justru memilih menambah kepemilikan emas sebagai strategi diversifikasi portofolio menghadapi fluktuasi ekonomi.

Proyeksi: Potensi Menembus Rp2,3 Juta per Gram

Sejumlah analis memprediksi harga emas Antam berpotensi menembus Rp2,3 juta per gram dalam waktu dekat, terutama jika kondisi geopolitik global tidak mereda. Konflik yang masih berlangsung di beberapa kawasan strategis serta tekanan inflasi yang belum terkendali menjadi faktor utama yang menopang kenaikan harga.

“Selama ekonomi global belum stabil, emas akan tetap jadi aset lindung nilai utama bagi investor. Kenaikan harga saat ini bukan sekadar momentum musiman, tetapi refleksi dari pergeseran orientasi investasi global ke arah aset yang lebih defensif,” tutup Yulianto.

Kesimpulan

Kenaikan harga emas Antam hari ini memperkuat posisi logam mulia sebagai komoditas strategis di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. Dengan daya tahan tinggi terhadap inflasi dan gejolak pasar, emas masih memegang peran penting sebagai instrumen perlindungan nilai yang relevan bagi investor ritel maupun institusi.

 

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Integritas dan Akuntabilitas BK DPRD Kab. Probolinggo Sedang di Uji Publik, Perihal Pemeriksaan Prank Ulang Tahun 
Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 10:14

Integritas dan Akuntabilitas BK DPRD Kab. Probolinggo Sedang di Uji Publik, Perihal Pemeriksaan Prank Ulang Tahun 

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:04

Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:13

Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Berita Terbaru