Strategi Aman Berinvestasi di Tengah Inflasi dan Fluktuasi Rupiah

Selasa, 16 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat perlu realistis. Jangan tergoda imbal hasil tinggi tanpa mengukur risikonya,” ujar Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP, Konsultan Pajak Senior sekaligus Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter KADIN Jawa Timur.

Masyarakat perlu realistis. Jangan tergoda imbal hasil tinggi tanpa mengukur risikonya,” ujar Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP, Konsultan Pajak Senior sekaligus Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter KADIN Jawa Timur.

SUARA UTAMA – Jakarta, 16 September 2025 – Di tengah ketidakpastian global dan dinamika ekonomi nasional, para pakar menilai masyarakat perlu lebih selektif dalam memilih instrumen investasi. Kondisi inflasi, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta arah kebijakan pemerintah menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan investasi yang tepat.

Menurut sejumlah analis pasar keuangan, instrumen yang relatif aman dan sesuai dengan situasi saat ini antara lain emas, reksa dana pasar uang, obligasi pemerintah, serta saham di sektor-sektor strategis.

Emas dinilai masih menjadi aset lindung nilai (hedging) terhadap inflasi dan ketidakpastian global. Sementara itu, reksa dana pasar uang dipandang cocok bagi investor konservatif karena risikonya rendah dan likuiditas tinggi.

Obligasi pemerintah, khususnya Surat Berharga Negara (SBN), juga dianggap stabil. Di sisi lain, bagi investor dengan toleransi risiko lebih tinggi, saham di sektor infrastruktur, hilirisasi, dan sumber daya alam berpotensi memberikan imbal hasil lebih besar seiring dengan fokus pemerintah pada proyek strategis.

Tidak hanya itu, properti dan mata uang asing juga disebut sebagai alternatif diversifikasi, meskipun keduanya memiliki tantangan tersendiri seperti kebutuhan modal besar dan risiko kurs.

Selain instrumen domestik, pasar modal asing mulai dilirik sebagian investor Indonesia. Akses ke bursa global seperti New York Stock Exchange (NYSE), Nasdaq, hingga Tokyo Stock Exchange dinilai memberi peluang diversifikasi dan potensi keuntungan dari sektor-sektor yang belum banyak tersedia di pasar dalam negeri, seperti teknologi, energi terbarukan, dan kesehatan. Instrumen yang dapat dipilih antara lain saham asing, Exchange Traded Fund (ETF) global, hingga reksa dana internasional yang dikelola manajer investasi lokal.

BACA JUGA :  Staf Kejaksaan Negeri Ketapang, Wisnu Prasetiyo Sukses Ikuti Certified Fundamental Law Science

Meski demikian, risiko tetap ada. Fluktuasi nilai tukar rupiah, biaya transaksi, serta kebijakan moneter negara maju khususnya Amerika Serikat disebut berpotensi memengaruhi hasil investasi. Karena itu, analis mengingatkan agar investor memperhitungkan faktor kurs sebelum menempatkan dana di instrumen asing.

Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP, Konsultan Pajak Senior sekaligus Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur, menilai strategi investasi saat ini harus mempertimbangkan faktor fiskal, stabilitas kebijakan, dan risiko global.

“Masyarakat perlu realistis. Jangan tergoda imbal hasil tinggi tanpa mengukur risikonya. Instrumen seperti SBN dan reksa dana pasar uang relatif aman karena didukung regulasi dan transparansi. Namun, bagi investor jangka panjang yang siap menanggung volatilitas, saham di sektor hilirisasi dan infrastruktur bisa menjadi peluang besar. Sementara untuk pasar modal asing, investor pemula lebih bijak masuk lewat reksa dana global atau ETF ketimbang langsung membeli saham luar negeri,” ujar Yulianto kepada SUARA UTAMA, Senin (16/9).

Sebagai pembanding, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa minat investor ritel terhadap SBN ritel masih tinggi pada 2025, sementara reksa dana global berbasis ETF juga mencatat peningkatan permintaan. Hal ini mengindikasikan adanya tren diversifikasi portofolio masyarakat ke instrumen yang lebih stabil maupun ke pasar internasional.

Yulianto menambahkan, diversifikasi tetap menjadi kunci. “Pemerintah masih mengandalkan pajak sebagai sumber utama penerimaan. Maka, kebijakan fiskal ke depan bisa berdampak langsung pada iklim investasi. Investor sebaiknya jangan hanya menaruh dana di satu instrumen, tapi membaginya sesuai jangka waktu dan profil risiko,” tegasnya.

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:04

Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terbaru