Belasan Set Dompeng Rakit di ‘Dam Sesah’, Salah Satunya Milik Bujang, Akibatkan Kerusakan Alam Luar Biasa

- Publisher

Rabu, 6 Agustus 2025 - 21:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

Oplus_0

Oplus_0

SUARA UTAMA, Merangin —Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali marak terjadi di wilayah Kabupaten Merangin, Jambi. Kali ini, belasan rakit dompeng ilegal terlihat beroperasi di kawasan Dam Sesah, sebuah bendungan yang terletak di perbatasan Kampung 5, Desa Suko Rejo, Kecamatan Margo Tabir.

Dam Sesah, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Bangko dan dapat ditempuh dalam waktu 45 menit berkendara, sejatinya dibangun untuk kepentingan irigasi sawah dan kebun masyarakat sekitar. Dengan luas mencapai puluhan hektar, bendungan ini dulunya menjadi ikon wisata alam lokal, terkenal dengan pemandangan unik satwa jalak bertengger di atas kerbau yang sedang mandi, serta panorama keramba ikan yang menambah pesona kawasan tersebut.

BACA JUGA :  Dedy Andesman Disorot Terkait Aktivitas PETI dan Penampungan Emas di Sungai Manau, Aparat Tidak Tahu atau Tak Mau Tahu?

Namun kini, keindahan Dam Sesah seolah tinggal kenangan. Alih fungsi kawasan ini menjadi lokasi PETI secara masif telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang mengkhawatirkan. Pantauan media ini pada Rabu (6/8) menemukan bahwa belasan set dompeng rakit beroperasi aktif di lokasi tersebut. Ironisnya, kegiatan ilegal ini terkesan dibiarkan dan luput dari pantauan serta penindakan aparat penegak hukum.

Salah seorang warga setempat mengungkapkan bahwa dari belasan dompeng yang beroperasi, dua di antaranya diketahui milik seorang pria bernama Bujang.

“Ya kalau dihitung ada belasan, Bang. Banyak sekali di Dam Sesah itu. Yang kelihatan, dua set itu punya Bujang,” ungkap warga yang meminta namanya dirahasiakan.

Warga sekitar menyampaikan keresahan dan kekecewaan atas lambannya tindakan dari aparat keamanan, terutama dari jajaran Polsek Tabir, Polres Merangin, hingga Polda Jambi. Mereka mendesak agar segera dilakukan penertiban dan penegakan hukum terhadap aktivitas PETI yang tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mencemari air dan mengancam mata pencaharian petani.

BACA JUGA :  Irjen Pol Dekananto Eko Purwono Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Jawa Timur

“Kami harap aparat jangan tutup mata. Kalau ini terus dibiarkan, alam kami akan hancur total. Air jadi keruh, ikan mati, sawah kering. Kami benar-benar resah,” tambah warga lainnya.

Kondisi ini menjadi ironi di tengah gencarnya seruan pelestarian lingkungan dan pemberantasan tambang ilegal. Harapan masyarakat kini tertuju pada tindakan nyata dari pihak berwenang untuk menyelamatkan Dam Sesah dari kehancuran total.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?
Truk Molen Maut di Bekasi: 6 Tewas, Sopir Jadi Tersangka
Redaksi SUARA UTAMA Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis melalui Uji Kompetensi Wartawan
1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan
Kelompok Tumenggung Jon Serahkan 20 Pucuk Senjata Api Rakitan kepada Polres Merangin
Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot
Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak
Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama
Berita ini 198 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:38 WIB

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?

Senin, 2 November 2026 - 18:31 WIB

Truk Molen Maut di Bekasi: 6 Tewas, Sopir Jadi Tersangka

Senin, 2 November 2026 - 14:37 WIB

Redaksi SUARA UTAMA Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis melalui Uji Kompetensi Wartawan

Minggu, 1 November 2026 - 14:49 WIB

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot

Berita Terbaru

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa? (sumber resmi Humas MA, dari portal berita resmi Mahkamah Agung MARINews)

Berita Utama

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?

Senin, 2 Nov 2026 - 18:38 WIB

Polres Metro Bekasi Identifikasi Kecelakaan Truk Molen || Sumber gambar : https://tribratanews.metro.polri.go.id/

Berita Utama

Truk Molen Maut di Bekasi: 6 Tewas, Sopir Jadi Tersangka

Senin, 2 Nov 2026 - 18:31 WIB

Penggrebekan Kampung Bahari oleh Polres Jakarta Utara || Sumber : tribratanews.metro.polri.go.id

Berita Utama

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:49 WIB

Chat via WhatsApp