lk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777slot777slot gacorslot gacorslotzonawin777slot thailandslot gacorslot thailandslot thailandslot thailandsitus totositus totozonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4d

Aneh! Wakil Rakyat Digaji Rakyat, Tapi Patuhnya ke Partai

- Publisher

Jumat, 23 Mei 2025 - 05:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Perwakilan Rakyat (SUARAUTAMA.ID)

Ilustrasi: Perwakilan Rakyat (SUARAUTAMA.ID)

SUARA UTAMA- Dalam sistem demokrasi, anggota DPR maupun DPRD seharusnya menjadi corong utama aspirasi rakyat. Mereka dipilih langsung oleh rakyat, digaji dari uang rakyat, dan diberi mandat untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Namun di lapangan, kenyataannya sering kali tidak demikian. Yang lebih diutamakan bukan kepentingan publik, melainkan kepentingan partai.

Peristiwa terakhir yang mencuat—saat Fraksi PDIP walk out dari rapat paripurna DPRD Jawa Barat karena merasa martabatnya dilecehkan oleh pernyataan Gubernur—menjadi salah satu contoh nyata. Apakah persoalan yang dipermasalahkan menyangkut nasib rakyat banyak, atau hanya soal gengsi politik dan ego kelembagaan?

BACA JUGA :  Kemenimipas Borong Penghargaan AHI 2026, Perkuat Transparansi dan Kepercayaan Publik

Kita tidak sedang mengecilkan pentingnya martabat lembaga legislatif. Tapi publik berhak bertanya: di mana posisi rakyat dalam skala prioritas para wakilnya? Mereka menikmati gaji belasan juta rupiah per bulan, ditambah berbagai fasilitas dan tunjangan—semuanya berasal dari pajak rakyat. Tapi ketika rakyat menjerit karena kekurangan air bersih, jalan rusak, atau pendidikan yang tak terjangkau, suara mereka tak selalu sampai ke meja parlemen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu akar masalahnya adalah sistem politik kita yang sangat partai-sentris. Untuk bisa maju sebagai calon legislatif, seseorang harus mendapat restu partai. Maka, loyalitas kepada partai sering kali mengalahkan keberpihakan kepada rakyat. Saat partai punya agenda tertentu, suara rakyat bisa diabaikan. Dan ketika rakyat membutuhkan pembelaan, tak satu pun anggota dewan berani bicara jika fraksi belum memberi sinyal.

BACA JUGA :  Dedikasi Membuahkan Hasil: Delegasi SMA Ar Rohmah Guncang Panggung Asean Olympiad 2026 dengan Sederet Kemenangan

Ironi ini tidak hanya terjadi di Jawa Barat. Di berbagai daerah lain—termasuk Lampung—masyarakat menyaksikan langsung bagaimana DPRD lebih sibuk dengan manuver politik ketimbang membahas solusi atas persoalan-persoalan dasar rakyat. Padahal, demokrasi sejati tidak berhenti di bilik suara lima tahun sekali. Demokrasi hidup dalam ruang-ruang pengawasan dan partisipasi yang berkelanjutan.

Sudah saatnya rakyat Lampung (dan Indonesia) bersuara lebih keras. Jangan biarkan kursi empuk kekuasaan membuat para wakil lupa siapa yang mereka wakili. Jika mereka hanya hadir saat kampanye lalu menghilang setelah terpilih, maka kita berhak bertanya: siapa sebenarnya majikan mereka?

BACA JUGA :  Dana Pensiun Indonesia: Dari Paham Menjadi Punya

Rakyat harus lebih aktif mengawasi, mengkritik, bahkan mengevaluasi kinerja wakil-wakilnya. Karena yang menggaji mereka bukan ketua partai, bukan elit politik, tapi kita—rakyat biasa yang setiap bulan membayar pajak tanpa jeda. Wakil rakyat boleh duduk di sana berkat partai, tapi mereka berdiri di sana karena mandat kita. Dan mandat itu tidak boleh dikhianati.

 

 

Penulis : Oleh: Aswadi Sy

Editor : Nafian Faiz

Berita Terkait

Antrean BBM Mengular di Denpasar dan Badung, Pengelola SPBU Ungkap Kendala Pasokan
Aktivis Siapkan Pengaduan Dugaan Pembiaran dan Kelalaian Oknum Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Probolinggo
SMPN 14 Denpasar bersama Unud Kembangkan Kantin Hijau untuk Tekan Sampah Makanan dan Risiko Obesitas
Patut Diapresiasi, PARAKSA Selain Berdampak Positif Bagi UMKM dan PKL, Juga Berkontribusi ke PAD Kabupaten Probolinggo 
Camat Tiris Panggil Oknum Bendahara Desa Racek, Warga Buka Suara Awal Terbongkar Nya Dugaan Poligami Ilegal 
Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo
Ketua SRP Dogiyai Tegaskan Swiping Harus Sesuai SOP dan Terpusat di Moanemani
Solidaritas Rakyat Papua: Selamatkan Hutan dan Rawa Dogiyai, Hentikan Kebakaran!
Berita ini 62 kali dibaca
Opini ini tidak mewakili pandangan dan kebijakan Redaksi Suara Utama.id

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Antrean BBM Mengular di Denpasar dan Badung, Pengelola SPBU Ungkap Kendala Pasokan

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Aktivis Siapkan Pengaduan Dugaan Pembiaran dan Kelalaian Oknum Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Probolinggo

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:27 WIB

SMPN 14 Denpasar bersama Unud Kembangkan Kantin Hijau untuk Tekan Sampah Makanan dan Risiko Obesitas

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Patut Diapresiasi, PARAKSA Selain Berdampak Positif Bagi UMKM dan PKL, Juga Berkontribusi ke PAD Kabupaten Probolinggo 

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Camat Tiris Panggil Oknum Bendahara Desa Racek, Warga Buka Suara Awal Terbongkar Nya Dugaan Poligami Ilegal 

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/