Idul Adha 9 Juli, Ketum PP Muhammadiyah Sarankan Kalendar Global untuk Alat Pemersatu

- Publisher

Kamis, 30 Juni 2022 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, YOGYAKARTA – Momentum perayaan Idul Adha 2022 diperkirakan berbeda, Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyarankan adanya kalender Hijriyah global yang bisa menjadi alat pemersatu. Muhammadiyah juga meminta kepada masyarakat menyikapi potensi perbedaan Idul Adha 1443H secara tidak terlalu heboh.

BACA JUGA : Fantastis!! Kesan DR. Affandi,SH.MH Ikuti Pelatihan Pajak bersama Duo Trainer AR Learning Center, Coach Dadang dan Coach Yuniati

“Jikalau misalkan besok ada perbedaan, sikapi saja sebagai hal yang biasa, jangan heboh. Dan yang paling penting semua menghayati ibadah kurban dan lebih-lebih di era pandemi covid 19 ini,” ucap Haedar dikutip dalam laman resmi Muhammadiyah, Jumat (24/06/2022).

BACA JUGA : Penulis Muda tuturma.ma Sowan Owner Suara Utama dan AR Learning Center

Haedar mengatakan, rilis ulang Suara Utama, Kamis (30/06/2022), potensi perbedaan penetapan hari-hari besar Islam akan selalu terus menerus ada selama belum ada kalender hijriyah yang bersifat global.

Foto: Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah jatuh pada 9 Juli 2022. Mas Andre Hariyanto/Suara Utama ID
Foto: Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah jatuh pada 9 Juli 2022. Mas Andre Hariyanto/Suara Utama ID

“Kita selama belum punya kalender hijriyah internasional yang bersifat global secara terbuka dan umum, itu memang di banyak kawasan akan sering berbeda,” kata dia.

Foto: Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah jatuh pada 9 Juli 2022. Mas Andre Hariyanto/Suara Utama ID
Foto: Ilustrasi – Sapi dan Kambing Idul Adha/Mas Andre Hariyanto/Suara Utama ID

Meskipun begitu, kata ulama dan ustadz tersohor di kalangan Muhammdiyah ini, Haedar tak menginginkan perbedaan hari raya Idul Adha menjadi pemicu ketidakharmonisan masyarakat. Dia menyampaikan bahwa concern Muhammadiyah saat ini adalah persatuan bangsa, terutama dalam keragaman suku, agama, ras, dan golongan.

BACA JUGA :  Bapelkum Bitung dan BNNK Perkuat Sinergi, Bahas Persiapan Penandatanganan PKS
Foto: Pelatihan Keuangan by Lembaga AR Learning Center (081232729720) Suara Utama ID
Foto: Pelatihan Keuangan by Lembaga AR Learning Center (081232729720) Suara Utama ID

“Bahkan, kemungkinan nanti 2024 yang auranya sudah ada dinamika politik tetap mengutamakan kebersamaan, persatuan dalam perbedaan,” tuturnya.

Terakhir Haedar mengajak kepada seluruh umat Islam untuk menyalurkan hewan kurban. Terutama di pandemi covid-19, menurut nya ibadah kurban saat ini justru memiliki makna lebih.

“Kami mengimbau kepada umat Islam lebih-lebih yang kelebihan untuk berkurban, mari kita syiarkan, gelorakan berkurban untuk berbagi bagi saudara-saudara kita yang memerlukan,” ujarnya.

BACA JUGA : Kuliah Gratis: Pelajar Indonesia Gapai Beasiswa di Kolej Universiti Islam Perlis-Malaysia

Usulan adanya kesepakatan kalender Hijriyah secara global sudah lama didengungkan. Tiadanya kalender Hijriyah global ini membawa dampak kekacauan dalam penentuan hari-hari penting keagamaan dan ibadah Islam seperti awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah.

BACA JUGA :  Belum Seumur Jagung, Oknum Kepala PDAM  Unit Pedagangan Terindikasi Dugaan Melakukan Praktek Pungli di Dusun Nangger 
Foto: Poster Kelas Jurnalistik Official 1 bulan full/Mas Andre Hariyanto (081232729720). Suara Utama

Pantaun redaksi Suara Utama ID, Muhammadiyah telah menetapkan hari raya Idul Adha 1443H/2022M jatuh pada tanggal 9 Juli 2022.

Foto: Poster Kelas Jurnalistik Official 1 bulan full/Mas Andre Hariyanto (081232729720). Suara Utama

Sementara itu, Kemenag dan LF PBNU baru akan menggelar rukyah hilal penentuan 1 Dzulhijjah 1443 H pada Rabu 29 Dzulqo’dah 1443 H yang bertepatan dengan 29 Juni 2022.

Berita Terkait

Polda Sulsel Gelar Ziarah Rombongan, Teguhkan Semangat Pengabdian di Hari Bhayangkara Ke-80
HUT Bhayangkara ke-80, Polres Barsel Kumpulkan 26 Kantong Darah Lewat Donor Massal
Posbankum Jadi Jembatan Keadilan, Bapelkum dan BNN Ajak Warga Lawan Narkoba
Aliansi Lingkungan Soroti Rencana PT Conch di Barru
Berkumpul tokoh sentral adat, PYM Datu Amir MA (Sultan Sambaliung), PYM Adji Raden M. Bahkrun (Sultan Gunung Tabur), serta H. Datu Dissan Hasanudin Maulana (Sultan Bulungan)
Lapas Kelas IIB Sarolangun Klarifikasi Dugaan Keterlibatan Petugas, Kalapas: Kami Masih Lakukan Pendalaman Secara Menyeluruh
Lapas Kelas IIB Bangko dan BPS Merangin Perkuat Sinergi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Jelang HUT Bhayangkara ke-80, Polres Maros Ziarah ke TMP Maccopa
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:41 WIB

Polda Sulsel Gelar Ziarah Rombongan, Teguhkan Semangat Pengabdian di Hari Bhayangkara Ke-80

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:17 WIB

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Barsel Kumpulkan 26 Kantong Darah Lewat Donor Massal

Rabu, 24 Juni 2026 - 03:03 WIB

Posbankum Jadi Jembatan Keadilan, Bapelkum dan BNN Ajak Warga Lawan Narkoba

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:43 WIB

Aliansi Lingkungan Soroti Rencana PT Conch di Barru

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:45 WIB

Berkumpul tokoh sentral adat, PYM Datu Amir MA (Sultan Sambaliung), PYM Adji Raden M. Bahkrun (Sultan Gunung Tabur), serta H. Datu Dissan Hasanudin Maulana (Sultan Bulungan)

Berita Terbaru

Berita Utama

Aliansi Lingkungan Soroti Rencana PT Conch di Barru

Selasa, 23 Jun 2026 - 21:43 WIB