Masyarakat di Kabupaten Tangerang Terkena Dampak Fluktuasi Harga Bahan Pokok, Pj Bupati : Kami Upayakan Masyarakat Tidak Terbebani

- Publisher

Kamis, 4 Juli 2024 - 11:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kenaikan Harga Bahan Pokok || Dok : Pribadi

Ilustrasi Kenaikan Harga Bahan Pokok || Dok : Pribadi

SUARA UTAMA, Kabupaten Tangerang – Fluktuasi harga bahan pokok yang terjadi akhir-akhir ini memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat di Kabupaten Tangerang. Pergerakan harga yang tidak stabil, baik naik maupun turun, mempengaruhi daya beli dan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.

Kenaikan harga cabai merah, yang sekarang mencapai harga yang lebih tinggi dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, menyebabkan beban tambahan bagi keluarga di Tangerang.

Sebagai salah satu bahan pokok dalam masakan sehari-hari, kenaikan harga cabai merah mengharuskan masyarakat untuk mengalokasikan lebih banyak anggaran rumah tangga untuk bahan pangan ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA : Diduga Dibuang, Seorang Anak Usia 4 Tahun Diselamatkan Warga Desa Banjarsari, Banyumas

Di sisi lain, penurunan harga komoditas seperti bawang merah dan beras memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat. Harga bawang merah yang turun membantu mengurangi pengeluaran harian, meskipun penurunan ini belum cukup untuk menyeimbangkan kenaikan harga bahan pokok lainnya.

BACA JUGA :  Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎

Faktor-faktor yang memengaruhi fluktuasi harga meliputi produksi dan persediaan, cuaca, biaya produksi, kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, dan pola konsumsi masyarakat. Kenaikan harga pangan harus diprediksi dan diantisipasi. Ketersediaan pangan yang stabil menjadi indikator dari kesejahteraan masyarakat.

Fluktuasi harga mempengaruhi pedagang di pasar-pasar tradisional dan modern di Kabupaten Tangerang. Pak Roni, seorang pedagang sayur di Pasar Sentiong yang berada di Kecamatan Balaraja, menyatakan bahwa kenaikan harga dari pemasok memaksa mereka menaikkan harga jual.

BACA JUGA : Menjelang Pilkada Serentak, Kualitas Calon Kepala Daerah Banten Dipertanyakan

“Kami terpaksa menaikkan harga jual karena pemasok juga naikkan harga. Tapi, kalau harga turun seperti pada cabai merah dan beras, kami harus cepat menyesuaikan agar tidak rugi,” kata Pak Roni, Rabu (3/7).

Pemerintah Kabupaten Tangerang telah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi fluktuasi harga ini. Operasi pasar digelar untuk memastikan ketersediaan bahan pokok yang cukup dan terjangkau.

BACA JUGA :  Korban PRONA dan PTSL Belum Merdeka Secara Utuh, Oknum Kepala ATR/BPN Kabupaten Probolinggo Diduga  Bersembunyi di Bawah Ketiak

Penjabat Bupati Tangerang, Andi Ony, mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur anggaran dan membeli bahan pangan yang sesuai dengan kebutuhan.

BACA JUGA : Sejumlah Siswa Siswi MIN 3 Merangin Ikuti KSM Tingkat Kabupaten

“Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok agar masyarakat tidak terbebani,” ujar Andi Ony.

Respon konsumen pasar terhadap fluktuasi harga ini bervariasi. Bu Rini, seorang ibu rumah tangga, menyatakan bahwa kenaikan harga membuatnya harus lebih selektif dalam membeli bahan pangan.

“Kalau harga naik, saya beli secukupnya saja dan pilih bahan yang harganya stabil. Kadang harus cari ke pasar lain yang harganya lebih murah,” ungkap Bu Rini kepada redaksi pada Rabu (3/7).

BACA JUGA : Kejari Bengkayang Musnahkan BB 28 Perkara Tindak Pidana diantaranya Kasus Cabul dan Narkotika

Di sisi lain, terdapat beberapa konsumen yang menyadari pentingnya diversifikasi konsumsi untuk menghemat pengeluaran. Pak Asep, seorang konsumen, mengatakan bahwa hampir semua bahan pokok naik.

BACA JUGA :  Nama Sabrani, Harahap dan Karni Disebut Warga Terkait Tiga Set Dompeng di Kederasan Panjang, Polisi Diuji Tak Pandang Bulu

“Kami sekarang lebih banyak makan sayuran yang harganya lebih stabil daripada daging atau bahan lain yang mahal,” tuturnya.

Fluktuasi harga bahan pokok di Kabupaten Tangerang memberikan tantangan bagi masyarakat dan pemerintah. Konsumen harus lebih cermat dalam mengelola anggaran rumah tangga, sementara pedagang harus lebih adaptif terhadap perubahan harga.

BACA JUGA : Bawaslu Dogiyai Melantik Dan Sumpah Janji 30 Anggota Panwaslu Kecamatan

Masyarakat berharap agar Pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok guna meringankan beban masyarakat dalam menghadapi situasi ekonomi yang tidak menentu.

Respon masyarakat yang beragam menunjukkan bahwa adaptasi dan strategi pengelolaan keuangan yang bijak menjadi kunci dalam menghadapi fluktuasi harga bahan pokok.

 

Penulis : Putri Ramadhani

Editor : Lentera Biru

Berita Terkait

Mendekatkan Buku Kepada Pembacanya
Razia Gabungan Lapas Bangko Bersama TNI-Polri, Petugas dan WBP Jalani Tes Urine
Pemimpin Redaksi Suara Utama Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam UKW bersama KG Media
UKW Kompas, KG Media dan Google Digelar di Surabaya, Diikuti 45 Peserta
Alhamdulillah, Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan
Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya
Persebaya Optimis Juara di Musim Menuju Usia 100 Tahun
Mutasi Polda Jambi, Iptu Dimas Wahyu Dipercaya Isi Posisi PS Kasat Reskrim Polres Merangin
Berita ini 117 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 20:25 WIB

Mendekatkan Buku Kepada Pembacanya

Selasa, 22 September 2026 - 14:12 WIB

Razia Gabungan Lapas Bangko Bersama TNI-Polri, Petugas dan WBP Jalani Tes Urine

Senin, 21 September 2026 - 21:28 WIB

Pemimpin Redaksi Suara Utama Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam UKW bersama KG Media

Minggu, 20 September 2026 - 00:50 WIB

UKW Kompas, KG Media dan Google Digelar di Surabaya, Diikuti 45 Peserta

Sabtu, 19 September 2026 - 20:11 WIB

Alhamdulillah, Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan

Berita Terbaru

FOTO: Penulis Mendekatkan Buku kepada Pembacanya

Berita Utama

Mendekatkan Buku Kepada Pembacanya

Selasa, 22 Sep 2026 - 20:25 WIB

https://mancingjitu.com/