Pastor Yance Yogi : Para Pemimpin di Intan Jaya Mesti Jadi Gembala Bagi Masyarakat

- Publisher

Minggu, 30 April 2023 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

_P.Yanuarius Yance, W.Yogi, Pr. didampingi para pewarta dan akolik memberkati dedaunan pada perayaan Minggu Palma pada Minggu, (02/04) di lapangan sepak bola Bilogai,Intan Jaya_/foto: Fergi

_P.Yanuarius Yance, W.Yogi, Pr. didampingi para pewarta dan akolik memberkati dedaunan pada perayaan Minggu Palma pada Minggu, (02/04) di lapangan sepak bola Bilogai,Intan Jaya_/foto: Fergi

SUARA UTAMA, Intan Jaya – Pastor Paroki Titigi Intan Jaya, Pastor Yanuarius W.Yance Yogi, Pr. mengatakan, para pemimpin di semua bidang di Intan Jaya harus menjadi gembala bagi komunitas, masyarakat dan umat.

Hal ini dikatakan Pastor Yance Yogi dalam kotbahnya pada perayaan Pekan Paskah IV, di Gereja St.Micahel Bilogai, Intan Jaya, Minggu (30/4).

Siapa Gembala? Menurut Pastor Yance Yogi, gembala adalah mereka yang menjadi panutan dan pengarah di daerah Intan Jaya ini.

“Gembala adalah mereka yang menjadi pemimpin dalam berbagai bidang di daerah ini,” tegas Pastor Yance.

Sebagai Pastor Dekan Moni_Puncak, ia mengajak umatnya agar yang sebagai pemimpin dapat berperan juga sebagai gembala dalam komunitas.

“Yang menjadi bapa dalam keluarga harus menjadi gembala. Gembalakan anak dan istri. Jangan bapak jalan sendiri,tinggalkan keluarga ke kota”, ujarnya.

“Tidak hanya di dalam keluarga saja, bagi Para Pastor, para ASN dan Pejabat di Intan Jaya ini harus dan wajib menjadi gembala untuk masyarakat di daerah ini,” lanjut Pastor Yance Yogi.

BACA JUGA :  Viral Video Diduga Warga Danau Konsumsi Sabu Saat Video Call, Warga Minta Aparat Bertindak

Dikatakan, dalam situasi dan keadaan Intan Jaya yang sering kali bergejolak dengan berbagai masalah terutama masalah konflik antar TNI/POLRI Vs TPNPB perlu diatasi bersama dengan cara kegembalaan.

Salah satunya harus menetap bersama masyarakat di tempat tugas dan tempat mereka berasal.

Karena menurutnya, dengan cara demikian dapat menjawab salah satu tugas kegembalaan.

BACA JUGA :  Proyek Irigasi Klenang Kidul Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Oknum Ketua Poktan Gemah Ripah Krajan Diduga Ikut Cawe Cawe 

Mengakhiri khobahnya, Pastor  yang saat ini menanggani situasi dan menjemput umat korban konflik bersenjata sejak Minggu,(09/04) itu, mengharapkan agar semua umat yang menghadiri Minggu Pekan ke – IV yang adalah Minggu Panggilan tersebut agar pulang ke rumah untuk menjadi domba yang baik dan gembala yang baik.

Sebagai gembala untuk menjadi panutan dan teladan bagi domba-dombanya.

“Mari kita pulang untuk menggembalakan domba-domba dalam keluarga dan komunitas kita masing-masing”, akhir Pastor Yogi.

Berita Terkait

Netizen Desak Wali Kota Makassar Periksa Camat Ujung Pandang, Dugaan Penertiban PKL Tebang Pilih Tuai Sorotan
Warga Sempat Hilang, Ditemukan Selamat pada Senin 25 Mei 2026
Momen sakral yang mempertemukan modernitas industri dan keluhuran tradisi baru saja terukir. PYM Datu Amir MA, Raja Muda Perkasa, Memimpin ritual adat di wilayah PT Antasena.
Haris Diduga Rusak Hutan Desa Lubuk Birah untuk PETI, Warga Minta Dicopot dari Ketua LPHD
konflik agraria penyerobotan lahan adat dikawasan kampung bumi jaya, Paduka Yang Mulia (PYM) Datu Amir M.A, Raja Muda Perkasa, Sultan Sambaliung, menyambangi lokasi
Fahry Lamato Buka Suara Soal Isu SARA: “Jangan Ada Upaya Mengadu Domba Masyarakat Bitung”
Rumah Kaprawi Disorot Warga, Diduga Jadi Lokasi Penampungan dan Pembakaran Emas Hasil PETI
Dinamika Persaingan Media di Makassar dan Gowa Jadi Sorotan, Profesionalisme Pers Dipertanyakan
Berita ini 106 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 23:03 WIB

Netizen Desak Wali Kota Makassar Periksa Camat Ujung Pandang, Dugaan Penertiban PKL Tebang Pilih Tuai Sorotan

Senin, 25 Mei 2026 - 17:07 WIB

Warga Sempat Hilang, Ditemukan Selamat pada Senin 25 Mei 2026

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:25 WIB

Momen sakral yang mempertemukan modernitas industri dan keluhuran tradisi baru saja terukir. PYM Datu Amir MA, Raja Muda Perkasa, Memimpin ritual adat di wilayah PT Antasena.

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:14 WIB

konflik agraria penyerobotan lahan adat dikawasan kampung bumi jaya, Paduka Yang Mulia (PYM) Datu Amir M.A, Raja Muda Perkasa, Sultan Sambaliung, menyambangi lokasi

Minggu, 24 Mei 2026 - 02:13 WIB

Fahry Lamato Buka Suara Soal Isu SARA: “Jangan Ada Upaya Mengadu Domba Masyarakat Bitung”

Berita Terbaru

Berita Utama

Warga Sempat Hilang, Ditemukan Selamat pada Senin 25 Mei 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 17:07 WIB