SUARA UTAMA, Banyuwangi – Senin, tanggal 31 Maret 2025 M atau 1 Syawal 1446 H, umat Islam di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri sebagai penanda berakhirnya bulan suci Ramadhan. Di Kabupaten Banyuwangi, pelaksanaan sholat Idul Fitri berlangsung khidmat di berbagai lokasi, termasuk di Masjid Al-Amin Jatisari Wringinagung dan Halaman Masjid Al-Ikhlas Pancursari.
Khutbah Idul Fitri di Masjid Al-Amin Jatisari Wringinagung
Di Masjid Al-Amin Jatisari Wringinagung, sholat Idul Fitri dipimpin oleh KH. M. Khozin Kharis, M.H, Wakil Ketua PCNU Banyuwangi. Dalam khutbahnya, beliau mengajak jamaah untuk melakukan introspeksi diri setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beliau menekankan bahwa ujian sebenarnya tidak hanya terletak pada menahan diri selama Ramadhan, tetapi juga pada kemampuan untuk menghadapi kebahagiaan dan kesenangan pasca-Ramadhan tanpa terlena. Banyak di antara kita yang mungkin berhasil menahan lapar dan dahaga, namun gagal dalam menghadapi ujian kesenangan setelahnya.
Khutbah Idul Fitri di Halaman Masjid Al-Ikhlas Pancursari
Sementara itu, di Halaman Masjid Al-Ikhlas Pancursari, sholat Idul Fitri dimulai pukul 06.05 WIB dengan khatib Ust. Arif Maeshawl Nur Jagad, S.Pd., Mudir Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al-Hikmah Petahunan Jajag Gambiran.
Dalam khutbahnya, beliau membahas tujuan utama dari ibadah puasa sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah: 183, yaitu untuk mencapai derajat taqwa. Beliau menjelaskan beberapa manfaat bagi orang-orang yang bertaqwa, di antaranya:
1. Kemuliaan di Sisi Allah
Berdasarkan QS. Al-Hujurat: 13, manusia yang paling mulia di sisi Allah adalah mereka yang paling bertaqwa.
2. Solusi dari Masalah dan Rezeki Tak Terduga
Dalam QS. At-Talaq: 2-3, Allah menjanjikan jalan keluar dari setiap kesulitan dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka bagi mereka yang bertaqwa.
3. Bekal Terbaik dalam Perjalanan Hidup
QS. Al-Baqarah: 197 menyebutkan bahwa taqwa adalah bekal terbaik bagi manusia dalam perjalanan hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat.
4. Ganjaran Surga Seluas Langit dan Bumi
Dalam QS. Ali Imran: 133, Allah menjanjikan surga yang luasnya seluas langit dan bumi bagi orang-orang yang bertaqwa.
Refleksi Pasca-Ramadhan: Menjaga Konsistensi Ibadah
Kedua khatib menekankan pentingnya menjaga konsistensi ibadah dan perilaku baik yang telah dibangun selama bulan Ramadhan. Mereka mengingatkan jamaah bahwa Idul Fitri bukanlah akhir dari perjalanan spiritual, melainkan awal dari upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan.
Ujian sebenarnya adalah bagaimana kita dapat mempertahankan semangat ibadah dan nilai-nilai positif yang telah ditanamkan selama Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari.
Hikmah Idul Fitri: Kembali ke Fitrah
Idul Fitri, yang berarti “kembali ke fitrah”, mengajarkan umat Islam untuk kembali kepada keadaan suci seperti saat dilahirkan. Ini adalah momentum untuk membersihkan diri dari dosa, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan meningkatkan kualitas diri.
Kedua khatib mengajak jamaah untuk memanfaatkan momentum ini dengan memperbanyak amal sholeh, menjaga silaturahmi, dan terus meningkatkan kualitas ibadah.
Kesimpulan
Pelaksanaan sholat Idul Fitri 1 Syawal 1446 H di Banyuwangi berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. KH. M. Khozin Kharis, M.H di Masjid Al-Amin Jatisari Wringinagung dan Ust. Arif Maeshawl Nur Jagad, S.Pd. di Halaman Masjid Al-Ikhlas Pancursari memberikan pencerahan dan motivasi bagi jamaah untuk terus meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan.
Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari ibadah Ramadhan dan merayakan Idul Fitri dengan penuh kesadaran akan pentingnya menjaga nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis : Mohammad Muhajir
Editor : Redaksi Suara Utama
Sumber Berita : Umar Afandi