Subdit PAI pada PTU Kementerian Agama RI bersama Persatuan Dosen Agama Nahdlatul Ulama Nusantara Menggelar Penguatan Moderasi Beragama bagi Dosen PAI pada PTU 2024

- Publisher

Rabu, 4 Desember 2024 - 15:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA – Moderasi beragama menjadi isu krusial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Sebagai bangsa yang dikenal dengan kemajemukan suku, budaya, dan agama, Indonesia membutuhkan upaya kolektif untuk menjaga harmoni sosial. Salah satu pilar penting dalam mewujudkan hal ini adalah peran perguruan tinggi umum dan masyarakat dalam menginternalisasi nilai-nilai moderasi beragama.

Moderasi beragama adalah sikap memahami dan menjalankan ajaran agama dengan tidak ekstrem, baik dalam bentuk radikalisme maupun liberalisme yang berlebihan. Pendekatan ini menekankan toleransi, saling menghormati, dan penghargaan terhadap perbedaan keyakinan sebagai landasan interaksi sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam konteks pendidikan tinggi, mahasiswa menjadi agen perubahan yang strategis. Perguruan tinggi umum memiliki tanggung jawab membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki pemahaman yang inklusif terhadap keragaman. Hal ini penting untuk mencegah potensi konflik yang sering muncul akibat fanatisme atau kesalahpahaman antar kelompok.

Menindaklanjuti kegiatan penguatan moderasi beragama yang digalakkan pemerintah, Subdit PAI pada PTU Kementerian Agama RI Kementrian Agama Republik Indonesia Menggelar Penguatan Moderasi Beragama Bagi Dosen PAI pada PTU 2024 menggandeng Persatuan Dosen Agama Nahdlatul Ulama Nusantara (PERSADA)bertempat di hotel Swiss Bellin Manyar Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 2 Desember sampai dengan 4 Desember 2024.

BACA JUGA :  Babak Akhir Gugatan Eks Kades Sungai Kapas, Bukti Baru Perkuat Dalil SK Pemberhentian Cacat Hukum

Kegiatan yang dihadiri 110 peserta dari benyak perguruan tinggi di Indonesia ini dihadiri Dr. M. Munir, M.Ag., Direktur PAI; Dr. Khaerul Umam, M.Ag., Kasubdit PAI Pada PTU Dit.PAI., Dewan Pakar PERSADA, Prof. Dr. Supian Ramli., Prof. Dr. M. Turhan Yani Prof. Dr. M. Yusuf Hanafi, dan ketua PERSADA hatim Ghazali, MA.

Menurut Supian Ramli, adanya kegiatan ini adalah bertujuan silaturrahim utamanya memperkuat jejaring literasi beragama para dosen PAI khususnya para dosen PERSADA. Materi-materi yang diberikan oleh instruktur nasional moderasi beragama dan peningkatan kemampuan skill penulisan karya ilmiah yang diperkuat dengan teknis-teknis penulisan di jurnal terindeks Scopus.

Di tempat berbeda Yusuf Hanafi menjelaskan bahwa moderasi beragama di Indonesia momentumnya pengarusutamaan yang ada semakin kuat seiring dengan peraturan Presiden PerPres No.53 th. 2023 tentang penguatan moderasi beragama. Hal ini bukan saja tugas kementerian agama saja tetapi tugas semua kementrian semua lembaga dan tugas semua pihak untuk mendukung program dan juga prioritas pembangunan nasional. Ini bukan sekedar yang ada di Indonesia tapi juga isu dunia. Kegiatan yang ada saat ini sangat penting sekali bukan hanya isu kementrian agama tetapi amanat pembangunan nasional dan juga isu dunia internasional.

BACA JUGA :  Semarak HUT RI ke-81, Lapas Kelas IIB Bangko Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Binaan, Keluarga dan Masyarakat

Khaerul Umam menjelaskan jika penguatan moderasi beragama masih sangat relevan dan penting. Mahasiswa sangat beragam diperlukan pembinaan demikian pula para dosen agama perlu juga diberikan pengkuatan pemahaman cara beragama yang sesuai kultur masyarakat, sesuai nilai-nilai utama agama Islam. Terlebih di era digital banyak paham-paham yang mengarahkan cara pandang ekslusif yang hanya mementingkan kelompok tertentu bahkan agama dijadikan alat kepentingan politik kelompok tertentu opini yang merusak sendi-sendi agama kita. Ini yg merusak sendi-sendi kebeangsaan, maka moderasi mengingatkan untuk sadar bahwa beragama di ruang publik bisa mngakomodir semua kepentingan semua kalangan dan sehingga ruang publik menjadi ruang aman dan nyaman.

“Ruang public menjadi aman dan nyaman maka pembangunan menjadi baik dan lancar. Dan Indonesia emas 2045 ini akan bisa kita raih. Paham-paham keagaman yang salah dan keliru ini maka mendoirong kita dan anak-anak dan dosen-dosen ini kita 35 kampus di 16 provinsi dan sudah terbukti dalam menyebarkan paham moderasi beragama” ujar Khaerul lebih lanjut.

BACA JUGA :  Saudi Edu Expo 2026 Sukses Digelar, Antusiasme Pengunjung Melonjak Tiga Kali Lipat

Hatim menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadidsesuatu yang sangat penting untuk berkolaborasi bersinergi karena tugas-tugas menjadi dosen itu tidak bisa dicukupkan secara pribadi atau sendiri-sendiri tetapi mengandaikan adanya kolaborasi.
“Kolaborasi di depan para dosen ini menginspirasi mahasiswa secara umum sebagai sebuah ketrampilan di abad 21 ini”, tutup Hatim.

Moderasi beragama saat ini bukan hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga kewajiban bagi perguruan tinggi umum dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip moderasi beragama, perguruan tinggi umum dapat menciptakan lingkungan yang inklusif dan harmonis, serta mencegah konflik berbasis agama di masa depan. Melalui pendidikan, dialog, dan kerja sama, nilai-nilai moderasi beragama dapat ditanamkan secara efektif dalam kehidupan mahasiswa.

Berita Terkait

Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga
Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga
BEMNUS Sulawesi Barat Soroti Rencana Pengangkatan Kembali Nakes PPPK di Mamuju : “Jangan Jadikan Tenaga Kesehatan Korban Kebijakan Anggaran
Bapelkum Bitung Dorong Pelayanan Hukum Makin Dekat dengan Masyarakat
Jam Pelayanan Masih Berlangsung, BEMNUS Sulbar Soroti Kosongnya Loket Layanan Disdikpora Majene
Semangat Pengayoman Menggelora, Bapelkum Bitung Meriahkan Fun Walk Sambut HUT RI ke-81
Semarak HUT RI ke-81, Lapas Kelas IIB Bangko Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Binaan, Keluarga dan Masyarakat
Perjuangan Siswa KIP Berprestasi Arya
Berita ini 303 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Kolaborasi KKN UMAHA dan Posyandu Karang Tanjung, Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Warga

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:24 WIB

BEMNUS Sulawesi Barat Soroti Rencana Pengangkatan Kembali Nakes PPPK di Mamuju : “Jangan Jadikan Tenaga Kesehatan Korban Kebijakan Anggaran

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Bapelkum Bitung Dorong Pelayanan Hukum Makin Dekat dengan Masyarakat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:07 WIB

Jam Pelayanan Masih Berlangsung, BEMNUS Sulbar Soroti Kosongnya Loket Layanan Disdikpora Majene

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand