Saham Dianggap Undervalued, BRI Siapkan Rp 3 Triliun untuk Buyback

Kamis, 30 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) pada perdagangan 30 Oktober 2025 ditutup di level Rp3.930 per lembar, naik 0,77% dalam sebulan terakhir. Analis keuangan Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP menilai langkah buyback saham BRI merupakan sinyal positif yang mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan.

Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) pada perdagangan 30 Oktober 2025 ditutup di level Rp3.930 per lembar, naik 0,77% dalam sebulan terakhir. Analis keuangan Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP menilai langkah buyback saham BRI merupakan sinyal positif yang mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan.

SUARA UTAMA – Surabaya – 30 Oktober 2025 – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menegaskan langkah strategisnya menjaga kepercayaan investor dengan menyiapkan dana hingga Rp 3 triliun untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham perseroan. Manajemen menilai harga saham BBRI saat ini masih berada di bawah nilai fundamentalnya (undervalued).

Menurut keterangan resmi perusahaan, program buyback ini telah memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 24 Maret 2025 dan akan dilaksanakan secara bertahap hingga akhir tahun. Dari total anggaran tersebut, BRI mengonfirmasi masih memiliki sisa dana sekitar Rp 2,5 triliun yang siap digunakan sewaktu-waktu apabila kondisi pasar dinilai tepat.

“Langkah ini merupakan bentuk keyakinan kami terhadap prospek jangka panjang BRI. Harga saham saat ini belum mencerminkan nilai intrinsik dan kekuatan fundamental perusahaan,” demikian pernyataan manajemen BRI dalam siaran pers yang diterima Suara Utama, Rabu (30/10).

 

Harga Saham Masih di Bawah Nilai Wajar

Berdasarkan berbagai analisis valuasi pasar, saham BBRI dinilai masih undervalued. Beberapa model memperkirakan nilai intrinsik saham BBRI berkisar antara Rp 6.000 hingga Rp 7.700 per lembar, sementara harga pasar berada di kisaran Rp 3.800 per lembar.

Kondisi ini menunjukkan adanya potensi kenaikan (upside) yang cukup besar apabila kinerja keuangan perseroan terus menunjukkan pertumbuhan positif. Rasio keuangan BRI saat ini tercatat dengan price to earning (P/E) ratio sekitar 10 kali dan price to book (P/B) ratio 1,8 kali, yang relatif rendah dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional.

BACA JUGA :  Deklarasi Kemenangan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan

 

Komentar Analis

Analis keuangan sekaligus praktisi pajak Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP menilai langkah buyback BRI merupakan sinyal positif bagi investor. Menurutnya, kebijakan ini menunjukkan kepercayaan diri manajemen terhadap fundamental perusahaan dan prospek jangka panjangnya.

“Buyback adalah bentuk komitmen manajemen terhadap nilai perusahaan. Ketika perusahaan membeli sahamnya sendiri, itu menandakan keyakinan bahwa harga pasar saat ini terlalu rendah dibandingkan nilai riilnya,” ujar Yulianto kepada Suara Utama, Kamis (30/10).

Ia menambahkan, program buyback juga dapat berfungsi sebagai bantalan (buffer) terhadap volatilitas pasar, sekaligus memberikan potensi peningkatan nilai bagi pemegang saham. Meski demikian, investor disarankan tetap memperhatikan faktor makroekonomi dan arah kebijakan suku bunga global yang berpotensi memengaruhi sektor perbankan.

 

Didanai dari Kas Internal

Manajemen BRI memastikan bahwa pelaksanaan buyback akan dibiayai menggunakan kas internal perusahaan, tanpa mengganggu likuiditas maupun kegiatan operasional bank. Transaksi buyback dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme pasar terbuka sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar, menjaga stabilitas harga saham, dan meningkatkan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham BRI.

 

 

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:04

Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terbaru