Ketua Umum KGB Serukan Perlawanan Hukum Terhadap Kecurangan Pilkada: “Perang Terakhir Ada di MK

- Publisher

Senin, 2 Desember 2024 - 07:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

Suara Utama, Jakarta, 2 Desember 2024 – Ketua Umum Kawal Gibran Bersama (KGB), Roman Sibuea, mengeluarkan himbauan tegas kepada seluruh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KGB di seluruh Indonesia untuk tidak tinggal diam terhadap berbagai dugaan kecurangan yang terjadi selama Pilkada. Dalam pesan yang disampaikan malam ini, Roman meminta seluruh kader dan relawan KGB untuk mendampingi calon kepala daerah (Cakada) yang merasa dirugikan akibat sistem pemilu yang dinilainya tidak jujur dan adil.

 

Roman Sibuea menekankan pentingnya melaporkan setiap bentuk pelanggaran yang terjadi selama Pilkada. “Mengingat Pilkada sudah selesai dan masih ada proses perhitungan suara, kita tidak bisa menutup mata terhadap banyaknya kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif. Saya mengimbau seluruh DPW dan DPD untuk melaporkan kecurangan tersebut. KGB siap memberikan pendampingan hukum hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK),” tegas Roman.

 

Ia juga menegaskan bahwa KGB tidak akan mundur dalam memperjuangkan pemilu yang bersih. “Jangan takut menyuarakan kebenaran. Pemilu harus berjalan jujur dan adil. Ini adalah komitmen kami untuk mengawal demokrasi yang sehat,” tambahnya.

 

Dalam pernyataannya, Roman secara khusus mengajak para Cakada yang merasa dirugikan oleh praktik-praktik kotor selama Pilkada untuk segera melapor kepada KGB. Ia menilai bahwa sistem yang ada masih rawan manipulasi yang merugikan kandidat tertentu. “Kepada seluruh Cakada yang merasa dicurangi sehingga mengalami kekalahan akibat sistem yang kotor dan tidak adil, kami di KGB siap mengawal dan mendampingi proses hukum hingga tuntas. Perang terakhir kita adalah di MK,” ujar Roman penuh semangat.

BACA JUGA :  Kabut Asap Pekat Selimuti Padang Pariaman, Masyarakat Diimbau Waspadai Gangguan Pernapasan

 

Roman meminta agar seluruh laporan yang diterima segera disampaikan kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) Denis atau Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Indra untuk langkah hukum lebih lanjut. “Segera hubungi Sekjen atau Wasekjen agar pendampingan dapat dilakukan secara maksimal. Ini adalah langkah penting untuk memastikan keadilan bagi seluruh pihak,” tutupnya.

Penulis : Eferi Lahagu

Editor : Yoga Wowor

Sumber Berita: Roman Sibuea Ketua Umum KGB

Berita Terkait

Dibuka Ramlan Mangkialo, Didoakan Ustaz Hairrudin, Bakubae Idol 2026 Resmi Dilaksanakan
Andre Hariyanto Kantongi Sertifikat UKW Harian Kompas, Resmi Kompeten sebagai Wartawan Dewan Pers
Dongkrak Ekonomi Pedagang UMKM, Perumda Pasar Cita Kota Bitung Hadirkan Idol Cilik 2026
Diduga Terlibat PETI di Sungai Manau, Nama Anwar Pegawai RSUD Bangko Jadi Sorotan Publik!
Aparatur Desa Tagih Janji Bank Jatim Cabang Kraksaan, Pimpinan Sibuk Full Hingga 10 Hari Kerja Tidak Bisa Temui Media
Diduga PETI Milik Budi dan Hamzah Porak-Porandakan Hutan Adat dan Geopark Merangin di Desa Guguk
Oknum Kepala SDN Sumberagung Memilih Diam, Ketua DPC Projamin Geram Atas Dugaan Praktek Pungli dan Penjualan LKS
Jokowi Perlihatkan Ijazah SD hingga S1 dalam Persidangan Kasus Polemik Ijazah
Berita ini 381 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 13:53 WIB

Dibuka Ramlan Mangkialo, Didoakan Ustaz Hairrudin, Bakubae Idol 2026 Resmi Dilaksanakan

Sabtu, 7 November 2026 - 10:45 WIB

Andre Hariyanto Kantongi Sertifikat UKW Harian Kompas, Resmi Kompeten sebagai Wartawan Dewan Pers

Sabtu, 7 November 2026 - 03:21 WIB

Dongkrak Ekonomi Pedagang UMKM, Perumda Pasar Cita Kota Bitung Hadirkan Idol Cilik 2026

Jumat, 6 November 2026 - 17:09 WIB

Diduga Terlibat PETI di Sungai Manau, Nama Anwar Pegawai RSUD Bangko Jadi Sorotan Publik!

Jumat, 6 November 2026 - 09:51 WIB

Aparatur Desa Tagih Janji Bank Jatim Cabang Kraksaan, Pimpinan Sibuk Full Hingga 10 Hari Kerja Tidak Bisa Temui Media

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp