AMI TEGAS TOLAK ATLET ISRAEL DALAM KEJUARAAN DUNIA SENAM 2025

Sabtu, 11 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IMG 20251011 WA0023 AMI TEGAS TOLAK ATLET ISRAEL DALAM KEJUARAAN DUNIA SENAM 2025 Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

Jakarta, 10 Oktober 2025 — Aliansi Madura Indonesia (AMI) secara tegas menyatakan penolakannya terhadap kehadiran atlet Israel dalam ajang Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 19–25 Oktober 2025.

Pernyataan keras itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, yang menegaskan bahwa Indonesia sebagai bangsa berdaulat tidak boleh memberi ruang bagi simbol atau perwakilan dari negara penjajah.

> “Selama Israel masih menjajah Palestina, tak ada tempat bagi mereka di negeri ini,” tegas Baihaki dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Radar Kriminal, Jumat (10/10/2025).

 

AMI menilai kehadiran kontingen Israel di ajang internasional di Indonesia akan melukai nurani kemanusiaan dan prinsip konstitusi bangsa, sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi.

Sikap Pemerintah dan Penyelenggara

Sikap AMI sejalan dengan keputusan Pemerintah Indonesia melalui Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, yang sebelumnya menyatakan bahwa visa bagi atlet Israel tidak akan diterbitkan.

Federasi Senam Indonesia (PERSANI) pun telah menarik kembali surat sponsor visa bagi enam atlet Israel yang sebelumnya diajukan. Keputusan ini merupakan langkah politik sekaligus moral untuk mempertahankan posisi Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.

Reaksi Internasional dan Federasi FIG

Federasi Senam Internasional (FIG) mengonfirmasi telah menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah Indonesia dan menyatakan “mencatat keputusan tersebut”. FIG menyebut pihaknya memahami situasi politik yang dihadapi tuan rumah dan tidak secara langsung mengancam pemindahan lokasi kejuaraan.

Namun, kelompok advokat asal Inggris, UK Lawyers for Israel, menilai langkah Indonesia itu berpotensi melanggar Pasal 26.4 Statuta FIG, yang mengharuskan semua anggota federasi memberikan akses visa bagi atlet dari negara peserta.

BACA JUGA :  PWI Dituntut Konsisten, Jangan Terjebak Seolah Oposisi Pemerintah

Mereka menilai keputusan tersebut dapat memicu sanksi administratif dari FIG jika dianggap sebagai pelanggaran prinsip netralitas olahraga internasional.

Atlet yang Terdampak dan Potensi Dampak Event

Salah satu atlet unggulan yang terdampak adalah Artem Dolgopyat, peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 dan juara dunia cabang floor exercise. Ia merupakan atlet andalan Israel yang dijadwalkan tampil di Jakarta.

Dengan keputusan pemerintah ini, kontingen Israel praktis tidak dapat berpartisipasi, dan federasi mereka kemungkinan akan mengajukan protes resmi ke FIG.

Kondisi ini mengingatkan publik pada kasus Piala Dunia U-20 tahun 2023, di mana FIFA mencabut status tuan rumah Indonesia setelah muncul penolakan terhadap partisipasi tim nasional Israel.

Konteks Kebijakan dan Solidaritas Palestina

Sikap AMI mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan masyarakat dan ormas Islam. Mereka menilai penolakan ini merupakan bentuk solidaritas nyata terhadap perjuangan rakyat Palestina yang hingga kini masih menghadapi penjajahan dan kekerasan oleh rezim Israel.

AMI juga menyerukan agar seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah pusat dan panitia penyelenggara, tetap teguh mempertahankan posisi politik luar negeri bebas aktif yang menempatkan kemerdekaan Palestina sebagai prioritas moral.

Penutup

Penolakan terhadap kehadiran atlet Israel di Kejuaraan Dunia Senam 2025 menjadi ujian bagi Indonesia: antara menegakkan prinsip kemanusiaan dan konstitusi, atau menuruti tekanan internasional atas nama olahraga global.

Bagi AMI dan sebagian besar masyarakat Indonesia, sikapnya jelas: tidak ada kompromi terhadap penjajahan.

“Indonesia berdiri bersama Palestina, sampai kemerdekaan benar-benar terwujud,” pungkas Baihaki Akbar.

Penulis : Ziqro Fernando

Editor : Ziqro Fernando

Berita Terkait

Lowongan Pekerjaan Wartawan dan Jurnalis Dibuka di Seluruh Indonesia
Integritas dan Akuntabilitas BK DPRD Kab. Probolinggo Sedang di Uji Publik, Perihal Pemeriksaan Prank Ulang Tahun 
Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu
Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aries Faiz Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Sinergi Kejaksaan Negeri Kab. Probolinggo dan BPPKAD Dalam Optimalisasi Pajak Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 17:35

Lowongan Pekerjaan Wartawan dan Jurnalis Dibuka di Seluruh Indonesia

Sabtu, 7 Februari 2026 - 10:14

Integritas dan Akuntabilitas BK DPRD Kab. Probolinggo Sedang di Uji Publik, Perihal Pemeriksaan Prank Ulang Tahun 

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:22

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aries Faiz Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:04

Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:13

Sinergi Kejaksaan Negeri Kab. Probolinggo dan BPPKAD Dalam Optimalisasi Pajak Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Berita Terbaru