SUARA UTAMA, Probolinggo –
Sangat di sayangkan sikap oknum Kepala SDN Berani Wetan 1 Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Terkesan Arogansi, anti kritik dan intimidatif. Saat di konfirmasi media, oknum KS , terkesan merendahkan media dan mencari narasumber yang membocorkan dugaan pungli untuk pembangunan Jalan gerbang SDN Brani Weta 1. 22/10/2026.
Dugaan pungutan liar (pungli) berkedok sumbangan mencuat ketika orang tua dari sekitar 50 siswa di minta untuk iuran dengan nominal yang telah di tentukan dengan cara menyicil nya. Hal tersebut menuai pro dan kontra hingga realisasi anggaran dana Bos juga di pertanyakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 tahun 2016. Segala bentuk penggalangan dana di lingkungan sekolah wajib bersifat sumbangan sukarela (Seikhlasnya). Oknum Guru, Komete, Paguyuban tidak di perbolehkan mewajibkan atau mematok/menentukan nominal iuran yang harus di bayar oleh Wali murid. Tindakan tersebut dapat di kategorikan sebagai pungli.
Saat media mengkonfirmasi oknum Kepala SDN Brani Weta 1 “IMS” melalui pesan singkat whatsap. Terkait dugaan pungutan Liar (Pungli) berkedok sumbangan untuk perbaikan jalan Gerbang sekolah. Ia terkesan arogan dan enggan menjawab nya. padahal konfirmasi media jelas dengan menyebutkan nama Media Suara Utama.
“Wa alaikum salam. Media mana, mas?. Info dari mana?. Untuk info lebih lanjut, silahkan hadir ke sekolah. Jika berkenan, besok saya tunggu di sekolah nggih. Maaf, saya tidak kenal anda. banyak penipuan mengatasnamakan media. “Katanya.
Masih melalui jejaring yang sama. Ia kembali meminta media agar datang ke SDN Brani Wetan 1 untuk mengkonfirmasi/Klarifikasi langsung. Dengan alasan kwatir terjadi penipuan. Ia juga meminta maaf pada media jika statement nya menyinggung. Agar pemberitaan berimbang konfirmasi media tidak harus berhadapan langsung.
“Jenengan nanya, saya hanya meminta jenengan hadir ke sekolah jika memang media. Maaf kalau saya menyinggung.
besok saya tunggu untuk klarifikasi yang jenengan minta, ya, mas. Makasih atas atensinya Inggih Mas. Jika berhadapan langsung kami tidak kwatir. Karena pernah juga ada media yang mengklarifikasi langsung ke sekolah. Hal ini sangat kami hargai. “Jawab nya.
Pada akhirnya, oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 mengakui adanya dugaan pungutan liar berkedok sumbangan sebagaimana di konfirmasi media. Ia menjelaskan bahwa oknum yang melakukan pungutan tersebut adalah komite sekolah SDN Brani Weta 1 kecamatan Maron.
“Terkait informasi mengenai iuran untuk perbaikan jalan di area gerbang SDN Brani Wetan I, perlu kami jelaskan bahwa pengelolaan dana tersebut dilakukan oleh Komite Sekolah. Untuk pertanyaan mengenai kesepakatan, pihak yang mengusulkan, serta mekanisme pengumpulan dan pertanggung jawaban dana, kami akan mengacu pada keterangan pengurus Komite Sekolah dan dokumen yang tersedia agar informasi yang disampaikan akurat. “Jawab nya.
Lebih lanjut kata oknum Kepala SDN Brani Wetan 1. Ia juga menjawab konfirmasi media terkait anggaran dana Bos. Menurutnya anggaran tersebut realisasi nya mengacu pada dokumen perencanaan.
“Adapun mengenai Dana BOS Tahun Anggaran 2026, informasi jumlah penerimaan dan penggunaannya mengacu pada dokumen perencanaan serta realisasi anggaran sekolah sesuai ketentuan yang berlaku. “Jawab nya melalui pesan singkat whatsap.
Masih melalui pesan singkat whatsap. Ia mengaku menghargai upaya konfirmasi media. Untuk menjaga keakuratan informasi. pihak nya berharap pemberitaan didasarkan pada fakta, dokumen yang relevan, dan keterangan pihak-pihak yang berwenang. Ia juga menitipkan salam buat narasumber media, Sehingga terkesan akan mengintimidasi narasumber media jika di ketahui yang membocorkan.
“Jika membutuhkan keterangan lebih lanjut, monggo ke sekolah. Dengan senang hati kami sambut. Titip salam ke bu Informannya, mas. Kalau ada undangan rapat sekolah mohon sempatkan hadir nggih. Supaya tidak mendapatkan informasi yang sepotong sepotong. Boleh titip berita juga gak? Ada lomba IKSC di sekolah kami tanggal 30 Oktober nanti.Monggo jika ingin meliput. “Tegas nya.
Tidak berhenti di situ, oknum KS tersebut meminta media agar mempublikasikan ruang perpustakaan yang menurutnya 3 tahun terlantar. Dengan harapan mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten Probolinggo.
“Boleh juga up berita ruang perpustakaan kami yang lebih dari 3 tahun terlantar, Mas. Siapa tahu dapat perhatian dari pihak berwenang. Kalau butuh foto untuk jalan di gerbang dan gedung perpus yang rusak, monggo ke sekolah. “Pungkas nya.
Narasumber media yang meminta identitas nya di rahasiakan. Kepada media membeberkan adanya dugaan penarikan sejumlah uang yang nominalnya telah di tentukan bukan seikhlasnya sesuai kemampuan wali murid. Menurutnya, transparansi anggaran dana bos yang di terima pihak SDN Brani Wetan 1 adalah penting.
“Iuran yang diduga berkedok sumbangan di tentukan nominal yang harus di bayar bukan seikhlasnya sesuai kemampuan. Memang orang mencari ilmu tidak semua nya gratis kami faham itu. Olehkarenanya, dana bos perlu di pertanyakan transparansinya, dapat berapa dan di realisasikan untuk apa saja. “Tegas nya.
Penulis : Ali Misno












Komentar
Silakan login untuk berkomentar.