Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi

- Publisher

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

 

SUARA UTAMA, Probolinggo – Saluran irigasi untuk menyalurkan, membagikan dan mengalirkan air dari sumber (sungai atau waduk) ke lahan pertanian. Diduga mengalir melewati bangunan pabrik industri Sasa inti Desa Gending kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Berdasarkan hukum dan ketentuan, saluran irigasi atau membuat saluran irigasi mengalir di dalam area atau bangunan pabrik tidak boleh. 22/10/2026.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 (Pasal 14 dan 51). Peraturan Menteri PUPR Nomor 8 Tahun 2015. Yang mengatur tentang Garis Sempadan Jaringan Irigasi. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2006 tentang Irigasi. Jaringan irigasi adalah aset dan infrastruktur vital untuk kepentingan pertanian yang harus dijaga fungsi serta aksesibilitasnya.

Selain irigasi, informasi yang beredar, Pabrik industri tersebut diduga menggunakan Turbin gas bumi untuk mengurangi pasokan listrik. Sementara, pemasangan dan pengoperasian Turbin Gas bumi di dalam pabrik industri wajib memiliki izin dan dikenakan retribusi (Pajak). Turbin gas bumi tersebut diduga belum mengantongi izin sehingga terindikasi belum membayar retribusi.

Seorang petani wilayah kecamatan Gending yang meminta media untuk tidak mempublikasikan identitas nya mengungkapkan. Dampak dan resiko atas irigasi saluran air yang mengalir di dalam area pabrik industri PT. Sasa inti desa Gending. menurutnya, Petani kesulitan untuk melakukan kontrol terhadap irigasi tersebut.

“Irigasi dan pabrik, lebih dulu irigasi. Kami sebagai petani kesulitan untuk mengontrol lancar nya aliran dan bersih bersih. kalau ngontrol biasa nya kan lewat pinggir nya irigasi. ini tidak bisa, kami harus muter. Jadi kami tidak bisa mengontrol apakah ada penyempitan aliran atau sampah yang menyumbat. “Ungkap nya.

BACA JUGA :  Patut Diapresiasi, PARAKSA Selain Berdampak Positif Bagi UMKM dan PKL, Juga Berkontribusi ke PAD Kabupaten Probolinggo 

Ia menambahkan, Tumpukan sampah terlihat menumpuk dan bau tidak sedap di pinggir jalan Pantura. Menurutnya, selain bau tidak sedap, sampah sampah tersebut menjadi penyebab ketidak lancaran aliran air ke sawah nya dan berpotensi menjadi penyebab terjadinya banjir saat musim hujan tiba.

“Lihat di hilir itu sampah nya, sekarang menumpuk dan bau di pinggir jalan Pantura, Dulu ada bak sampah dari DLH, sekarang sudah tidak ada. banyak sampah plastik, Jika sampah itu sampai ke Sawah kami, Kan berdampak juga bagi tanaman kami. Potensi resiko banjir juga sangat besar jika musim hujan nanti. “imbuh nya.

BACA JUGA :  Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media

Di saat yang bersamaan, tanggal 21 Oktober 2026, media mengkonfirmasi 4 orang sekaligus pegawai PT Sasa inti Gending melalui jejaring sosial whatsap (via pesan singkat) terkait irigasi yang diduga mengalir di area pabrik dan Turbin Gas Bumi. “ZK” diduga bertugas sebagai personalia. “SP” yang diduga telah pensiun namun, masih di pekerjaan. “TN” pengganti “Sap” dan “TJ” diduga bertugas di bagian kebersihan. Miris nya, 4 orang pegawai PT Sasa inti tersebut semua nya memilih diam hingga berita ini di tayangkan.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media
PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 
Muktamar XI Al-Khairiyah di Cilegon Berjalan Lancar, Ini Harapan Al-Khairiyah Tanggamus
Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026
RSUD Waluyo Jati Gandeng Universitas Airlangga, Perkuat Layanan Kesehatan Unggulan dan Pendidikan Kedokteran
Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional
25 Aitem Anggaran Kegiatan Prioritas P-APBD 2026 Untuk 14 OPD Belum Sepenuhnya Terserap Hingga Bulan Oktober 2026
Terindikasi Kontradiktif, Terbongkar Oknum KPPBC TMP C Probolinggo Diduga Kuat Lakukan Pembiaran 
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:46 WIB

PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Muktamar XI Al-Khairiyah di Cilegon Berjalan Lancar, Ini Harapan Al-Khairiyah Tanggamus

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Berita Terbaru

Berita Utama

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 10:19 WIB

Chat via WhatsApp