lk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777slot777slot gacorslot gacorslotzonawin777slot thailandslot gacorslot thailandslot thailandslot thailandsitus totositus totozonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4d

PETI Mengancam Sungai dan Permukiman Tanjung Lamin, Polda Jambi Diminta Turun Tangan

- Publisher

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUARA UTAMA, Merangin – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang diduga menggunakan puluhan dompeng rakit di Desa Tanjung Lamin, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin, menjadi sorotan masyarakat. Aktivitas yang disebut berlangsung di sepanjang aliran sungai, tidak jauh dari jalan lintas dan permukiman warga, memunculkan kekhawatiran terhadap kerusakan lingkungan serta desakan agar aparat penegak hukum segera melakukan pemeriksaan di lapangan.

Berdasarkan informasi yang disampaikan warga, aktivitas penambangan tersebut diduga masih berlangsung dan semakin mendekati kawasan permukiman. Kondisi air sungai yang keruh dan berlumpur turut menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kerusakan lingkungan, keselamatan warga, serta keberlangsungan ekosistem sungai.

Masyarakat mempertanyakan efektivitas penertiban PETI di wilayah tersebut. Warga berharap aparat kepolisian tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga melakukan pemeriksaan langsung dan mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum apabila ditemukan pelanggaran.

“Jangan hanya memberikan imbauan. Kalau memang terbukti melakukan penambangan tanpa izin, tindak sesuai hukum. Jangan sampai sungai semakin rusak sementara aktivitasnya terus berjalan,” demikian harapan warga yang menginginkan adanya langkah nyata dari aparat penegak hukum.

Masyarakat mendesak Polsek Pamenang dan Polres Merangin segera melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi. Pemeriksaan diperlukan guna mengetahui aktivitas penambangan yang berlangsung, status perizinannya, serta kemungkinan adanya pelanggaran terhadap ketentuan hukum yang berlaku.

Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, aparat diharapkan menindaklanjutinya secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur. Jika diperlukan, koordinasi dengan Polda Jambi juga diharapkan dapat dilakukan agar penanganan dugaan PETI tersebut berjalan secara menyeluruh dan tidak tebang pilih.

BACA JUGA :  PETI Gunakan Ekskavator Milik Cuncun di Pematang Kandis, Beranikah Aparat Bertindak ?

Penanganan persoalan ini dinilai tidak cukup hanya dengan menyasar pekerja di lapangan. Aparat juga perlu menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang ditemukan, sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain persoalan penegakan hukum, kondisi lingkungan di sekitar lokasi penambangan juga menjadi perhatian masyarakat. Air sungai yang keruh dan berlumpur menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas lingkungan, potensi kerusakan bantaran sungai, serta kemungkinan terganggunya ekosistem perairan.

Karena itu, instansi terkait diharapkan melakukan pemeriksaan lingkungan untuk mengetahui kondisi sebenarnya dan menilai dampak yang mungkin ditimbulkan oleh aktivitas penambangan tersebut.
Langkah pemeriksaan dan pengawasan dinilai penting agar potensi kerusakan lingkungan dapat diketahui sejak dini dan tidak semakin meluas, terutama jika aktivitas penambangan benar berlangsung di dekat permukiman warga.

BACA JUGA :  Puluhan Dompeng Rakit Mengobrak-abrik Sungai Tanjung Lamin, Warga Desak Polda Jambi Turun Tangan

Masyarakat berharap dugaan aktivitas PETI di Desa Tanjung Lamin tidak dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan. Pemeriksaan lokasi, penertiban sesuai prosedur, penelusuran pihak yang bertanggung jawab, serta penegakan hukum apabila ditemukan bukti pelanggaran menjadi langkah konkret yang dinantikan.

Warga mengharapkan keseriusan aparat dalam menangani persoalan ini demi menjaga kelestarian lingkungan, melindungi kepentingan masyarakat, dan memastikan hukum ditegakkan secara adil.
(Ady Lubis)

Berita Terkait

Menkum Supratman, AI dan Teknologi Digital Tak Boleh Gerus Nilai Ekonomi Karya Jurnalistik
Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo
Anggaran Rp1,55 Miliar untuk Jalan Mampun Baru–Simpang Meranti, Warga Sampaikan Apresiasi
Ketua SRP Dogiyai Tegaskan Swiping Harus Sesuai SOP dan Terpusat di Moanemani
Solidaritas Rakyat Papua: Selamatkan Hutan dan Rawa Dogiyai, Hentikan Kebakaran!
Bupati Dogiyai Kukuhkan Pokja Bunda PAUD 2026
Gereja Paroki Idakebo Diresmikan, Uskup Timika dan Bupati Dogiyai Teken Prasasti
Uskup Timika Resmikan Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:56 WIB

PETI Mengancam Sungai dan Permukiman Tanjung Lamin, Polda Jambi Diminta Turun Tangan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57 WIB

Menkum Supratman, AI dan Teknologi Digital Tak Boleh Gerus Nilai Ekonomi Karya Jurnalistik

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Ketua SRP Dogiyai Tegaskan Swiping Harus Sesuai SOP dan Terpusat di Moanemani

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Solidaritas Rakyat Papua: Selamatkan Hutan dan Rawa Dogiyai, Hentikan Kebakaran!

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/