SUARA UTAMA, Merangin –– Tidak hanya dibina secara rohani dan jasmani, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Bangko juga terus ditempa untuk menjadi pribadi yang mandiri dan produktif.
Melalui program Pembinaan Kemandirian di Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), WBP Lapas Bangko kini mahir memproduksi kandang burung berkualitas dengan nilai jual tinggi, Selasa (30/09).
Dengan memanfaatkan bahan baku kayu pilihan, para WBP yang telah terlatih dengan cekatan merangkai, mengukir, dan merakit kandang burung dengan berbagai model dan ukuran. Mulai dari kandang harian hingga kandang lomba, semua dikerjakan dengan detail dan kerapian yang tidak kalah dengan produk di pasaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Lapas Kelas IIB Bangko, Syaikoni, mengatakan program ini bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan nyata bagi WBP.
“Ini adalah implementasi dari pembinaan kemandirian. Kami ingin WBP memiliki skill yang bisa langsung dipakai saat bebas nanti. Pembuatan kandang burung ini sangat prospektif, karena peminat burung kicau di Merangin dan sekitarnya sangat tinggi. Hasilnya nanti akan kita pasarkan kepada masyarakat, dan hasilnya akan masuk ke PNBP serta premi untuk WBP itu sendiri,” jelas Syaikoni.
Selain mengasah keterampilan pertukangan, kegiatan ini juga mengajarkan nilai-nilai kerja keras, kesabaran, kewirausahaan, dan kemandirian.
Lapas Bangko berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program kemandirian lainnya agar WBP dapat kembali ke masyarakat sebagai insan yang terampil, produktif, dan siap bersaing.
(Ady Lubis)











