Polisi Ngajar di TikTok? Ini Sosok Humanis AKBP Apollo Sinembela

Minggu, 20 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Jakarta — Di tengah sorotan publik terhadap citra aparat penegak hukum, hadir sosok yang menunjukkan wajah lain dari kepolisian: AKBP Dr. Apollo Sinembela, S.S., S.H., M.Si. Tak hanya dikenal sebagai Kepala Bagian Pengawasan dan Penyidikan (Kabag Wasidik) Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, beliau juga menempuh jalur pengabdian yang tak kalah penting yakni dunia pendidikan.

Sebagai dosen Bahasa Indonesia di Universitas Mpu Tantular Jakarta, Dr. Apollo dikenal sebagai pribadi yang ramah, komunikatif, dan memiliki pendekatan humanis dalam mengajar. Baginya, pendidikan adalah pintu masuk untuk membentuk masyarakat yang sadar, cerdas, dan tahan terhadap pengaruh negatif, terutama ancaman narkoba yang terus mengintai generasi muda.

Mendidik Lewat Layar dan Lapangan

Tidak seperti kebanyakan pejabat, Dr. Apollo hadir di tengah masyarakat, bahkan di ruang digital tempat generasi muda berkumpul. Ia memanfaatkan media sosial sebagai platform penyuluhan dan edukasi, khususnya TikTok, melalui akun @Apollosinambela. Dalam siaran langsung yang ia lakukan secara rutin, Dr. Apollo tidak hanya menyampaikan informasi tentang bahaya narkotika, tetapi juga menyelipkan nilai-nilai kehidupan, motivasi, hingga pelajaran Bahasa Indonesia secara cuma-cuma.

“Saya percaya, edukasi harus hadir di tempat di mana masyarakat berada. Hari ini, generasi muda ada di media sosial. Maka, saya pun harus ada di sana,” ujarnya dalam salah satu sesi live TikTok.

Dua tagar yang selalu melekat di setiap unggahannya, yaitu #bekerjabelajarmeneliti dan #polisinegarayangkerjauntukkepentinganrakyat, bukan sekadar slogan. Itu adalah prinsip yang beliau pegang dalam keseharian: bahwa menjadi polisi bukan hanya soal penegakan hukum, tapi juga soal memberi manfaat dan mencerdaskan masyarakat.

Sosok yang Meruntuhkan Stereotip

Di ruang kelas, Dr. Apollo menjauhkan diri dari citra “sangar” yang kerap melekat pada aparat kepolisian. Hal ini dirasakan langsung oleh mahasiswa Universitas Mpu Tantular.

Eko Wahyu Pramono, mahasiswa Ilmu Hukum yang mengikuti mata kuliah Bahasa Indonesia, mengungkapkan kesannya:

“Pak Dosen Apollo itu jauh dari kesan sangar dan garang. Beliau sosok yang humanis dan fleksibel dalam mengajar. Saya bahkan terkejut saat mengetahui bahwa beliau adalah anggota aktif Kepolisian Republik Indonesia,” tutur Eko.
“Saya tertarik dengan cara beliau menyampaikan pandangan-pandangan mengenai kehidupan, nilai-nilai sosial, serta isu-isu kemasyarakatan secara bijaksana dan inspiratif. Beliau juga rutin live di TikTok, berinteraksi langsung dengan masyarakat dengan sikap yang humanis dan rendah hati.”

Menurut Eko, pengalaman belajar dari Dr. Apollo bukan hanya tentang Bahasa Indonesia sebagai mata kuliah, tetapi juga tentang memahami kehidupan, nilai tanggung jawab, dan pentingnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.

BACA JUGA :  SMPN 1 Campurdarat Sukses Gelar Diklat Jurnalistik dan Sosialisasi Narkoba

Komitmen terhadap Pendidikan

Perjalanan akademik Dr. Apollo tercermin dari gelar doktor yang berhasil diraihnya. Namun, lebih dari sekadar gelar, komitmennya dalam membagikan ilmu tampak dalam berbagai forum, baik daring maupun luring. Dalam sesi live di TikTok, ia kerap menjawab pertanyaan dari masyarakat, menerima masukan, dan berdialog tanpa menunjukkan sikap otoritatif.

Kehadiran publik di platform digital juga menimbulkan beragam respons. Sebagian warganet memuji gaya komunikasinya yang sederhana dan menyentuh. Namun ada pula yang mempertanyakan sejauh mana efektivitas penyuluhan di media sosial dalam konteks pemberantasan narkoba.

Refleksi Wajah Baru Kepolisian

Sosok seperti Dr. Apollo dinilai sebagian kalangan sebagai bentuk pendekatan baru yang relevan di era digital. Ia merepresentasikan bagaimana anggota kepolisian dapat menjembatani peran sebagai aparat hukum, edukator, dan pelayan publik.

Upayanya memberikan edukasi di luar tugas formal menunjukkan bahwa peran polisi tidak hanya terbatas pada penindakan, tetapi juga pada pembinaan. Dalam konteks reformasi birokrasi dan peningkatan kepercayaan publik terhadap institusi negara, pendekatan ini menjadi salah satu langkah strategis yang dapat menjadi inspirasi bagi aparat lainnya.

Dr. Apollo Sinembela bukan hanya polisi. Ia adalah sahabat masyarakat, guru bagi mahasiswa, dan teladan bagi siapa saja yang percaya bahwa perubahan besar bisa dimulai dari tindakan kecil termasuk dengan satu siaran langsung di TikTok.

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah
Publik Menilai BK Ketakutan, Ketua BK Akan Berkonsultasi Dengan Oknum Terduga Pelanggar Kode Etik
KOP Surat Pernyataan Kometmen Kades Sebagai Pemungut PBB-P2 Terindikasi Tidak Sah, Pakopak Akan Mengkaji Nya

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:13

Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:42

Publik Menilai BK Ketakutan, Ketua BK Akan Berkonsultasi Dengan Oknum Terduga Pelanggar Kode Etik

Kamis, 29 Januari 2026 - 20:05

KOP Surat Pernyataan Kometmen Kades Sebagai Pemungut PBB-P2 Terindikasi Tidak Sah, Pakopak Akan Mengkaji Nya

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:24

Sat Resnarkoba Polres Bitung Ungkap Peredaran Obat Keras Trihexyphenidyl di Pusat Kota

Berita Terbaru