Ketika Iran Menjadi Suara Dunia: Perspektif Larijani tentang Ilmu dan Mustadh’afin

Rabu, 18 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berkomunikasi dalam doa pada Allah SWT untuk mendapatkan berkah dan RidhoNya dalam berpuasa (Sumber : Freepik)

Berkomunikasi dalam doa pada Allah SWT untuk mendapatkan berkah dan RidhoNya dalam berpuasa (Sumber : Freepik)

SUARA UTAMADalam lanskap geopolitik kontemporer, Iran sering muncul sebagai aktor yang tak hanya memainkan peran politik regional, tetapi juga menyuarakan wacana alternatif terhadap dominasi global Barat. Sejak Revolusi Islam 1979, Iran memosisikan dirinya sebagai pembela kaum tertindas (mustadh’afin), menjadikan prinsip keadilan sosial, kedaulatan bangsa, dan perlawanan terhadap hegemoni sebagai fondasi utama politik luar negerinya.


Dalam kerangka inilah, tokoh-tokoh seperti Ali Larijani menampilkan peran intelektual yang strategis: menjembatani antara ideologi revolusioner dan diplomasi global melalui artikulasi pemikiran tentang ilmu, martabat, dan perlawanan.

โ€œ๐™…๐™ž๐™ ๐™– ๐™๐™–๐™ง๐™ž ๐™ž๐™ฃ๐™ž ๐™ ๐™–๐™ข๐™ž ๐™™๐™ž๐™ก๐™–๐™ง๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ข๐™š๐™ข๐™ฅ๐™š๐™ง๐™ ๐™–๐™ฎ๐™– ๐™ช๐™ง๐™–๐™ฃ๐™ž๐™ช๐™ข, ๐™—๐™š๐™จ๐™ค๐™  ๐™ ๐™–๐™ข๐™ž ๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™™๐™ž๐™ก๐™–๐™ง๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™—๐™š๐™ก๐™–๐™Ÿ๐™–๐™ง ๐™›๐™ž๐™จ๐™ž๐™ ๐™–. ๐™‡๐™–๐™ก๐™ช, ๐™–๐™ฅ๐™– ๐™ก๐™–๐™œ๐™ž ๐™จ๐™š๐™ฉ๐™š๐™ก๐™–๐™ ๐™ž๐™ฉ๐™ช?โ€ Kutipan lugas itu datang dari Mohammad-Javad Ardeshir Larijani, seorang politikus konservatif Iran yang tak asing dalam pusaran geopolitik dunia.

Larijani bukan sekadar pejabat tinggi. Ia adalah seorang matematikawan ulung, diplomat ulung, dan penasihat utama Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Di tengah tekanan Amerika Serikat terhadap program nuklir Iran, Larijani menyampaikan kritik tajam yang menyentuh urat nadi peradaban dunia modern: hegemoni atas ilmu pengetahuan.

๐™ˆ๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฅ๐™– ๐™„๐™ก๐™ข๐™ช ๐˜ฟ๐™ž๐™Ÿ๐™–๐™™๐™ž๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™๐™–๐™ง๐™œ๐™š๐™ฉ?
Menurut Larijani, Baratโ€”khususnya Amerikaโ€”tak hanya ingin Iran berhenti memperkaya uranium. Lebih dari itu, mereka ingin mencegah bangsa-bangsa merdeka tumbuh secara ilmiah dan strategis.

โ€œ๐˜ฟ๐™–๐™ง๐™ž ๐™จ๐™ช๐™™๐™ช๐™ฉ ๐™ฅ๐™–๐™ฃ๐™™๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ข๐™š๐™ง๐™š๐™ ๐™–, ๐™ ๐™–๐™ข๐™ž ๐™ฉ๐™ž๐™™๐™–๐™  ๐™จ๐™š๐™๐™–๐™ง๐™ช๐™จ๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™—๐™š๐™ก๐™–๐™Ÿ๐™–๐™ง ๐™›๐™ž๐™จ๐™ž๐™ ๐™–, ๐™ข๐™–๐™ฉ๐™š๐™ข๐™–๐™ฉ๐™ž๐™ ๐™–, ๐™–๐™ฉ๐™–๐™ช ๐™ž๐™ก๐™ข๐™ช ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ข๐™š๐™ข๐™—๐™š๐™ง๐™™๐™–๐™ฎ๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ. ๐™†๐™–๐™ข๐™ž ๐™จ๐™š๐™—๐™–๐™ž๐™ ๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™๐™–๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™›๐™ค๐™ ๐™ช๐™จ ๐™ฅ๐™–๐™™๐™– ๐™ข๐™ช๐™จ๐™ž๐™ , ๐™ฉ๐™–๐™ง๐™ž, ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™ฃ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™ฎ๐™ž๐™–๐™ฃ.โ€

Apa yang ia ungkapkan bukan sekadar retorika anti-Barat. Ia sedang menyuarakan kegelisahan seluruh dunia yang tertindasโ€”kaum mustaแธโ€˜afฤซnโ€”tentang bagaimana sains dan teknologi sering dijadikan alat kontrol, bukan pembebasan.

๐™„๐™ก๐™ข๐™ช: ๐™Ž๐™š๐™ฃ๐™Ÿ๐™–๐™ฉ๐™– ๐™–๐™ฉ๐™–๐™ช ๐˜พ๐™–๐™๐™–๐™ฎ๐™–?
Sejarah membuktikan: umat Islam pernah menjadi pelopor ilmu pengetahuan dunia. Dari Baghdad ke Kordoba, dari Khwarizmi hingga Ibnu Sinaโ€”ilmu adalah cahaya, bukan senjata.
Namun, hari ini, akses terhadap ilmu dan teknologi justru dipagari oleh kekuasaan global. Negara-negara berkembang ditekan melalui embargo teknologi, pengawasan riset, hingga pembentukan opini publik melalui media massa.

Larijani tahu ini. Ia berbicara lantang. Bukan hanya untuk Iran, tetapi untuk semua bangsa yang ingin merdeka dengan ilmu.

๐™‹๐™š๐™จ๐™–๐™ฃ ๐˜ฝ๐™–๐™œ๐™ž ๐™†๐™–๐™ช๐™ข ๐™ˆ๐™ช๐™จ๐™ฉ๐™–๐™™๐™โ€˜๐™–๐™›๐™ž๐™ฃ

Artikel ini bukan ajakan untuk perang. Ini adalah panggilan untuk kesadaran dan kebangkitan ilmu.
1. Bangsa yang lemah dalam ilmu akan selalu bergantung.
2. Ketergantungan teknologi menciptakan ketergantungan ekonomi dan politik.
3. Budaya konsumtif dan hiburan berlebihan adalah strategi halus menjauhkan kita dari ilmu yang membebaskan.

๐˜ผ๐™ฅ๐™– ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ƒ๐™–๐™ง๐™ช๐™จ ๐˜ฟ๐™ž๐™ก๐™–๐™ ๐™ช๐™ ๐™–๐™ฃ?
Untuk kaum mustaแธโ€˜afฤซnโ€”umat tertindas di mana pun beradaโ€”pesan Larijani adalah ajakan untuk:
โ€ข Menekuni ilmu dan teknologi strategis (fisika, matematika, rekayasa, kedokteran, dsb).
โ€ข Membangun kemandirian budaya dan pemikiran.
โ€ข Menolak dikotomi palsu antara agama dan ilmu.
โ€ข Melihat ilmu bukan hanya sebagai alat ekonomi, tetapi sebagai alat izzah dan pembebasan.
๐™’๐™–๐™ง๐™ž๐™จ๐™–๐™ฃ ๐™Œ๐™ช๐™งโ€™๐™–๐™ฃ๐™ž
Allah berfirman:
โ€œ๐˜ฟ๐™–๐™ฃ ๐™†๐™–๐™ข๐™ž ๐™๐™š๐™ฃ๐™™๐™–๐™  ๐™ข๐™š๐™ข๐™—๐™š๐™ง๐™ž๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ ๐™–๐™ง๐™ช๐™ฃ๐™ž๐™– ๐™ ๐™š๐™ฅ๐™–๐™™๐™– ๐™ค๐™ง๐™–๐™ฃ๐™œ-๐™ค๐™ง๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™ฉ๐™ž๐™ฃ๐™™๐™–๐™จ ๐™™๐™ž ๐™ข๐™ช๐™ ๐™– ๐™—๐™ช๐™ข๐™ž ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™Ÿ๐™–๐™™๐™ž๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ข๐™š๐™ง๐™š๐™ ๐™– ๐™ฅ๐™š๐™ข๐™ž๐™ข๐™ฅ๐™ž๐™ฃ ๐™จ๐™š๐™ง๐™ฉ๐™– ๐™ข๐™š๐™ฌ๐™–๐™ง๐™ž๐™จ๐™ž ๐™—๐™ช๐™ข๐™ž.โ€
(QS. Al-Qashash: 5)

BACA JUGA :  Kades Prapakanda Salurkan BLT Tahap II Juliโ€“Desember, Termasuk Insentif Aparat Desa dan Bantuan Studi

Ali Larijani bukan hanya politisi senior dalam sistem Republik Islam Iranโ€”pernah menjabat sebagai Ketua Parlemen dan perwakilan dalam berbagai forum internasionalโ€”tetapi juga seorang pemikir yang memadukan pandangan filsafat Islam dengan analisis politik modern. Melalui pidato-pidato dan tulisan-tulisannya, Larijani menyoroti pentingnya ilmu sebagai alat emansipatoris, bukan sekadar instrumen teknokratis yang tunduk pada kekuasaan global. Ia menawarkan perspektif bahwa ilmu harus berpihak kepada nilai-nilai kemanusiaan, membela yang lemah, dan menolak subordinasi epistemik maupun politik yang dilakukan oleh negara-negara adikuasa.

Kajian ini berusaha menelusuri dan membedah gagasan-gagasan Larijani dalam konteks bagaimana Iran mencoba berbicara kepada dan untuk duniaโ€”mengangkat suara mereka yang terpinggirkan, menantang narasi dominan global, serta menawarkan model peradaban alternatif yang berbasis pada moralitas, keadilan, dan keberpihakan kepada mustadh’afin. Di tengah dunia yang kian diwarnai oleh ketimpangan dan krisis legitimasi global, suara seperti Larijani layak dikaji bukan hanya sebagai representasi posisi politik Iran, tetapi juga sebagai refleksi atas pertarungan ideologis dan moral dunia kontemporer.

Topik ini menggambarkan upaya Iran, khususnya melalui tokoh intelektual dan politisi seperti Ali Larijani, dalam memposisikan diri sebagai representasi suara kaum tertindas (mustadh’afin) di dunia internasional.

Istilah mustadh’afin bukan sekadar kelompok yang tertindas secara ekonomi atau politik, tetapi juga simbol dari perjuangan global terhadap penindasan, dominasi, dan ketidakadilanโ€”baik di dunia Muslim maupun dalam tatanan global secara umum.
Ajaran Islam menekankan pentingnya solidaritas dan pembelaan terhadap kaum mustadh’afin, serta upaya untuk mewujudkan keadilan sosial

Surah An-Nisa ayat 75 menyerukan untuk berperang membela orang-orang yang lemah dari kalangan laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang dizalimi
Ali Larijani, sebagai figur penting dalam politik dan pemikiran kontemporer Iran, sering mengusung tema keilmuan, keadilan, dan perlawanan terhadap hegemoni global dalam berbagai forum internasional.

Dalam kerangka itu, Larijani tidak hanya berbicara sebagai pejabat Iran, tetapi membawa pesan ideologis dan moral yang berakar dari revolusi Islam Iranโ€”yang sejak awal menempatkan pembelaan terhadap mustadh’afin sebagai prinsip fundamental.
Melalui pendekatan ilmiah dan retorika filosofis-religius, Larijani menegaskan pentingnya peran ilmu (pengetahuan) sebagai sarana pembebasan, bukan sebagai alat dominasi. Ilmu, dalam pandangannya, harus berada di pihak keadilan dan kebenaran, bukan kekuasaan atau kepentingan segelintir elit global.

Oleh karena itu, Iran di bawah tokoh-tokoh seperti Larijani mencoba membentuk narasi tandingan terhadap arus dominan Barat, dengan menekankan pentingnya martabat kemanusiaan, keadilan sosial, dan kemerdekaan politik bagi bangsa-bangsa dunia.
Topik Judul ini juga menyiratkan bahwa ketika Larijani berbicara, ia tidak hanya mewakili negara Iran, tetapi juga membawa suara-suara yang terpinggirkan, dari Palestina hingga Yaman, dari Afrika hingga Asia Tenggaraโ€”sebuah posisi etis-politis yang berusaha membela prinsip-prinsip universal atas nama solidaritas umat manusia.

Judul ini menyoroti Larijani sebagai medium artikulasi Iran dalam mengangkat suara kaum mustadhโ€™afin dunia melalui pendekatan intelektual dan politik yang khas.

Topik kajian ini sebagai ulasan dan cuplikan dari Pandangan Larijani, โ€œIlmu, Martabat Mustadh’apin : Ketika Iran Bicara untuk Duniaโ€

Penulis : Tonny Rivani

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita : Parstoday Ir ID

Berita Terkait

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:04

Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terbaru