Kebijakan Walkot Surabaya Soal Parkir Didukung Pakar Hukum dan Pajak

- Publisher

Minggu, 15 Juni 2025 - 01:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perangi Juru Parkir Liar Malak Uang, Warga Minta Pemda dan Dishub Tertibkan. FOTO : Dok. Internal dan Salah Satu Jukir Juru Parkir Liar Malak Uang (Andre Hariyanto/Suara Utama)

Perangi Juru Parkir Liar Malak Uang, Warga Minta Pemda dan Dishub Tertibkan. FOTO : Dok. Internal dan Salah Satu Jukir Juru Parkir Liar Malak Uang (Andre Hariyanto/Suara Utama)

SUARA UTAMA, Surabaya – Kebijakan tegas Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam menertibkan praktik juru parkir liar kembali menjadi sorotan publik. Aksi penyegelan halaman parkir di salah satu minimarket karena dianggap tidak patuh terhadap aturan viral di media sosial, memunculkan diskusi hangat seputar ketertiban umum dan hak konsumen.

Achmad Hariri, pakar hukum dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), menyatakan bahwa tindakan wali kota merupakan langkah preventif untuk mencegah pelanggaran berulang yang berpotensi merugikan masyarakat.

“Pemerintah daerah memiliki kewenangan menjaga ketertiban umum serta melindungi konsumen dari praktik pungutan liar. Oleh karena itu, penyegelan atau teguran keras terhadap pelaku usaha dapat dibenarkan secara hukum sebagai bentuk penegakan aturan,” ungkap Hariri dalam keterangan tertulisnya, dikutip Basra, Sabtu (14/6/2025).

Ia menegaskan bahwa keberadaan juru parkir liar tanpa regulasi menciptakan ketidakpastian hukum bagi pengguna jasa. Pungutan tanpa dasar hukum jelas dapat dikategorikan sebagai tindakan melawan hukum, bahkan berpotensi melanggar Pasal 368 KUHP terkait pemerasan.

“Dalam konteks Undang-Undang Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999, masyarakat berhak memperoleh rasa aman dan nyaman saat memanfaatkan fasilitas publik, termasuk parkir di toko modern,” imbuh Hariri.

Hariri juga menyoroti jika pelaku usaha menyewakan lahan parkir kepada pihak ketiga tanpa izin resmi, maka dapat dianggap melakukan pelanggaran izin tata ruang dan peruntukan bangunan. Jika praktik ini juga tidak disertai dengan pelaporan pajak, maka bisa dikaitkan dengan dugaan penggelapan pajak daerah.

BACA JUGA :  Peringati Maulid Nabi, Lapas Bangko Ajak Warga Binaan Perkuat Iman dan Perbaiki Diri

Menanggapi isu tersebut, Yulianto Kiswocahyono, Konsultan Pajak, menyatakan bahwa pengelolaan parkir komersial wajib tunduk pada ketentuan pajak daerah.

“Selama lahan digunakan untuk kepentingan komersial, seperti disewakan ke pihak ketiga atau dijadikan sumber pemasukan, maka subjek pajak wajib melakukan pelaporan dan pembayaran pajak parkir. Jika tidak, ini bukan hanya pelanggaran administratif, tapi juga potensi tindak pidana perpajakan,” tegas Yulianto.

Sementara itu, Eko Wahyu, praktisi pajak dan akuntan, menambahkan bahwa pengawasan pajak daerah di sektor informal seperti parkir perlu ditingkatkan.

“Seringkali praktik pengelolaan parkir liar melibatkan pihak usaha yang lalai atau sengaja abai terhadap kewajiban perpajakan. Pemerintah daerah perlu menyusun sistem pelaporan yang transparan dan mudah diakses, agar potensi kebocoran pajak bisa diminimalisir,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus

Dalam konteks ini, tindakan penyegelan oleh Pemkot Surabaya dinilai sejalan dengan Peraturan Daerah Kota Surabaya No. 3 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perparkiran yang mewajibkan setiap fasilitas publik untuk memiliki sistem parkir yang tertib dan sesuai kapasitas. Selain itu, Perda No. 7 Tahun 2023 juga mengatur kewajiban pajak daerah atas pemanfaatan lahan parkir untuk tujuan komersial.

Upaya ini dinilai sebagai bentuk penegakan hukum administratif yang proporsional dalam kerangka otonomi daerah sesuai UU No. 23 Tahun 2014, serta bagian dari upaya mendorong ketertiban dan keadilan fiskal di tingkat lokal.

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Mendekatkan Buku Kepada Pembacanya
Usai Ambuon Ardiansyah Ditangkap, Korban Modus Lelang Kendaraan Kembali Bermunculan
Razia Gabungan Lapas Bangko Bersama TNI-Polri, Petugas dan WBP Jalani Tes Urine
Pemimpin Redaksi Suara Utama Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam UKW bersama KG Media
Tiga Tersangka Kasus Sungai Kapas Ditahan, Ahmad Fahmi Dorong Pengembangan Perkara
UKW Kompas, KG Media dan Google Digelar di Surabaya, Diikuti 45 Peserta
Alhamdulillah, Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan
Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 20:25 WIB

Mendekatkan Buku Kepada Pembacanya

Selasa, 22 September 2026 - 20:05 WIB

Usai Ambuon Ardiansyah Ditangkap, Korban Modus Lelang Kendaraan Kembali Bermunculan

Selasa, 22 September 2026 - 14:12 WIB

Razia Gabungan Lapas Bangko Bersama TNI-Polri, Petugas dan WBP Jalani Tes Urine

Senin, 21 September 2026 - 21:28 WIB

Pemimpin Redaksi Suara Utama Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam UKW bersama KG Media

Minggu, 20 September 2026 - 19:47 WIB

Tiga Tersangka Kasus Sungai Kapas Ditahan, Ahmad Fahmi Dorong Pengembangan Perkara

Berita Terbaru

FOTO: Penulis Mendekatkan Buku kepada Pembacanya

Berita Utama

Mendekatkan Buku Kepada Pembacanya

Selasa, 22 Sep 2026 - 20:25 WIB

https://mancingjitu.com/