Nilai Patriotisme Terekam di Museum Peta

Rabu, 13 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Museum dan Monumen Peta, jalan Jenderal Sudirman 35 Bogor (Agus Budiana/Suara Utama)

Foto : Museum dan Monumen Peta, jalan Jenderal Sudirman 35 Bogor (Agus Budiana/Suara Utama)

SUARA UTAMA Bogor. Jiwa nasionalisme, patriotisme, rela berkorban, pantang menyerah serta cinta tanah air, adalah semangat yang wajib dimiliki oleh seluruh bangsa Indonesia sampai saat ini, tak terkecuali generasi muda. Semangat ini menjadi daya dorong untuk selalu tetap bersatu dalam kesatuan negara Republik Indonesia.  Jiwa dan semangat ini bersumber dari nilai-nilai sejarah yang tidak hadir secara tiba-tiba, namun terekam melalui proses panjang dalam suatu museum yang dijadikan sebagai tempat sekaligus media sumber sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Demikian awal penjelasan dari Kepala Museum Monumen PETA Kapten Caj Dina Hamdani, ditemui suara utama di museum dan monumen Peta jalan Jenderal Sudirman 35 kota Bogor, rabu 13/11/2024.

Ka Museum monumen Peta Kapten Caj Dina Hamdani Nilai Patriotisme Terekam di Museum Peta Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama
Kepala Museum dan Monumen PETA, Kapten CAj Dina Hamdani 

Berdirinya Museum  dan Monumen Peta. Berawal dari gagasan mantan tentara Peta dan generasi penerus yang tergabung dalam Yapeta (Yayasa Pembela Tanah Air). Pembangunan monumen diawali dengan peletakan batu pertama oleh wakil presiden RI ke 4 Umar Wirahadikusumah pada tanggal 14 Nopember 1993,  pembangunan monumen selama 2 tahun kemudian pada tanggal 18 Desember 1995 diresmikan oleh presiden RI  ke 2, Soeharto.

Makna nama pasukan Peta. Pasukan pembela tanah air yang dibentuk oleh militer jepang pada tanggal 3 Oktober 1943, sebelum proklamasi kemerdekaan. Tokoh-tokoh yang mendapatkan gelar pahlawan nasional yang pernah aktif dalam pasukan Peta diantaranya, panglima besar TKR Jenderal Sudirman dan Sodhanco Supriyadi (pimpinan tentara Peta yang melakukan pemberontakan terhadap Jepang di Blitar tanggal 14 Februari 1945).

Pengelolaan museum dan monumen Peta. Dinas sejarah angkatan darat membawahi Badan Pelaksana Museum Pusat ( Balakpusmonpus) di Yogyakarta  mengelola 5 museum, masing-masing 2 di yogyakarta, 2 di Jakarta dan 1 di Bogor. Adapun  masing-masing museum tersebut adalah  : Museum pusat TNI AD Dharmawiratama jalan Jenderal Sudirman 35 Yogyakarta,  museum Jenderal Besar Sudirman jalan  Bintaran Wetan 3 Yogyakarta, museum Jenderal Besar Dr. AH Nasution jalan  Teuku Umar 40 Jakarta pusat, Museum Jenderal A. Yani jalan lembang 58D Jakarta pusat, museum dan monumen Peta di Bogor jalan Jenderal Sudirman 35 Bogor.

Nilai kepahlawanan dalam museum  dan monumen Peta. Didalam museum dan monumen Peta terdapat diorama-diorama yang menceritakan peristiwa pertempuran melawan penjajah yang terjadi di pulau Jawa, Madura dan Bali baik sebelum kemerdekaan maupun setelah kemerdekaan, sehingga erat kaitannya dengan nilai kepahlawanan tanggal 10 Nopember 1945, sehingga setiap tanggal 10 Nopember 1945 diperingati sebagai hari pahlawan. Hal ini perlu disosialisasikan kepada para pengunjung agar bisa meneladani dan mewarisi semangat juang para pahlawan melalui nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, rela berkorban, pantang menyerah serta cinta tanah air. Nilai dan semangat tersebut dapat tertanam pada generasi muda sekarang ini.

Makna generasi muda melihat Museum Monumen Peta.  Sebagai wahana media nyata untuk rekreasi, aspirasi, edukasi serta inspirasi untuk mengetahui peristiwa yang terjadi di masa lampau pada saat perang melawan penjajah baik sebelum kemerdekaan maupun setelah kemerdekaan. Perannya meneruskan perjuangan para pahlawan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia serta meneladani semangat  para pejuang terdahulu yaitu semangat nasionalisme, patriotisme, rela berkorban dan cinta tanah air.

Antusiasme masyarakat pada museum monumen Peta. Sangat baik, hal ini terlihat dari meningkatnya pengunjung yang datang bukan hanya dari wilayah Bogor saja akan tetapi dari beberapa kota di Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kebanyakan para pengunjung terdiri dari pelajar TK, SD, SMP, SMA, mahasiswa, keluarga besar TNI/Polri serta masyarakat pada umumnya.  Apabila dilihat dari komposisi pengunjung, hal ini membuktikan kecintaan generasi muda pada perjuangan pahlawan-pahlawan kita terdahulu melalui kunjungan ke museum monumen Peta. Ada pepatah besar mengatakan : Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Jasmerah :  jangan sekali-kali melupakan sejarah.

BACA JUGA :  Mensyukuri Hari Pahlawan 2024: PCTA Indonesia Gelar Refleksi di Graha Samudra Bumimoro Surabaya

Penulis : Agus Budiana

Editor : Redaksi Suara Utama

Sumber Berita : Kepala Museum dan Monumen Peta, Kapten Caj Dina Hamdani

Berita Terkait

Integritas dan Akuntabilitas BK DPRD Kab. Probolinggo Sedang di Uji Publik, Perihal Pemeriksaan Prank Ulang Tahun 
Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu
Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aries Faiz Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 10:14

Integritas dan Akuntabilitas BK DPRD Kab. Probolinggo Sedang di Uji Publik, Perihal Pemeriksaan Prank Ulang Tahun 

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:22

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aries Faiz Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:04

Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:13

Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Berita Terbaru