Isi Pekan Akhlaq dalam Rangka Milad 100 YPAS : Mengganti Kata “Membuang” dengan “Menyimpan”

- Publisher

Sabtu, 10 Agustus 2024 - 20:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi
    Muhammad salah seorang siswa memperagakan menyimpan sampah Muhammad salah seorang siswa memperagakan “menyimpan” sampah

Dalam rangka merayakan Milad 100 tahun Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya (YPAS), berbagai kegiatan yang mendidik dan inspiratif perlu diadakan, salah satunya adalah Pekan Akhlaq. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika kepada siswa sejak usia dini. Salah satu tema menarik yang diangkat adalah pentingnya menggunakan kata “menyimpan” dalam konteks penanganan sampah dibandingkan dengan kata “membuang.”

Mengubah Paradigma : Dari “Membuang Sampah” ke “Menyimpan Sampah”

Kata “membuang sampah” seringkali diasosiasikan dengan tindakan yang dilakukan secara asal-asalan dan ceroboh. Banyak dari kita yang mungkin terbiasa memasukkan sampah ke tempat sampah tanpa memperhatikan apakah sampah tersebut benar-benar masuk atau justru tercecer di sekitar tempat sampah. Tindakan ini, meskipun tampak sepele, dapat berdampak besar pada kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebaliknya, penggunaan kata “menyimpan sampah” membawa konotasi yang lebih positif dan penuh tanggung jawab. Menyimpan berarti melakukan sesuatu dengan hati-hati, penuh perhitungan, dan memastikan bahwa sampah tersebut benar-benar masuk ke dalam tempat sampah. Dengan kata lain, menyimpan sampah bukan sekadar memasukkannya ke dalam tempat sampah, tetapi juga memastikan bahwa tidak ada sampah yang tercecer dan mengganggu kebersihan lingkungan.

BACA JUGA :  Kolaborasi 30 TBM Kab. Tanggamus Dorong Akselerasi Literasi Berbasis Kearifan Lokal

Dan yang dimaksud “menyimpan” di sini tidak hanya berlaku untuk sampah yang bisa didaur ulang (recycle), atau pun yang bisa digunakan kembali (reuse) saja, melainkan untuk semua kategori sampah.

Dalil Hadis Shahih untuk Peduli Kebersihan Lingkungan

Untuk mendukung konsep ini, terdapat hadis shahih yang menganjurkan kita untuk menjaga kebersihan dan tidak ceroboh dalam bertindak:

“Kebersihan adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim)

Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:

 “Sesungguhnya Allah itu Maha Bersih dan menyukai kebersihan, Maha Baik dan menyukai kebaikan, Maha Mulia dan menyukai kemuliaan, maka bersihkanlah lingkungan kalian.” (HR. Tirmidzi)

Implementasi di Sekolah Dasar

Untuk siswa jenjang SD, penerapan konsep ini sangat penting. Pada masa inilah karakter dan kebiasaan siswa mulai terbentuk. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengimplementasikan konsep “menyimpan sampah” di sekolah :

BACA JUGA :  Jelang Piala Kadispora Lampung 2026, AQUAKIDS Way Kanan Siapkan 17 Atlet untuk Tampil Maksimal

1. Edukasi Melalui Ceramah dan atau Workshop :
Guru dan staf sekolah dapat memberikan ceramah atau workshop singkat tentang pentingnya menjaga kebersihan dengan cara yang benar. Penjelasan mengenai perbedaan antara “membuang” dan “menyimpan” sampah dapat dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa.

Penulis dalam hal ini menerapkan langkah ini dikombinasikan dengan demonstrasi/peragaan menyimpan sampah ke tempat sampah kelas maupun saat mereka di lab komputer.

Implementasi "menyimpan" saat mengikuti praktek TIK di lab komputer
Implementasi “menyimpan” saat mengikuti praktek TIK di laboratorium komputer

 

 

 

 

 

 

 

2. Papan Informasi dan Poster :
Pasang papan informasi dan poster di area sekolah yang menjelaskan tentang pentingnya “menyimpan” sampah. Gunakan gambar dan ilustrasi menarik agar siswa tertarik untuk membaca dan memahami pesan yang disampaikan.

3. Penghargaan untuk Kebiasaan Baik :
Berikan penghargaan kepada siswa yang konsisten dalam menjaga kebersihan dengan “menyimpan” sampah. Penghargaan ini bisa berupa sertifikat, stiker, atau penghargaan lainnya yang dapat memotivasi siswa untuk terus melakukan kebiasaan baik tersebut.

4. Contoh dari Guru dan Staf Sekolah :
Guru dan staf sekolah harus menjadi contoh yang baik dalam praktik “menyimpan” sampah. Tindakan mereka akan menjadi teladan yang diikuti oleh siswa.

BACA JUGA :  Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media

5. Proyek Kebersihan Kelas :
Setiap kelas bisa mengadakan proyek kebersihan kelas, di mana siswa secara bergiliran bertanggung jawab untuk memastikan bahwa tidak ada sampah yang tercecer di kelas dan lingkungan sekitarnya.

Manfaat Jangka Panjang

Dengan mengganti kata “membuang” dengan “menyimpan,” diharapkan siswa dapat memahami dan menerapkan konsep kebersihan dengan lebih baik. Kebiasaan ini tidak hanya bermanfaat untuk lingkungan sekolah tetapi juga akan terbawa hingga mereka dewasa. Masyarakat yang bersih dan tertib adalah cerminan dari individu-individu yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.

Pekan Akhlaq dalam rangka Milad 100 YPAS adalah momentum yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai ini kepada siswa. Semoga dengan langkah kecil ini, kita dapat menciptakan generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.

Mohammad Muhajir, ST

Penulis adalah guru SD Al-Irsyad Surabaya

Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya (YPAS)

Berita Terkait

Terindikasi Tidak Layak Jadi Kepala SDN Brani Wetan 1, Aktivis Desak Disdikdaya dan Inspektorat Turun Tangan
Pasca Pemberitaan Pabrik PT Sasa Inti Gending Bersihkan Sampah di Area Irigasi, Petani Meminta OPD melakukan Investigasi
BBM Jenis Pertalite Hilang di Pasaran Pengecer, Pedagang Keliling Sebut Urat Nadi Masyarakat Pegunungan Hilang 
Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan
Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media
PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 
Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi
Muktamar XI Al-Khairiyah di Cilegon Berjalan Lancar, Ini Harapan Al-Khairiyah Tanggamus
Berita ini 162 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Terindikasi Tidak Layak Jadi Kepala SDN Brani Wetan 1, Aktivis Desak Disdikdaya dan Inspektorat Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Pasca Pemberitaan Pabrik PT Sasa Inti Gending Bersihkan Sampah di Area Irigasi, Petani Meminta OPD melakukan Investigasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:33 WIB

BBM Jenis Pertalite Hilang di Pasaran Pengecer, Pedagang Keliling Sebut Urat Nadi Masyarakat Pegunungan Hilang 

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp