lk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777slot777slot gacorslot gacorslotzonawin777slot thailandslot gacorslot thailandslot thailandslot thailandsitus totositus totozonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4d

DPP LDII: Santri Punya Potensi untuk Sukseskan Indonesia Emas 2045

DPP LDII: Santri Punya Potensi untuk Sukseskan Indonesia Emas 2045

- Publisher

Rabu, 25 Oktober 2023 - 10:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Jakarta – Sejarah Indonesia mencatat para santri yang menjadi pahlawan nasional, di antara mereka terdapat nama Pangeran Diponegoro, KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah, KH Hasyim Asyari pendiri Nahdlatul Ulama, KH Zainal Arifin pemimpin Hizbullah, dan masih banyak lagi. Nama mereka harum karena berjasa meletakkan pondasi yang kuat untuk kemerdakaan bangsa Indonesia.

“Mereka adalah para santri pada masa lalu telah memberikan segalanya untuk negeri ini. Di masa depan, peran santri berposisi sangat strategis. Bukan hanya sebagai penjaga dan pengawal moral bangsa, namun juga menyumbangkan pemikiran terhadap kemajuan bangsa Indonesia,” ujar Habib Ubaidillah Al Hasany pengasuh Pondok Pesantren Al Ubaidah, Nganjuk, Jawa Timur.

Ia mengatakan pada era Reformasi, para santri mewarnai politik nasional. Menurutnya, Reformasi bisa terlaksana berkat para reformis seperti Gus Dur, Nurcholis Majid, Cak Nun, hingga M. Amien Rais. Mereka semua adalah para santri yang memiliki pemikiran kenegaraan yang cemerlang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Habib Ubaid pun mengajak para santri memperdalam ilmu agama dan pengetahuan lainnya, “Sebagai santri akhlak mulia selalu mendampingi ilmu agamanya, dan prilaku serta kebijaksanaannya selalu dituntun oleh ilmunya. Inilah yang membuat santri berbeda dibanding lainnya,” ujar Habib Ubaid.

BACA JUGA :  Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian

Hal senada juga dikatakan Ketua Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII KH Aceng Karimullah. Era modern menuntut para santri tidak hanya memperdalam ilmu agama tapi juga soft skill. Dengan bekal keterampilan itu, mereka mampu berkontribusi di tengah masyarakat.

“Diharapkan, ketika di pesantren para santri tidak hanya mempelajari berbagai macam teori, tapi juga diberi kesempatan untuk mempelajari keterampilan, misalnya perbengkelan, tata busana, manajemen keuangan, teknik komputer, dan lain sebagainya. Sehingga ketika selesai belajar di pesantren, selain berdakwah mereka juga bisa mandiri secara ekonomi,” urainya.

Di lingkungan pesantren, sambung KH Aceng, biasanya para santri sudah dididik dan digembleng soal kedisiplinan dan kemandirian, “Ini adalah modal besar ketika mereka terjun di tengah-tengah masyarakat. Mereka sudah terbiasa qiyamul-lail, shalat subuh di awal waktu, mengikuti jadwal kegiatan harian yang terjadwal dan terkontrol,” ujarnya.

BACA JUGA :  Alhamdulillah, Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan

Pengasuh Ponpes Nurul Aini Cilandak itu menyebut, terdapat beberapa tantangan yang meski dihadapi santri. Di tengah masyarakat masih ada dikotomi pendidikan umum dan pendidikan agama atau pesantren, “Nah, begitu para santri terjun ke tengah masyarakat maka tantangannya bagaimana agar mereka bisa bersaing dengan para alumni pendidikan umum, baik dalam membawakan diri maupun dalam penerapan ilmu mereka di tengah masyarakat,” paparnya.

Penulis buku “Somebody Asked Me” itu menegaskan dengan adanya Hari Santri Nasional, maka masyarakat disadarkan bahwa ada potensi besar yang dimiliki bangsa. Potensi itu adalah para alumni pesantren yang banyak berkiprah pada posisi eksekutif maupun legislatif.

“Dengan berbekal ilmu dari pesantren, maka diharapkan mereka pun bisa menerapkan akhlak, budi pekerti dan tata krama yang pernah mereka pelajari dan praktekkan selama di pesantren. Sementara, kita sedang menyongsong Indonesia Emas 2045, maka perlu dipersiapkan generasi yang alim faqih, berakhlakul-karimah dan mandiri,” pungkasnya.

Terkait potensi santri, Ketua Ponpes Wali Barokah, KH Sunarto, para santri memiliki keharusan untuk terus meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

BACA JUGA :  Jalan Limunjan–Mantaritip tercatat dalam Nomor Kontrak 05/PPK-PJ.1

“Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Jihad Santri Jayakan Negeri”. Tema tersebut menyiratkan dua makna sekaligus pesan yang disampaikan kepada kita semua, yakni makna historis dan makna kontekstual,” katanya.

Menurutnya dari sisi makna historis, pemerintah telah mengakui peran santri pada masa pergerakan dan perjuangan. Sementara, dari sisi kontekstual, alumni pondok pesantren harus tetap melaksanakan amar makruf nahi munkar, dakwah yang sejuk, memiliki toleransi yang tinggi, bisa saling menghormati dan menghargai terhadap perbedaan, keberadaan dan keyakinan kelompok masyarakat lain. Dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kesantunan dan kebajikan untuk bersama-sama memajukan bangsa dan negara, melawan kebodohan dan ketertinggalan.

“Dengan demikian, tema Hari Santri nasional “Jihad Santri, Jayakan Negeri”, bermakna jihad intelektual, di mana para santri berjuang bersama komponen masyarakat lain, dengan berbekal ilmu pengetahuan bisa memberikan kontribusi yang maksimal dalam mencerdaskan dan menyejahterakan masyarakat,” pungkas KH Sunarto.

Berita Terkait

Antrean BBM Mengular di Denpasar dan Badung, Pengelola SPBU Ungkap Kendala Pasokan
Aktivis Siapkan Pengaduan Dugaan Pembiaran dan Kelalaian Oknum Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Probolinggo
SMPN 14 Denpasar bersama Unud Kembangkan Kantin Hijau untuk Tekan Sampah Makanan dan Risiko Obesitas
Patut Diapresiasi, PARAKSA Selain Berdampak Positif Bagi UMKM dan PKL, Juga Berkontribusi ke PAD Kabupaten Probolinggo 
Camat Tiris Panggil Oknum Bendahara Desa Racek, Warga Buka Suara Awal Terbongkar Nya Dugaan Poligami Ilegal 
Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo
Ketua SRP Dogiyai Tegaskan Swiping Harus Sesuai SOP dan Terpusat di Moanemani
Solidaritas Rakyat Papua: Selamatkan Hutan dan Rawa Dogiyai, Hentikan Kebakaran!
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Antrean BBM Mengular di Denpasar dan Badung, Pengelola SPBU Ungkap Kendala Pasokan

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:27 WIB

SMPN 14 Denpasar bersama Unud Kembangkan Kantin Hijau untuk Tekan Sampah Makanan dan Risiko Obesitas

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Patut Diapresiasi, PARAKSA Selain Berdampak Positif Bagi UMKM dan PKL, Juga Berkontribusi ke PAD Kabupaten Probolinggo 

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Camat Tiris Panggil Oknum Bendahara Desa Racek, Warga Buka Suara Awal Terbongkar Nya Dugaan Poligami Ilegal 

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/