SUARA UTAMA, Karawang – Kolaborasi antara GIS Peduli dan Emil Salim Institute menghadirkan aksi nyata dalam rangka memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2025 serta menyambut Milad ke-8 GIS Peduli pada Sabtu (27/12/2025).
Serangkaian kegiatan sosial, lingkungan, dan kemanusiaan digelar di Desa Cemara Jaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Aksi ini mengusung tema kepedulian terhadap lingkungan dan solidaritas sosial, khususnya untuk membangun ketahanan masyarakat pesisir dan warga di kampung relokasi yang membutuhkan.
Sebagai bentuk kontribusi nyata bagi pelestarian alam dan mitigasi dampak perubahan iklim, dilakukan penanaman 800 bibit pohon.
Aksi ini terbagi menjadi dua tahapan. Pertama, melakukan rehabilitasi ekosistem pantai melalui penanaman bibit mangrove di Pantai Pisangan, Desa Cemara Jaya, guna mencegah abrasi.
Kedua, melakukan penghijauan dan penanaman pohon buah di Kampung Relokasi Sekong, Desa Cemara Jaya, untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup warga.
Harsono selaku CEO GIS Peduli, menekankan bahwa aksi penghijauan ini adalah perwujudan konkret semangat HKSN.
“Kesetiakawanan sosial harus diaktualisasikan. Menanam mangrove dan pohon buah merupakan langkah nyata solidaritas yang memadukan kepentingan manusia dan keberlanjutan alam,” ucapnya.
Kolaborasi GIS Peduli dan Emil Salim Institute Beri Dampak yang Lebih Luas
Sinergi antar lembaga dinilai sebagai faktor penentu kesuksesan program yang berkelanjutan.
“Dampak dari kesetiakawanan sosial akan optimal jika dijalankan melalui kerja sama. Kolaborasi GIS Peduli dan Emil Salim Institute membuktikan bahwa kerja kolektif dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan ekosistem,” kata Amalia F. Salim, Ketua Yayasan Era Sharaddha Indonesia.
Pendampingan Sosial dan Kesehatan
Tak hanya fokus pada lingkungan, rangkaian kegiatan juga mencakup pendampingan sosial, berupa:
– Layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis untuk 80 warga Kampung Relokasi.
– Pemberian santunan serta peralatan sekolah kepada 80 anak yatim di area Kampung Relokasi.
– Distribusi paket sembako dan beras bagi 80 keluarga dhuafa di lokasi yang sama.
Pendekatan terpadu antara isu sosial dan lingkungan ditegaskan oleh Presiden Emil Salim Institute, E. Kurniawan Padma.
“Kelompok rentan selalu terdampak langsung oleh krisis ekologi. Oleh karena itu, upaya pemulihan lingkungan harus beriringan dengan pemberdayaan sosial dan peningkatan taraf hidup masyarakat,” jelasnya.
Komitmen yang Terus Mengakar
Memasuki usia kedelapan, GIS Peduli memperkuat komitmennya untuk terus aktif dalam isu kemanusiaan, pemberdayaan komunitas, serta pelestarian alam.
Kegiatan di Karawang ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi semua.
Penulis : Wahyu Widodo
Editor : Nurana Prasari
Sumber Berita : Wartawan Suara Utama






