SUARAUTAMA.IDAKEBO- Panitia Peresmian Gereja Katolik Santa Maria Ratu Rosari Idakebo, Dekenat Kamu–Mapia (Kamapi), Keuskupan Timika,mewakili Ketua Panitia Wakil ketua Bapak David Goo menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas proses persiapan peresmian gereja yang melibatkan seluruh umat di stase-stase. Pada rabu,(7/10/2026).
Uskup Timika Bernadus Pemberkatan Goa Maria di Paroki Idakebo
David Goo Wakil ketua Panitia menjelaskan, kepanitiaan dibentuk pada 2 Maret 2026 dan dilantik pada 5 Maret 2026. Dalam proses persiapan, panitia membahas program kerja, pelaksanaan kegiatan, aksi kerja, pengalokasian dana, serta berbagai pekerjaan yang masih harus diselesaikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, panitia menetapkan masa kerja intensif selama Agustus dan September 2026. Keputusan tersebut diambil karena seluruh proses persiapan pada dasarnya merupakan tanggung jawab bersama umat di stase-stase.
“Umat yang mempunyai kegiatan, umat yang mencari dana, umat yang bekerja mempersiapkan, dan umat pula yang melaksanakan puncak acara,” ujarnya.
Ia mengatakan, pada awalnya panitia pesimis dapat menyelesaikan seluruh pekerjaan karena besarnya rencana kerja serta adanya sejumlah pekerjaan tambahan yang muncul di luar rencana.
Namun, berkat dukungan umat, para pekerja, donatur, serta penyertaan Tuhan, berbagai pekerjaan akhirnya dapat diselesaikan. Salah satu contoh nyata adalah pembangunan pagar mini keliling gereja.
“Kami percaya penuh bahwa Tuhan ikut campur tangan menyelesaikan tugas ini,” katanya.
Dalam laporan tersebut, panitia menyampaikan sejumlah kesan positif selama dua bulan persiapan. Salah satunya adalah kuatnya dukungan umat melalui doa, tenaga, materi, air mata, waktu, dan berbagai bentuk bantuan lainnya.
Dukungan tersebut dinilai menunjukkan besarnya kerinduan umat terhadap kehadiran dan perkembangan Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo.
Panitia juga memberikan apresiasi kepada sejumlah umat, khususnya para laki-laki, yang bekerja tanpa mengenal waktu selama proses persiapan.
“Mereka telah memberikan waktu, tenaga, bahkan meninggalkan kepentingan pribadi dan keluarga demi menyelesaikan pekerjaan. Kalian adalah pemenang sejati,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada para donatur yang selalu memberikan dukungan ketika dibutuhkan.
Di sisi lain, panitia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan. Salah satunya adalah adanya pandangan bahwa pekerjaan persiapan peresmian merupakan sebuah proyek.
Panitia menegaskan bahwa pekerjaan tersebut tidak semata-mata dilihat sebagai proyek pembangunan, tetapi sebagai bagian dari pelayanan dan karya iman.
“Bagi kami, ini adalah proyek-Nya Allah. Kami bekerja bukan untuk keuntungan finansial, tetapi karena iman, kerinduan umat, dan tanggung jawab terhadap Gereja,” jelasnya.
Ketua Panitia Ungkap Umat Persiapkan Peresmian Gereja Idakebo Kondisi tersebut membuat sebagian besar pekerjaan harus ditanggung oleh umat dan para pekerja yang benar-benar terlibat di lapangan.
Makewapa sebagai Titik Awal
Dalam refleksinya, panitia melihat berbagai tantangan kehidupan umat di wilayah Makewapa hingga Ugapuga sebagai bagian dari perjalanan iman yang harus dihadapi bersama.
Makewapa disebut sebagai titik nol, yakni tempat untuk memulai langkah baru dalam membangun kehidupan menggereja.
“Pertanyaannya, siapa yang akan mengambil peran besar itu? Yesus sudah mengajarkan jalan kepada kita. Kita sudah mengetahui jalan itu, tetapi kita masih lemah. Karena itu, kerinduan umat harus terus menjadi kekuatan untuk mengambil bagian,” ujarnya.
Selain peresmian gereja, umat Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo juga memiliki kerinduan untuk membangun Monumen Bunda Maria sebagai tempat ziarah rohani umat.
Panitia menyadari pembangunan monumen / Goa Maria tersebut membutuhkan biaya besar, sementara sebagian besar umat berada dalam kondisi ekonomi yang terbatas.
Meski demikian, panitia tetap optimistis bahwa kerinduan tersebut dapat diwujudkan pada waktunya melalui dukungan dan kerja sama berbagai pihak.
Panitia berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Dogiyai, Keuskupan Timika, umat, serta para pihak lainnya dapat terus diberikan untuk mendukung perkembangan kehidupan Gereja di Idakebo.
“Dari langkah-langkah kecil yang dikerjakan secara kolaboratif dan inklusif, kami berharap Tuhan menuntun perjalanan umat menuju masa depan yang lebih baik,” Jelasnya David Goo.











