SUARA UTAMA, Probolinggo – Anggaran kegiatan prioritas yang di anggarkan dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2026. Terindikasi dugaan disparitas serapan anggaran atau ketimpangan realisasi fisik dan keuangan antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kabupaten Probolinggo Jawa Timur. 21/10/2026.
Anggaran prioritas tersebut, diketahui terdapat 25 aitem dari berbagai OPD. Diantaranya, Disdikdaya, Dinas Kesehatan, Dinas Ketenaga kerjaan, Disporapar, DKUPP, DP3AP2KB, Dinas Pertanian, Dinas PUPR, Dinas LH, Dinas PMD, Diskominfo, Dinas Perkim, Dinsos dan PTSP kabupaten Probolinggo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan prioritas yang di anggarkan dalam P-APBD 2026 hingga bulan Oktober 2026. Berdasarkan informasi yang di himpun media, terdapat OPD yang telah merealisasikan, ada yang masih berproses dan ada juga yang belum. Sehingga, Kegiatan prioritas menuai spekulasi publik, ada yang berspekulasi progam prioritas tidak harus di selesaikan pada tahun 2026 (bertahap). Ada pula berspekulasi harus di selesaikan tahun 2026.
Kondisi di mana sebagian OPD telah merealisasikan, sebagian berproses, dan sebagian belum. Indikasi penyebab kondisi tersebut di antaranya, terdapat Perbedaan Kesiapan Administrasi dan Perencanaan (DPA Dan kerangka Acuan Kerja), Kompleksitas Proses Pengadaan Barang/Jasa (ULP/BPBJ), Kapasitas SDM dan Komitmen Pimpinan (Kepala OPD/PA/KPA), Kendala Teknis di Lapangan dan Ketakutan atau Kehati-hatian yang Berlebihan terhadap Aspek Hukum.
Kegiatan prioritas yang dianggarkan melalui Perubahan APBD (P-APBD) pada prinsipnya harus di selesaikan dalam tahun anggaran berjalan (tahun 2026) berdasarkan undang-undang nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Kegiatan prioritas dapat dilakukan secara bertahap atau melewati lebih dari satu tahun anggaran (tahun jamak) dengan syarat, harus memenuhi ketentuan dalam Pasal 92 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019.
Untuk memastikan indikasi dugaan disparitas serapan anggaran atau ketimpangan realisasi fisik dan keuangan antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pada tanggal 19 Oktober 2026, media mengkonfirmasi Kepala Disporapar kabupaten Probolinggo “Hery Wahyudi” terkait kegiatan prioritas yang di anggarkan dalam P-APBD 2026. Ia mengatakan bahwa tidak di setujui kesemuanya.
“Waalaikumsalam,wr.wb. Rp. 300 juta nggak ada , di setujui hanya Rp. 200 juta. penggunaan untuk pemeliharaan destinasi dan asuransi bromo, npci untuk giat peparpeda, nanti bisa di lihat di RUP dan belum realisasi mas kan masih P-APBD. “Katanya.
Melalui jejaring yang sama (pesan singkat whatsap) media mengkonfirmasi Kepala Dinas Pertanian kabupaten Probolinggo “Arief Kurniadi” terkait hal yang sama. Ia menegaskan anggaran tersebut belum di realisasikan. “P-APBD belum ditetapkan DPA-nya, sehingga belum dapat direalisasikan. “Jelasnya.
Lebih lanjut, di hari yang sama dan tanggal yang sama, Kepala Dinas KUPP Kabupaten Probolinggo “Sugeng Wiyanto” melalui pesan singkat whatsap. Menyampaikan bahwa anggaran dua kegiatan prioritas melalui P-APBD 2026, telah di Dokumen pelaksanaan Anggaran Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian.
“Sudah di DPA DKUPP, (1). PASAR MURAH Rp. 300 juta, DIPERUNTUKAN pendukung inflasi harga pokok penting dan itu akan diserap jika dalam tahun ini terjadi INFLASI HARGA PASAR, kita berharap harga pasar stabil sehingga dana tersebut tidak akan terserap.(2). Sevenbeach Ro. 200 juta untuk kegiatan pameran UMKM, Kuliner, Batik, Hendysraf selama 7 hari di 6 lokasi Pantai kita, Pantai bahak, Pantai bentar, Pantai mutiara, Pantai klasik, Pantai gili, Pantai duta dan Pantai bohay. “Ungkap nya.
Tidak hanya berhenti di situ, media melanjutkan konfirmasi Kepala Dinas Sosial kabupaten Probolinggo “Rachmad Hidayanto” jejaring yang sama (pesan singkat whatsap) terkait kegiatan prioritas tersebut. Namun, Ia menegaskan bahwa anggaran tersebut masih berproses. “Belum, masih berproses mas, ada apa nggeh?. masih berproses. “Katanya.
Sementara Kepala Disdikdaya kabupaten Probolinggo “Hary Tjahjono” dengan jejaring yang sama mengatakan bahwa, anggaran kegiatan prioritas yang di anggarkan dalam P-APBD 2026 telah di realisasikan. “Waalaikumsalam wr wb. Insentif guru swasta InsyaAllah sudah di realisasikan, Kalau beasiswa di Kesra sampun. “Jawab nya.
Penulis : Ali Misno












Komentar
Silakan login untuk berkomentar.