SUARA UTAMA, Merangin – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Bangko, Syaikoni, A.Md.IP., S.H., M.H., meninjau langsung aset tanah milik Lapas Bangko yang berada di belakang area lapas, Senin. Peninjauan ini merupakan langkah awal dalam mengkaji potensi pemanfaatan lahan untuk pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) guna mendukung optimalisasi program pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Dalam kegiatan tersebut, Syaikoni melihat secara langsung kondisi fisik, luas, serta potensi lahan yang dapat dikembangkan menjadi sarana pembinaan kemandirian. Pemanfaatan aset ini diharapkan mampu membuka peluang bagi pelaksanaan berbagai kegiatan produktif yang berorientasi pada peningkatan keterampilan, kemandirian, dan kesiapan warga binaan untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat.
Kalapas Bangko, Syaikoni, menyampaikan bahwa peninjauan ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan aset negara agar memberikan manfaat nyata, khususnya dalam mendukung pelaksanaan pembinaan di lingkungan lapas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin mengoptimalkan aset tanah yang dimiliki Lapas Bangko agar dapat dimanfaatkan secara tepat guna dan memberikan manfaat bagi program pembinaan warga binaan. Pengembangan SAE ini diharapkan menjadi sarana untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis, menumbuhkan kemandirian, serta meningkatkan produktivitas sebagai bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Syaikoni.
Lebih lanjut, rencana pengembangan SAE berpotensi diarahkan pada berbagai kegiatan produktif, seperti sektor pertanian dan kegiatan pendukung ketahanan pangan, dengan tetap mempertimbangkan kondisi lahan, ketersediaan sarana dan prasarana, serta kebutuhan program pembinaan.
Menurut Syaikoni, perencanaan yang matang menjadi hal penting agar pemanfaatan lahan dapat berjalan secara efektif, berkelanjutan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, hasil peninjauan ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah pengembangan selanjutnya.
“Harapan kami, SAE nantinya tidak hanya menjadi tempat untuk melaksanakan kegiatan produktif, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi warga binaan untuk membangun disiplin, tanggung jawab, dan kepercayaan diri. Dengan pembinaan yang tepat, mereka diharapkan memiliki keterampilan dan kesiapan yang lebih baik untuk menjalani kehidupan secara mandiri setelah selesai menjalani masa pidana,” tambahnya.
Melalui rencana pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi ini, Lapas Kelas IIB Bangko terus berupaya memperkuat pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Optimalisasi aset negara diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi penyelenggaraan pemasyarakatan sekaligus mendukung terwujudnya warga binaan yang terampil, mandiri, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat. (Ady Lubis)











