lk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777slot777slot gacorslot gacorslotzonawin777slot thailandslot gacorslot thailandslot thailandslot thailandsitus totositus totozonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4d

Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo

- Publisher

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA. LAMONGAN – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Lamongan bersama masyarakat membantu proses evakuasi jenazah seorang anak buah kapal (ABK) KM Mayangsari II berinisial War (47), warga Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, yang meninggal dunia saat kapal sedang beraktivitas melaut di perairan Masalembo, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Jumat (9/10).

Jenazah korban tiba di wilayah pesisir Lamongan setelah kapal yang ditumpanginya memutuskan kembali menuju daratan menyusul ditemukannya korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. KM Mayangsari II yang membawa almarhum bersama 17 ABK lainnya akhirnya bersandar di Dermaga Pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lama Brondong pada Sabtu (10/10), sekitar pukul 06.00 WIB.

Setelah kapal merapat di dermaga, personel Satpolairud Polres Lamongan bersama warga setempat segera membantu proses pemindahan dan evakuasi jenazah dari kapal. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSU dr. Suyudi Paciran untuk menjalani pemeriksaan medis berupa visum et repertum guna mendukung proses penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasat Polairud Polres Lamongan AKP Guntur melalui Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd., menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika KM Mayangsari II bertolak dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong pada Senin (5/10), sekitar pukul 23.00 WIB. Kapal yang dinakhodai Sumali tersebut berlayar menuju perairan Masalembo untuk menjalankan aktivitas melaut dengan membawa sejumlah awak kapal.

BACA JUGA :  Warga Soroti Jalan Rabat Beton Desa Mudo: Dana Rp50 Juta, Baru Dibangun Sudah Rusak

Menurut keterangan yang disampaikan, kondisi almarhum mulai diketahui pada Jumat dini hari ketika salah seorang ABK bernama Nanang berusaha membangunkan korban untuk memulai aktivitas rutin di kapal. Namun, meskipun telah berusaha membangunkannya, korban tidak memberikan respons seperti biasanya.

“Sebelumnya pada Jumat dini hari, salah satu ABK, Nanang, berusaha membangunkan almarhum untuk memulai aktivitas, tetapi tidak kunjung bangun,” jelas IPDA M. Hamzaid saat menyampaikan keterangan.

Mengetahui korban tidak kunjung memberikan respons, Nanang kemudian melakukan pemeriksaan bersama ABK lainnya. Dalam pemeriksaan tersebut, korban ditemukan dalam posisi tengkurap dengan bekas muntah darah. Temuan itu menimbulkan kekhawatiran di antara awak kapal, sehingga kondisi korban segera menjadi perhatian nakhoda dan ABK lainnya.

Menghadapi situasi tersebut, nakhoda kapal, Sumali, memutuskan untuk menghentikan aktivitas melaut dan mengarahkan kapal kembali menuju daratan. Langkah tersebut dilakukan agar korban dapat segera memperoleh penanganan lebih lanjut serta memudahkan koordinasi dengan pihak terkait di wilayah pesisir.

Dalam perjalanan kembali, nakhoda juga menghubungi Ketua Rukun Nelayan Blimbing, Nurwakid, untuk menyampaikan laporan mengenai kondisi almarhum sekaligus menginformasikan situasi yang terjadi di atas kapal. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemberitahuan kepada pihak di darat agar proses penanganan dapat dipersiapkan sebelum kapal tiba di pelabuhan.

BACA JUGA :  Lapas Bangko Bersama TNI-Polri Gelar Razia Gabungan, Tes Urine Petugas dan Warga Binaan Negatif Narkoba

“Sekitar pukul 06.00 WIB dalam perjalanan pulang, almarhum dinyatakan sudah meninggal dunia,” lanjutnya.

Setelah kapal tiba dan bersandar di Dermaga Pelabuhan TPI Lama Brondong pada Sabtu pagi, personel Satpolairud Polres Lamongan bersama masyarakat langsung membantu proses evakuasi jenazah. Petugas kemudian mengarahkan penanganan ke RSU dr. Suyudi Paciran untuk menjalani pemeriksaan visum et repertum. Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari prosedur medis dan penanganan lebih lanjut untuk mendukung pendokumentasian kondisi korban.

IPDA M. Hamzaid menambahkan bahwa setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut, petugas segera melakukan langkah-langkah penanganan sesuai kewenangannya. Upaya tersebut meliputi respons terhadap laporan, koordinasi dengan instansi terkait, pencatatan keterangan dari para saksi, serta pendampingan proses evakuasi jenazah menuju fasilitas kesehatan.

Menurutnya, koordinasi antara petugas kepolisian, awak kapal, masyarakat pesisir, dan unsur terkait sangat penting dalam menghadapi situasi darurat di wilayah perairan. Terlebih, aktivitas melaut memiliki tantangan tersendiri karena awak kapal berada jauh dari daratan dan membutuhkan koordinasi yang cepat ketika terjadi kondisi yang memerlukan penanganan segera.

BACA JUGA :  Mendekatkan Buku Kepada Pembacanya

“Penanganan ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk membantu proses evakuasi dalam situasi darurat,” tambahnya.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat akan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang baik antara awak kapal, nakhoda, kelompok nelayan, dan petugas terkait ketika menghadapi keadaan darurat di laut. Kecepatan penyampaian informasi dan kesiapan unsur di darat dapat membantu memperlancar proses evakuasi serta penanganan terhadap kejadian yang membutuhkan perhatian segera.

Polres Lamongan melalui Satpolairud menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga pesisir dan para nelayan yang menjalankan aktivitas sehari-hari di wilayah perairan. Kehadiran personel kepolisian dalam proses evakuasi tersebut merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan dan upaya membantu masyarakat ketika menghadapi situasi darurat.

Dengan terlaksananya proses evakuasi, jenazah almarhum selanjutnya dibawa ke RSU dr. Suyudi Paciran untuk menjalani pemeriksaan sesuai prosedur. Sementara itu, penanganan kejadian dilakukan melalui koordinasi dan pendataan keterangan saksi guna mendukung proses administrasi serta penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Polri hadir untuk memberikan pelayanan, perlindungan, dan bantuan kepada masyarakat, termasuk dalam situasi darurat yang terjadi di wilayah perairan.

Penulis : Suroso

Editor : Wartawan Suara Utama

Sumber Berita: Redaksi Suara Utama

Berita Terkait

Menkum Supratman, AI dan Teknologi Digital Tak Boleh Gerus Nilai Ekonomi Karya Jurnalistik
Anggaran Rp1,55 Miliar untuk Jalan Mampun Baru–Simpang Meranti, Warga Sampaikan Apresiasi
Ketua SRP Dogiyai Tegaskan Swiping Harus Sesuai SOP dan Terpusat di Moanemani
Solidaritas Rakyat Papua: Selamatkan Hutan dan Rawa Dogiyai, Hentikan Kebakaran!
Bupati Dogiyai Kukuhkan Pokja Bunda PAUD 2026
Kepala Suku Besar Meepago Serukan Perlindungan Hutan Adat Papua
Kemenimipas Borong Penghargaan AHI 2026, Perkuat Transparansi dan Kepercayaan Publik
Gereja Paroki Idakebo Diresmikan, Uskup Timika dan Bupati Dogiyai Teken Prasasti
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57 WIB

Menkum Supratman, AI dan Teknologi Digital Tak Boleh Gerus Nilai Ekonomi Karya Jurnalistik

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Anggaran Rp1,55 Miliar untuk Jalan Mampun Baru–Simpang Meranti, Warga Sampaikan Apresiasi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Ketua SRP Dogiyai Tegaskan Swiping Harus Sesuai SOP dan Terpusat di Moanemani

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Solidaritas Rakyat Papua: Selamatkan Hutan dan Rawa Dogiyai, Hentikan Kebakaran!

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/