SUARAUTAMA.Dogiyai- Kepala Suku Besar Wilayah Adat Meepago, Melkias Keiya, S.H., menyampaikan keprihatinan mendalam atas kebakaran hutan di tanah Papua.
Gereja Paroki Idakebo Diresmikan, Uskup Timika dan Bupati Dogiyai Teken Prasasti
Ia mengajak seluruh masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan sebagai sumber kehidupan dan warisan leluhur bagi generasi mendatang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan ini di Terima melalui WhatsApp kepada media SUARAUTAMA pada Sabtu,(10/10/2026).
Dalam pernyataannya, Melkias menegaskan bahwa hutan bagi masyarakat adat Papua bukan sekadar kumpulan pepohonan, melainkan rumah kehidupan yang menyediakan sumber pangan, menjaga ketersediaan air, menjadi penanda wilayah adat, serta menyimpan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Uskup Timika Resmikan Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo
“Melihat hutan di tanah Papua dilalap api, hati saya berduka. Di balik pepohonan yang terbakar, ada kehidupan, kenangan leluhur, dan harapan anak cucu yang harus kita lindungi,” demikian pesan Melkias Keiya.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih bertanggung jawab dalam memanfaatkan lahan dan menghindari pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran hutan serta membahayakan kehidupan masyarakat.
Menurutnya, menjaga hutan merupakan tanggung jawab bersama agar generasi mendatang tetap dapat menikmati kekayaan alam Papua dan mengenal tanah asal serta warisan budaya leluhurnya.
Melkias juga menyerukan kepada pemerintah dan seluruh pihak terkait agar mengutamakan penanganan kebakaran, perlindungan warga, serta pemulihan kawasan hutan yang terdampak. Ia menekankan pentingnya melibatkan masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat dalam setiap upaya perlindungan dan pemulihan hutan.
Selain itu, ia meminta agar penyebab dan luas kebakaran dipastikan melalui pemeriksaan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, termasuk melalui WhatsApp dan media sosial.
“Air mata kita harus menjadi kepedulian. Kepedulian kita harus menjadi tindakan,” tegasnya.
Melkias berharap seluruh masyarakat Papua memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga hutan, melindungi tanah adat, dan mempertahankan keberlangsungan hidup generasi mendatang.
“Jaga Hutan, Jaga Tanah Adat, Jaga Kehidupan.”
Melkias Keiya, S.H.
Kepala Suku Besar Wilayah Adat Meepago
Provinsi Papua Tengah











