lk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777slot777slot gacorslot gacorslotzonawin777slot thailandslot gacorslot thailandslot thailandslot thailandsitus totositus totozonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4d

Kepala Suku Besar Meepago Serukan Perlindungan Hutan Adat Papua

- Publisher

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTAMA.Dogiyai- Kepala Suku Besar Wilayah Adat Meepago, Melkias Keiya, S.H., menyampaikan keprihatinan mendalam atas kebakaran hutan di tanah Papua.

Gereja Paroki Idakebo Diresmikan, Uskup Timika dan Bupati Dogiyai Teken Prasasti

Ia mengajak seluruh masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan sebagai sumber kehidupan dan warisan leluhur bagi generasi mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan ini di Terima melalui WhatsApp kepada media SUARAUTAMA pada Sabtu,(10/10/2026).

Dalam pernyataannya, Melkias menegaskan bahwa hutan bagi masyarakat adat Papua bukan sekadar kumpulan pepohonan, melainkan rumah kehidupan yang menyediakan sumber pangan, menjaga ketersediaan air, menjadi penanda wilayah adat, serta menyimpan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

BACA JUGA :  UKW Kompas, KG Media dan Google Digelar di Surabaya, Diikuti 45 Peserta

Uskup Timika Resmikan Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo

“Melihat hutan di tanah Papua dilalap api, hati saya berduka. Di balik pepohonan yang terbakar, ada kehidupan, kenangan leluhur, dan harapan anak cucu yang harus kita lindungi,” demikian pesan Melkias Keiya.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih bertanggung jawab dalam memanfaatkan lahan dan menghindari pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran hutan serta membahayakan kehidupan masyarakat.

BACA JUGA :  Uskup Timika Resmikan Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo

Menurutnya, menjaga hutan merupakan tanggung jawab bersama agar generasi mendatang tetap dapat menikmati kekayaan alam Papua dan mengenal tanah asal serta warisan budaya leluhurnya.

Melkias juga menyerukan kepada pemerintah dan seluruh pihak terkait agar mengutamakan penanganan kebakaran, perlindungan warga, serta pemulihan kawasan hutan yang terdampak. Ia menekankan pentingnya melibatkan masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat dalam setiap upaya perlindungan dan pemulihan hutan.

Selain itu, ia meminta agar penyebab dan luas kebakaran dipastikan melalui pemeriksaan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, termasuk melalui WhatsApp dan media sosial.

BACA JUGA :  Kolaborasi 30 TBM Kab. Tanggamus Dorong Akselerasi Literasi Berbasis Kearifan Lokal

“Air mata kita harus menjadi kepedulian. Kepedulian kita harus menjadi tindakan,” tegasnya.

Melkias berharap seluruh masyarakat Papua memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga hutan, melindungi tanah adat, dan mempertahankan keberlangsungan hidup generasi mendatang.

“Jaga Hutan, Jaga Tanah Adat, Jaga Kehidupan.”

Melkias Keiya, S.H.
Kepala Suku Besar Wilayah Adat Meepago
Provinsi Papua Tengah

Berita Terkait

Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo
Ketua SRP Dogiyai Tegaskan Swiping Harus Sesuai SOP dan Terpusat di Moanemani
Solidaritas Rakyat Papua: Selamatkan Hutan dan Rawa Dogiyai, Hentikan Kebakaran!
Bupati Dogiyai Kukuhkan Pokja Bunda PAUD 2026
Kemenimipas Borong Penghargaan AHI 2026, Perkuat Transparansi dan Kepercayaan Publik
Gereja Paroki Idakebo Diresmikan, Uskup Timika dan Bupati Dogiyai Teken Prasasti
Uskup Timika Resmikan Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo
Ketua Panitia Ungkap Perjuangan Umat Persiapkan Peresmian Gereja Paroki Idakebo
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Ketua SRP Dogiyai Tegaskan Swiping Harus Sesuai SOP dan Terpusat di Moanemani

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Solidaritas Rakyat Papua: Selamatkan Hutan dan Rawa Dogiyai, Hentikan Kebakaran!

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Kepala Suku Besar Meepago Serukan Perlindungan Hutan Adat Papua

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Kemenimipas Borong Penghargaan AHI 2026, Perkuat Transparansi dan Kepercayaan Publik

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/