
Suara Utama, Lamongan – Pada Rabu, 23 September 2026, tepatnya pukul 13.15 WIB, suasana duka mendalam menyelimuti Perum Made Grid Residence, khususnya di Blok D1 No.10, Made, Lamongan. Hal ini terjadi ketika jenazah Jumbrik (52), yang menjabat sebagai Kepala Kamar Mesin (KKM) di kapal KM Virgo Transport 8, tiba menggunakan ambulans. Korban, yang hilang selama tujuh hari, berhasil dipulangkan setelah terperangkap di dasar Laut Jawa akibat insiden tragis yang menimpa kapal tersebut.
KM Virgo Transport 8, yang saat itu mengangkut 243 penumpang bersama 89 kendaraan, mengalami kecelakaan fatal setelah dihantam gelombang besar di perairan Masalembo pada Minggu, 13 September 2026, tepatnya sekitar pukul 02.00 WIB. Dari data terbaru yang dirilis, tercatat bahwa kecelakaan tersebut menewaskan 20 orang, sementara 108 lainnya berhasil selamat. Namun, 115 penumpang masih dinyatakan hilang hingga saat ini.
Jumbrik ditemukan dalam keadaan terjepit di bangkai kapal yang terbalik pada kedalaman antara 26 hingga 29 meter. Sebelum tragedi yang merenggut nyawanya ini terjadi, Jumbrik sempat melakukan panggilan telepon kepada istrinya pada pukul 22.00 WIB, meminta doa karena tidak bisa tidur akibat dampak dari gelombang yang sangat kuat.
Di lingkungan tempat tinggalnya, duka yang mendalam dirasakan oleh warga setempat. Salah satu tetangga, Ahmad Hanif Fahruddin, mengungkapkan betapa terpukulnya masyarakat atas kepergian Jumbrik. Selama proses pencarian, warga setempat secara rutin menggelar acara yasinan dan istighosah setelah waktu Maghrib, sebagai bentuk doa bersama demi keselamatan almarhum.
Jumbrik dikenal di komunitasnya sebagai sosok yang dermawan dan aktif dalam berbagai kegiatan di Masjid Darush Shofa. Kehadiran karangan bunga yang dikirim oleh manajemen PT Virgo Karya Shipping memenuhi area rumah duka, sebagai ungkapan rasa duka sekaligus penghormatan terakhir sebelum jenazah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Sawu, Sumberjo.
Di sisi lain, pihak pemerintah memastikan bahwa penanganan dampak bencana ini dilakukan secara terstruktur dan terencana. Jasad Jumbrik adalah salah satu dari dua jenazah korban tragedi Masalembo yang tiba di Kargo Bandara Juanda pada siang hari yang sama, bersamaan dengan jenazah Anas, seorang warga dari Sanggra Agung, Socah, Bangkalan.
Proses serah terima jenazah ini disaksikan langsung oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Satriyo Nurseno, bersama dengan perwakilan dari Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur, M. Arif Ardiansyah dan Erni Larasati.
Pihak BPBD bersama Dinas Sosial berkomitmen untuk memberikan pendampingan psikososial bagi keluarga yang ditinggalkan. Inisiatif ini bertujuan untuk membantu mereka dalam memulihkan trauma yang ditimbulkan akibat kehilangan yang mendalam ini. Dengan adanya dukungan tersebut, diharapkan keluarga korban dapat menjalani proses berduka dengan lebih baik dan memperoleh kekuatan untuk melanjutkan hidup.
Kehilangan Jumbrik bukan hanya berpengaruh pada keluarganya, tetapi juga dirasakan oleh seluruh masyarakat di sekitarnya. Dengan terjalinnya solidaritas antarwarga dan dukungan dari instansi terkait, diharapkan komunitas ini dapat bangkit dari kesedihan dan saling mendukung satu sama lain dalam menghadapi masa-masa sulit ini.
Penulis : Suroso
Editor : Jurnalis Suara Utama
Sumber Berita: Redaksi Suara Utama









