banner 728x250

Wig menggantikan posisi “jilbab atau kerudung”, Benarkah ?

Wig adalah tren untuk mendukung penampilan yang oke dan keren. Tidak hanya mereka yang berjenis kelamin wanita, kaum lelaki pun tak mau ketinggalan. Yah, inilah tren manusia-manusia abad ini.

rambut palsu wanita Wig menggantikan posisi "jilbab atau kerudung", Benarkah ? Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama
banner 120x600
298 Kali Dibaca

SUARA UTAMABagi sebagian kaum hawa, wig alias rambut palsu bukanlah sekedar penghias rambut yang dapat mempercantik diri tapi juga penanda untuk menjadi modern dan bergaya. Tengok saja fenomena ini di jalan-jalan, mal mal atau di beberapa acara televisi.

IMG 20220416 WA0030 Wig menggantikan posisi "jilbab atau kerudung", Benarkah ? Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama
Foto: Pamflet Poster Pelatihan & Pengembangan Internal Redaksi Suara Utama/Suara Utama ID

Wig adalah tren untuk mendukung penampilan yang oke dan keren. Tidak hanya mereka yang berjenis kelamin wanita, kaum lelaki pun tak mau ketinggalan. Yah, inilah tren manusia-manusia abad ini. Lebih dari itu, sebagian mereka ada yang berpendapat bahwa wig merupakan salah satu penutup aurat jika sekiranya rambut dinilai salah satu aurat yang tidak boleh dipertontonkan.

IMG 20220416 WA0034 Wig menggantikan posisi "jilbab atau kerudung", Benarkah ? Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama
Foto: Pamflet Poster Pelatihan & Pengembangan Internal Redaksi Suara Utama/Suara Utama ID

Dalam bahasa yang lebih sederhana, wig dapat menggantikan posisi “jilbab atau kerudung”. Benarkah? Karena itulah kami mengajak Anda untuk melihat, bagaimana sebetulnya Islam menilai Wig? Apakah Islam melarang atau memperbolehkan kita memakainya?

Baca juga: Redaksi Suara Utama Gelar Pelatihan Jurnalistik Gratis

Pada hakekatnya, Islam tidak melarang seseorang untuk berhias dan mempercantik diri. Lihat saja firman Allah swt. yang berbunyi, “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan padamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.” (Q.S. Al-Araf: 26) Kendati demikian, Islam tetap memberi ketentuan atau batasan yan harus diperhatikan karena beberapa pertimbangan Yakni, bahwa Islam mengharamkan sebagian bentuk penghias yang sudah menyimpang dan fitrah manusia, atau yang sudah mengubah Ciptaan Allah.

Maka dari itu, untuk kasus pemakaian wig Sendiri, Rasulullah saw. dalam satu hadits pernah menyinggungnya. Dari Asma’, dia berkata, seorang wanita bertanya kepada Rasulullah, ‘wahai Rasulullah, anak saya terkena penyakit hingga rambutnya rontok, dan saya ingin menikahkannya, Apakah saya boleh menyambung rambutnya Beliau menjawab: “Allah SWT melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan yang meminta disambungkan rambutnya.” (H.R. Bukhari).

Baca juga: Ini dia Khasiat Biji Jintan Hitam (ḥabbatus-sauda)

Kata laknat dalam hadits di atas menunjukkan bahwa Allah swt. sangat mengutuk tindakan memakai Wig. Kata-kata inilah yang meneguhkan bahwa ber-wig itu diharamkan, baik pemakaian wig itu dengan rambut lain (asli) maupun
dengan rambut buatan.

Pelarangan ini, sebagaimana dituliskan Prof. Dr. Yusuf Qaradhawi dalam buku Halal dan Haram, disebabkan karena ber-wig merupakan tindakan penipuan, pemalsuan, dan pemikatan. Penipuan yang dimaksud adalah menipu orang lain yang melihatnya, yang mengira ia memiliki rambut seperti yang diperlihatkan oleh wig yang dipakainya.

Selain unsur penipuan dan pemalsuan tersebut, Qaradhawi Juga melihat bahwa seseorang yang ber-wig secara tidak langsung telah mengingkari pemberian yang telah digariskan Allah. la telah
menzalimi atas apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepadanya.

Baca juga: Wapimred Suara Utama Ikuti Seleksi Tim Pengembangan Internasional MA

Dalam riwayat yang lain, Muawiyah berkata kepada penduduk Madinah, “Dimanakah ulama kalian? Sesungguhnya saya pernah mendengar Rasulullah saw. melarang hal ini seraya bersabda: “Sesungguhnya, Bani Israil menjadi rusak ketika perempuan-perempuan mereka memakai ini (wig).” (H.R. Bukhari).

Redaksi Suara Utama Kembali Buka Kesempatan Bergabung Menjadi Jurnalis
Foto: Pamflet Poster/Redaksi Suara Utama Kembali Buka Kesempatan Bergabung Menjadi Jurnalis/Suara Utama ID

Dari sini jelas bahwa seberapa pelik pun alasannya, memakai Wig itu diharamkan syara Kasus seorang perempuan Anshar yang ingin menikahkan putrinya dalam riwayat hadits di atas contohnya. Terlebih-lebih bila alasan itu dilandasi untuk memikat orang yang melihatnya agar ia disebut cantik dan sebagainya. Inilah fakta yang begitu merajalela di sekeliling kita. Semoga kita tidak termasuk di dalamnya. Amin.

Wallahu’alam bishawab.

banner 468x60
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90