banner 728x250

Warga Pebayuran Bekasi Geram Area Sawah Jadi Tempat Pembuangan Sampah llegal

Geram Area Sawah Jadi Tempat Pembuangan Sampah llegal

Screenshot 2022 06 01 17 26 40 98 Warga Pebayuran Bekasi Geram Area Sawah Jadi Tempat Pembuangan Sampah llegal Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama
banner 120x600
173 Kali Dibaca

SUARAUTAMA  BEKASI – Dengan adanya tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal yang berada di Kampung Kobak Rante, Desa Karang Reja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi membuat warga di sekitar lokasi itu geram.
Mereka meminta pemerintah untuk segera menutup TPS ilegal itu karena berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan.

Baca juga : Rumah Sakit Umum Daerah Cabangbungin Bekasi, kini kembali membuka pelayanan bagi pasien umum

Salah seorang warga yang masuk dalam
Kecamatan Pebayuran itu, Abdullah (38) di Bekasi, Jawa Barat mengatakan semula lokasi itu merupakan areal persawahan yang di apit permukiman warga sebelum di jadikan tempat pembuangan sampah seperti saat ini.

“Saya tahu pas awal di garap, di babat
padinya. Saya kira mau di buat pabrik, tapi malah jadi TPS” katanya.

Dia mengatakan warga sudah kerap
mengadukan persoalan ini kepada
aparatur desa setempat namun keluhan
mereka tidak di indahkan sehingga
mengakibatkan volume sampah kian
menumpuk.

“Sering mengadu ke desa tapi tidak ada
respon. Kami maunya lokasi ini di tutup
permanen” katanya.
Warga lain Rina (49) mengatakan TPS
ilegal ini sudah beroperasi selama lima
tahun lebih tanpa ada pemberitahuan
resmi maupun izin dari warga sekitar.
“Kami tidak di beritahu pengelola ketika
TPS pertama kali di dirikan. Tidak ada
sosialisasi bahkan izin begitu ke warga,
tidak ada” katanya.

Rina mengaku keberadaan TPS ilegal ini
berdampak buruk bagi kesehatan
lingkungan warga sekitar. Air yang
di hasilkan dari limbah sampah itu
mencemari lingkungan hingga
menyebabkan puluhan hektar lahan
persawahan gagal panen.

Baca juga : Toko Bahan Kimia di cikarang Alami Kebakaran Hebat

“Kalau hujan, airnya mengalir ke sawah
sawah kami karena lokasinya memang di sebelah persawahan. Jadi pada gagal
panen. Air sampah juga meresap hingga
menyebabkan kualitas air tanah warga
menjadi buruk, warnanya menghitam dan kulit jadi gatal gatal” katanya.

Kemudian polusi udara dari bau tidak
sedap yang selalu muncul dari TPS
tersebut. Dirinya khawatir kesehatan
masyarakat terganggu akibat pencemaran ini.
la berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, dapat segera
menindaklanjuti keluhan masyarakat yang telah di rasakan selama lebih dari lima tahun ini.

“Ini kan berdampak buat kesehatan kami juga. Kalau bisa tolong ditutup permanen. Kami sering mengadu ke desa, tapi tidak ada yang menanggapi” demikian Rina.

 

banner 468x60
banner 468x60

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90