Warga Pebayuran Bekasi Geram Area Sawah Jadi Tempat Pembuangan Sampah llegal

- Jurnalis

Rabu, 1 Juni 2022 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTAMA  BEKASI – Dengan adanya tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal yang berada di Kampung Kobak Rante, Desa Karang Reja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi membuat warga di sekitar lokasi itu geram.
Mereka meminta pemerintah untuk segera menutup TPS ilegal itu karena berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan.

Baca juga : Rumah Sakit Umum Daerah Cabangbungin Bekasi, kini kembali membuka pelayanan bagi pasien umum

Salah seorang warga yang masuk dalam
Kecamatan Pebayuran itu, Abdullah (38) di Bekasi, Jawa Barat mengatakan semula lokasi itu merupakan areal persawahan yang di apit permukiman warga sebelum di jadikan tempat pembuangan sampah seperti saat ini.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Warga Pebayuran Bekasi Geram Area Sawah Jadi Tempat Pembuangan Sampah llegal Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya tahu pas awal di garap, di babat
padinya. Saya kira mau di buat pabrik, tapi malah jadi TPS” katanya.

Dia mengatakan warga sudah kerap
mengadukan persoalan ini kepada
aparatur desa setempat namun keluhan
mereka tidak di indahkan sehingga
mengakibatkan volume sampah kian
menumpuk.

“Sering mengadu ke desa tapi tidak ada
respon. Kami maunya lokasi ini di tutup
permanen” katanya.
Warga lain Rina (49) mengatakan TPS
ilegal ini sudah beroperasi selama lima
tahun lebih tanpa ada pemberitahuan
resmi maupun izin dari warga sekitar.
“Kami tidak di beritahu pengelola ketika
TPS pertama kali di dirikan. Tidak ada
sosialisasi bahkan izin begitu ke warga,
tidak ada” katanya.

BACA JUGA :  Dampak Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Menipisnya Hutan Hujan Tropis

Rina mengaku keberadaan TPS ilegal ini
berdampak buruk bagi kesehatan
lingkungan warga sekitar. Air yang
di hasilkan dari limbah sampah itu
mencemari lingkungan hingga
menyebabkan puluhan hektar lahan
persawahan gagal panen.

Baca juga : Toko Bahan Kimia di cikarang Alami Kebakaran Hebat

“Kalau hujan, airnya mengalir ke sawah
sawah kami karena lokasinya memang di sebelah persawahan. Jadi pada gagal
panen. Air sampah juga meresap hingga
menyebabkan kualitas air tanah warga
menjadi buruk, warnanya menghitam dan kulit jadi gatal gatal” katanya.

Kemudian polusi udara dari bau tidak
sedap yang selalu muncul dari TPS
tersebut. Dirinya khawatir kesehatan
masyarakat terganggu akibat pencemaran ini.
la berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, dapat segera
menindaklanjuti keluhan masyarakat yang telah di rasakan selama lebih dari lima tahun ini.

“Ini kan berdampak buat kesehatan kami juga. Kalau bisa tolong ditutup permanen. Kami sering mengadu ke desa, tapi tidak ada yang menanggapi” demikian Rina.

 

Berita Terkait

Banjir Besar Hanyutkan Jembatan Masyarakat Pulau Panggung Lampung Kini Gunakan Jembatan Bambu
Management PT. Well Harvest Winning Alumina RefInery (PT. WHW) Salurkan CSR untuk Qurban.
Pengukuhan DDII Tahun 2024-2027 dan Penyembelihan Hewan Qurban di Musholla Istiqomah Desa Gajah Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan
Presiden Jokowi Rayakan Ulang Tahun ke-63 dengan Tetap Bekerja Seperti Biasa
KNPB Nabire Bantah Terlibat Pembakaran Kantor Dan Fasilitas Umum
Posyandu Mawar Desa Sido Harjo Gelar Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting
Penyebab Server Sihalal Down Sampai Hari Ini, Jumat 21 Juni 2024
Pembukaan Raker, Komnas PA Jawa Timur Berharap Kader Siap Menjadi Pejuang Anak
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Juni 2024 - 14:00 WIB

Banjir Besar Hanyutkan Jembatan Masyarakat Pulau Panggung Lampung Kini Gunakan Jembatan Bambu

Jumat, 21 Juni 2024 - 23:10 WIB

Pengukuhan DDII Tahun 2024-2027 dan Penyembelihan Hewan Qurban di Musholla Istiqomah Desa Gajah Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan

Jumat, 21 Juni 2024 - 22:42 WIB

Presiden Jokowi Rayakan Ulang Tahun ke-63 dengan Tetap Bekerja Seperti Biasa

Jumat, 21 Juni 2024 - 20:18 WIB

KNPB Nabire Bantah Terlibat Pembakaran Kantor Dan Fasilitas Umum

Jumat, 21 Juni 2024 - 17:01 WIB

Posyandu Mawar Desa Sido Harjo Gelar Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting

Jumat, 21 Juni 2024 - 16:39 WIB

Penyebab Server Sihalal Down Sampai Hari Ini, Jumat 21 Juni 2024

Jumat, 21 Juni 2024 - 14:42 WIB

Pembukaan Raker, Komnas PA Jawa Timur Berharap Kader Siap Menjadi Pejuang Anak

Jumat, 21 Juni 2024 - 09:14 WIB

Redaksi SUARA UTAMA Ucapkan Selamat Raker Komnas Perlindungan Anak Se Malang Raya

Berita Terbaru

Ilustrasi: Dampak Medsos Terhadap Hubungan Keluarga: Gambar AI (Suara Utama.id)

Artikel

Pengaruh Media Sosial terhadap Hubungan Keluarga

Sabtu, 22 Jun 2024 - 07:20 WIB